cerita sex

Aku Menikmatinya

Pertemanan adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup seseorang dimana kita bisa saling berbagi dan saling menolong dalam kesulitan. Tapi arti pertemanan tidaklah seindah yang sering dibicarakan orang bagi Maya, saya sebut saja demikian namanya.

Kisah nyata ini dipaparkan oleh responden yang bersangkutan dilengkapi dengan foto diri dan foto lainnya yang terjadi sebagai bukti penguat. Tapi karena etika yang harus saya pegang teguh, maka data-data pendukung tersebut tidak akan pernah saya ekspose untuk dan kepada siapapun. Menurut pengakuan Maya, kejadian berikut ini terjadi beberapa bulan yang lalu ketika liburan sekolah anaknya tiba..

Sebagai keluarga dari kalangan atas, menghabiskan waktu liburan berbintang lima di Nusa Dua Bali bukanlah masalah bagi keluarga Maya. Selama beberapa hari Maya menghabiskan waktu liburan dengan suami dan dua orang anaknya disana. Setelah beberapa hari, suami Maya mengajaknya untuk ke Lombok. Tapi dengan alasan Maya merasa bosan dengan tempat itu, juga perjalanan dengan kapal fery yang yang cukup makan waktu, maka Maya menolak ajakan suaminya itu.

Akhirnya suami dan kedua anaknya segera menuju Lombok tanpa Maya. Maya, 30 tahun, walau sudah punya anak dua orang tapi penampilan dan gayanya mirip dengan layaknya gadis kota masa kini. Wajah sangat cantik, putih, dan tubuh sintal selalu membuat lelaki manapun akan tertarik. Salah satu nilai lebih dari rumah tangga Maya adalah kebebasan yang diberikan suaminya kepada Maya untuk boleh bergaul atau jalan dengan siapa saja asal Maya selalu jujur kepada suaminya itu. Hal ini terjadi karena suaminya sangat tahu akan libido Maya yang sangat tinggi hingga suaminya agak kewalahan dalam melayani kebutuhan seksual Maya. Dan nilai lebih dari Maya adalah kejujuran kepada suaminya bila dia jalan dan main dengan pria lain.

Baca Juga: Cerita Sek Keluarga Terbaru

Pagi itu di restoran hotel, ketika Maya sedang makan pagi..

“Hei..!”, terdengar suara diiringi dengan tepukan tangan di pundak Maya.
“Hei, Ani.. Abiem.. Pak Randi..”, sahut Maya senang ketika melihat mereka bertiga.
“Mana suamimu?”, tanya Ani.
“Sedang ke Lombok dengan anak-anak”, jawab Maya.
“Duduklah di sini, temani aku makan..”, kata Maya.

Mereka pun segera duduk dan makan pagi bersama satu meja. Ani dan Abiem adalah teman bisnis suami Maya di Jakarta, sedangkan Randi adalah seorang dokter, duda, yang jadi dokter keluarga Maya. Randi dikenalkan kepada keluarga Maya oleh Ani dan Abiem dulunya.

“Nanti malam kita turun yuk? Kita habiskan malam bersama di diskotik”, ajak Abiem kepada Maya.
“Entahlah..”, kata Maya.
“Loh kenapa? Ayolah Bu Maya, kita sekali-sekali bergembira bersama”, kata Randi ikut menyela sambil tersenyum menatap Maya.
“Ikutlah, Maya.. Masa cuma aku seorang ceweknya..”, kata Ani.
“Baiklah kalau begitu.. Aku ikut”, kata Maya sambil tersenyum.

“Kamu tinggal di kamar berapa?”, tanya Abiem kepada Maya.
“Aku di suite room..”, kata Maya sambil menyebutkan nomor kamarnya.
“Ha? Kalau begitu kita bersebelahan dong..”, kata Ani sambil menyebutkan nomor kamar mereka.
“Yee.. Kok aku tidak tahu, ya? Kapan kalian check in?”, tanya Maya.
“Semalem. Tadinya kami mau tinggal di kamar lain, tapi karena sudah penuh, akhirnya kami ditunjukkan kamar yang masih pada kosong..”, kata Abiem.
“Tau nggak kalau kamar kita terhubung oleh connecting door, Ni?”, kata Maya kepada Ani.
“Iya? Berarti kita bisa kumpul-kumpul nih..”, kata Ani girang.
“Oke deh, Maya.. Nanti malam kita pergi bareng ke Diskotik, ya?’, ujar Abiem.
“Aku bawa minuman enak dari Perancis nanti..”, kata Abiem lagi.
“Baiklah. Kalian pada mau kemana?”, tanya Maya.
“Kami ada keperluan dulu. Bye..”, kata Ani sambil bangkit diikuti Abiem dan Andi, lalu mereka pergi.

Malamnya, dengan memakai T-shirt ketat plus rok katun sangat mini sehingga paha mulusnya tampak dengan indah, Maya berangkat dengan mereka ke diskotik.

“Kita minum dulu deh agar hangat”, kata Abiem sambil menuang minuman bawaannya ke dalam gelas dan disodorkan kepada Maya.
“Okay.. Siapa takut..”, kata Maya sambil meneguk minumannya.
“Hm.. Enak.. Manis.. Give me more, please.”, kata Maya kepada Abiem. Abiempun segera menuang lagi minuman ke gelas Maya yang sudah kosong.
“Jangan terlalu banyak, Maya.. Nanti kamu jadi hot, loh..”, kata Ani sambil tertawa. Mereka tertawa-tawa sambil menikmati minuman berakohol diiringi lagu yang diputar DJ.
“Turun, yuk..”, ajak Randi kepada Maya.
“Ayo..”, kata Maya sambil bangkit.

Perasaannya sudah mulai terpengaruh alkohol. Akhirnya Ani dan Abiem serta Maya dan Randi melantai mengikuti hentakan irama yang cepat. Sampai akhirnya ketika lagu berganti ke irama slow, Maya dan Randi saling berangkulan dan berdansa mengikuti alunan irama lagu.

“Mmhh..”, Maya mendesah hampir tak tedengar ketika dadanya bersentuhan dengan dada Randi.

Entah karena pengaruh alkohol atau memang karena libido Maya yang tinggi, puting susu Maya mengeras dan makin mengeras ketika dadanya bersentuhan dengan badan Randi. Gairah Maya bangkit karenanya. Tapi Maya masih bisa menahan dirinya. Mereka terus menikmati waktu yang ada sambil meneguk minuman hingga wajah mereka memerah. Maya benar-benar menikmati malam itu selagi bisa bebas dari beban pekerjaan dan anak-anaknya. Sampai ketika waktu menunjukkan jam 1.00 pagi mereka segera pulang ke hotel.

“Kita ngobrol di kamar saja, yuk?”, kata Abiem.
“Okay.. Nanti aku buka connecting door-nya”, kata Maya sambil berlalu menuju kamarnya.

Sementara Ani, Abiem dan Randi masih duduk-duduk di lobby. Sesampai di kamar, Maya segera membuka connecting door-nya, lalu dia ketuk pintu sebelahnya. Tidak ada jawaban.

“Ah, masih pada di bawah barangkali..”, pikir Maya sambil merebahkan badannya di ranjang.

Hampir setengah jam menunggu, ternyata mereka tidak datang juga. Akhirnya Maya memutuskan untuk berendam air hangat dan mandi selama beberapa menit.

“Hei.. Sorry kami kelamaan..”, suara Ani yang tiba-tiba masuk kamar mandi mengagetkan Maya yang baru saja memakai kimono.
“Abiem dan Randi di ruang tengah..”, kata Ani lagi sambil agak sempoyongan.
“Kamar kamu enak juga ada ruang tamunya.. Kita bisa ngobrol disini..”, kata Ani lagi.
“Shit!! Ngapain kumpul di kamar aku?”, bisik hati Maya.
“Hei perempuan! Cepatlah kemari.. Kita habiskan sisa minuman tadi”, terdengar suara Abiem memanggil. Akhirnya mereka berempat lagi-lagi meneguk bergelas alkohol yang dibawa Abiem.
“Ohh.. Gawat! Kenapa aku jadi pengen..”, hati Maya berbisik ketika pengaruh alkohol mulai menjalar di tubuhnya.

Terasa oleh Maya buah dada serta puting susunya mulai mengeras lagi, sementara memeknya terasa berdenyut basah menahan gairah..

“Aku akan hirup udara segar dulu..”, kata Maya sambil bangkit agak terhuyung menuju teras. Dihirupnya udara malam dalam-dalam untuk mengurangi sesuatu di dalam tubuhnya yang mulai menggoda imannya.
“Ohh..”, tiba-tiba terdengar suara Abiem mendesah keras dari dalam. Maya segera melongokan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi.
“Oh my God!”, batin Maya ketika melihat apa yang terjadi. Gairah dan denyutan memeknya semakin terasa menggoda.

Di depan matanya, Maya melihat bagaimana Ani berciuman dengan suaminya di kursi sambil tangannya mengocok kontol Abiem yang sudah tegak. Celana Abiem hanya di buka dan diperosotkan sebatas pahanya saja.

“Ohh.. Cepat hisap kontol aku, bitch!”, kata Abiem kepada Ani. Dengan serta merta Ani menurunkan kepalanya, lalu dengan segera kontol Abiem sudah dilahapnya sambil tetap dikocok pelan.
“Ooh..”, desah Abiem ketika lidah Ani menjilati kepala kontolnya sambil batangnya tetap dikocok tangan Ani.
“Apa yang harus aku lakukan?”, batin Maya ketika melihat kontol Abiem yang basah di jilat dan dihisap mulut Ani.

Gairahnya semakin memuncak. Dengan mata agak nanar terus dilihatnya Ani dan Abiem. Antara sadar dan tidak, tak terasa oleh Maya ketika Randi menempelkan tubuhnya dari belakang. Tangan Randi menyusuri kaki Maya dari betis sampai paha lalu naik ke pantat Maya yang belum sempai memakai pakaian dalam sejak selesai mandi tadi..

“Hei! Pak Randi ngapain?!”, kata Maya kaget sambil menepis tangan Randi dari pantatnya.
“Kita sama-sama tahu sama-sama mau kan..”, kata Randi sambil mendekati Maya.

Maya segera menghindar dan berlari menuju kamarnya melewati Ani dan Abiem yang sedang asyik melakukan oral seks. Ani dan Abiem sampai kaget dan menghentikan cumbuan mereka ketika melihat Maya melintas. Di dalam kamarnya Maya masih bingung dan teringat akan oral seks Ani dan Abeim serta perlakuan Randi kepadanya. Sebetulnya gairah Maya sudah sangat memuncak saat itu, tapi entah kenapa masih ada rasa ragu di hatinya.

“Ada apa, Maya?”, tiba-tiba Ani masuk kamar dan menghampiri Maya yang masih berdiri.
“Entahlah, An.. Aku.. Aku aku tak tahu..”, kata Maya sambil melepas kimono lalu segera memakai celana dalamnya.

Tapi ketika Maya akan memakai memakai Bra, tiba-tiba Ani memeluknya dari belakang hingga Maya tidak jadi memakai Bra tersebut.

“Ayolah Maya, kita nikmati malam ini..”, bisik Ani ke telinga Maya.
“Mmhh..”, desah Maya ketika tangan Ani mengusap seluruh badannya. Usapan dan belaian tangan Ani kembali mengobarkan gairah Maya yang sempat surut.
“Kapan lagi kita bisa bersama seperti ini?”, bisik Ani lagi sambil tangannya meremas kedua buah dada Maya dari belakang.
“Ohh..”, desah Maya sambil terpejam menikmati sensasi jari tangan Ani ketika memainkan dan memelintir puting susunya.
“Mmhh.. Ohh..”, desah Maya makin keras ketika lidah dan bibir Ani menyusuri telinga, tengkuk dan lehernya sembari tangannya tetap meremas dan memainkan puting susu Maya.
“Nikmati saja malam ini..”, bisik Ani sambil membalikan badan Maya dan merebahkannya di ranjang.
“Oww..”, jerit lirih Maya ketika lidah dan bibir Ani menciumi dan menjilati buah dada serta puting susunya.
“Aniihh.. Oohhsshh..”, jerit Maya makin keras ketika jari Ani masuk ke celana dalam dan menggosok memeknya.

Tubuh Maya menggeliat terbawa rasa nikmat dan terlepasnya himpitan gairah yang tertahan sebelumnya.

“Kamu menyukai ini?”, bisik Ani sambil lidah dan mulutnya turun menyusuri perut sementara tangannya melepas celana dalan yang dipakai Maya.
“Ohh.. Anniihh..”, jerit Maya ketika ada rasa nikmat yang menjalar ketika lidah Ani dengan liar menyusuri belahan memeknya.
“Ohh Ani.. Enakkhh”, desah Maya waktu lidah Ani menjilati kelentit dan sesekali mengulumnya.
“Anniihh.. Akku.. Keluarrhh..!”, jerit Maya sambil menggelinjang dan mendesakan kepala Ani ke memeknya ketika ada semburan hangat terasa di memeknya yang disertai rasa nikmat yang luar biasa.

Ani tersenyum sambil bangkit lalu memeluk dan melumat bibir Maya.

“Aku baru kali ini merasakan bercumbu dengan wanita.. Ternyata memuaskan..”, bisik Maya sambil sesekali mengecup bibir Ani. Ketika Maya dan Ani saling lumat bibir, terasa oleh Maya ada tangan yang menjamah, membelai dan meremas pelan buah dadanya.
“Sayang, kamu layani si Randi..”, Abiem menyuruh dan menarik tubuh Ani dari atas tubuh Maya.
“Kamu menyukai permainan istriku, Maya?”, kata Abiem yang sudah telanjang bulat sambil menindih tubuh Maya serta mulai menciumi leher lalu turun ke buah dada Maya.
“Jangaann!! “, teriak Maya sambil meronta menjauhkan wajah Abiem dari buah dadanya. Tapi Abiem dengan cepat memegang kedua tangan Maya, lalu lidah dan mulutnya kembali meneruskan menjilati buah dada dan puting susu Maya.

“Ohh.. Jangaannhh.. Janghh.. Jangannhh..”, rintih Maya diantara rasa malu, rasa terhina, serta rasa nikmat ketika lidah Abiem bisa memberikan rasa itu. Apalagi ketika kontol Abiem yang tegang dan tegak mengesek-gesek memeknya yang sudah basah. Bahkan ketika lidah Abiem turun ke perut, turun lagi hingga mencapai memeknya, Maya kembali menggelepar dalam kenikmatan walau hatinya menolak diperlakukan demikian.
“Jangannhh, Biem..!”, jerit lirih Maya ketika Abiem mulai mengarahkan kontol ke lubang memeknya. Ani-pun yang sedang asyik disetubuhi Randi, sempat menghentikan persetubuhannya lalu bangkit dan mencoba memegang kontol Abiem agar tidak menyetubuhi Maya.

“Sudah! Kamu nikmati saja kontol si Randi sana!”, kata Abiem aga keras sambil mendorong tubuh Ani.
“Sudahlah, Ani.. Sini!”, kata Randi sambil menarik dan merebahkan tubuh Ani di karpet lalu kembali menyetubuhi istri temannya itu.
“Ohh..!”, terdengar desah Maya ketika kontol Abiem masuk ke memeknya lalu dengan kasar dan cepat Abiem menggenjotnya.

“Jangan, Biemm.. Lepaskan aku!”, jerit lirih Maya di sela rasa sakit dan nikmat ketika kontol Abiem keluar masuk memeknya.
“Fuck you, bitch!”, kata Abiem sambil mengangkat satu kaki Maya dan di tahan oleh pundaknya.
“Ohh.. Memekmu nikmat, Maya..”, kata Abiem sambil memompa kontolnya lebih dalam dengan posisi demikian.
“Ohh.. Mmhh..”, desah Maya sambil terpejam. Rasa sakit yang ada kini berganti rasa nikmat yang luar biasa.
“Bagaimana rasanya, sayang..”, terdengar suara Ani di samping Maya ketika Ani mengganti posisi dengan doggy style di atas ranjang.
“Kamu nikmati saja malam ini, Maya.. Kapan lagi kita bisa bersama seperti ini..”, Randi menyela sambil mengenjot memek Ani dalam posisi menungging.
“Mmhh.. Sshh.. Ohh”, Maya hanya menjawab dengan desahan pertanda sedang menikmati suatu kenikmatan ketika Abiem dengan ganas mengeluarmasukkan kontol ke memeknya.

“Ooww.. Ohh..!”, terdengar suara Maya menjerit sambil memegang tangan Abiem dengan kencang. Sementara tubuhnya menggeliat serta mendesakkan memeknya ke kontol Abiem dan menggoyangnya dengan cepat.
“Serr! Serr! Serr!”, kembali memek Maya mengeluarkan air mani yang menyembur hangat di dalam memeknya.
“Ohh.. Fuck you! Fuck you!”, kata Abiem sambil menggenjot kontolnya makin cepat dan makin cepat.
“Crott! Croott! Crott!”, air mani Abiem menyembur banyak di dalam memek Maya.
“Oohh..!!”, desah Abiem sambil merebahkan tubuhnya menindih tubuh Maya.

Maya hanya bisa memejamkan mata setelahnya. Rasa lelah serta pengaruh alkohol yang masih ada membuatnya tak mempedulikan lagi keadaan disekelilingnya. Yang sempat terdengar oleh telinga Maya adalah teriakan kenikmatan yang keluar dari mulut Ani dan Randi yang sedang asyik bersetubuh di depan suami Ani sendiri. Mata Maya sedikit demi sedikit makin berat. Hanya rasa nyaman dan sisa-sisa kenikmatan di memek Maya yang membuat memeknya berdenyut-denyut hingga Maya tertidur..

Maya tertidur sampai siang hari dalam kedaan telanjang bulat. Tubuhnya tertidur hanya diselimuti oleh bed cover. Tak terdengar olehnya ketukan pintu oleh cleaning service. Sehingga ketika cleaning service membuka pintu dengan kunci cadangan yang dia bawa, dia begitu terkejut melihat tubuh molek tergolek di ranjang.

“Eh.., maaf, Bu.. Saya kira tidak ada siap-siapa di dalam”, kata petugas kebersihan tersebut.
“Tidak apa-apa.. Kembali lagi saja dan bereskan kamar saya nanti agak siang..”, kata Maya sambil menyelimuti tubuhnya lebih rapat.

Setelah petugas itu keluar, Maya hanya bisa merenungi apa yang terjadi semalam. Maya sendiri merasa heran, dirinya tidak mau dipaksa, diperkosa, entah apapun namanya, tapi yang jelas dirinya begitu menikmati perlakuan orang lain yang begitu kasar pada dirinya pada akhirnya..

Maya memang sangat suka berpetualang seks dari sebelum menikah sampai sekarang, tapi belum pernah merasakan sensasi kenikmatan seperti yang dirasakan semalam.. Ingin rasa hati Maya menceritakan hal ini kepada suaminya, tapi pertentangan batin terjadi dalam hatinya karena hal ini menyangkut kepada teman-teman baik suaminya. Bahkan terbersit keinginan Maya untuk kembali ingin mendapatkan sensasi kenikmatan dengan menjadi objek pemaksaan seksual.

Post Terkait