cerita sex

Bejadnya Nafsu Ayah Tiri Saya

Dari pernikahannya sama ibu Vita, Djalal telah memendam rasa menginginkan sekali coba lubang perawan dari Vita serta baru kesempatan ini di usianya yg ke 17 th. Djalal telah mempertontonkan gerak gerik di mana tiap-tiap vita bila sdang bersihkan tempat tinggal atau sekali lagi ngepel mata Djalal senantiasa lihat pantat yg menari nari begitu indah.

Timbullah keinginannya untuk melihat badan sang anak tiri yg indah polos tanpa ada baju. Djalal memperoleh akal, satu hari saat Vita serta ibunya sdang keluar tempat tinggal, Djalal berusaha keras buat lubang pada dinding kamar mandi yg cuma terbuat dari papan.

Satu hari saat Vita akan pergi mandi Djalal bersiap menanti sembari mengintip dari lubang kamar mandi yg sudah dibuatnya, Vita masuk kamar mandi dgn cuma kenakan handuk melilit di badannya, sesudah mengunci pintu kamar mandi dgn tanpa ada sangsi Vita melepas handuknya,

Djalal menelan liurnya melihat panorama indah yg terpampang dimuka matanya, panorama indah yg datang dari badan indah anak tirinya, badan yg demikian sekal padat, ramping serta mulus itu buat gairah Djalal naik-turun, terlebih sepasang payudara yg demikian mulus dgn sepasang puting susu berwarna merah jambu hiasi indah di puncak payudara yg sekal itu,

Baca Juga: Dimandikan Tante Montok dan Mengolesi Lulur di Tubuh Bugil nya

Mata Djalal melirik ke arah selangkangan gadis itu terlihat bulu-bulu halus indah hiasi di sekitaran belahan kemaluan perawan itu yg membukit rapat. Semuanya buat dada Djalal bergetar menahan nafsu, membuatnya makin penasaran menginginkan nikmati keindahan yg sdang terpampang dimuka matanya. Djalal tahu Vita seringkali keluar dari kamarnya saat malam hari untuk pipis.

Saat malam selanjutnya, Djalal dgn sabar menanti. Demikian Vita masuk kamar mandi, Djalal membarenginya dgn masuk kamar Vita. Djalal menanti dgn jantung berdebar keras, demikian Vita masuk kembali kedalam kamarnya serta mengunci pintu Djalal keluar dari balik almari,

Vita terbelalak, mulutnya menganga, cepat-cepat Djalal menempatkan telunjuk ke mulutnya, isyarat supaya Vita janganlah berteriak, Vita mundur sebagian langkah dgn ketakutan. Djalal maju serta mendadak menyergapnya Vita siap menjerit, namun Djalal dgn cepat tutup mulutnya.

” Janganlah menjerit! “, Djalal meneror. Vita makin ketakutan, tubuhnya gemetar.

Djalal memeluk gadis yg masih tetap murni itu, menciumi bibirnya bertubi-tubi. Vita terengah-engah.

” Janganlah takut, nanti kuberi uang “, kata Djalal dgn nafas menggelora.

Bibir Vita selalu diciumi, gadis itu pejamkan matanya, rasakan nikmat, dgn mulut terbuka. Tanpa ada sadar, rontaan Vita mulai melemah, bahkan juga ke-2 lengannya memanggut bahu Djalal.

Sepintas terbayg adegan di buku porno yg sempat diliatnya.

Alangkah senangnya Djalal saat Vita mulai membalas ciuman-ciumanya dgn tidak kalah gencarnya.
” Pak, Pak janganlah…! “, Meskipun mulutnya berkata janganlah, namun Vita tidak membuat perlawanan saat gaunnya di terlepas.

Cerita Bokep – Bejadnya Nafsu Ayah Tiri Saya:  Dalam waktu relatif cepat, Vita cuma kenakan beha serta celana dalam saja, itupun tidak bertahan lama. Djalal melepaskani pakaiannya sendiri. Vita menghambur ke tempat tidur serta menutupi badannya dgn selimut, Vita menghadap tembok, menanti dgn dada bergetar, di hatinya berlangsung pertentangan pada nafsu serta hasrat untuk menjaga kehormatannya, tetapi nafsulah yg menang.

Selimut yg menutupi badan ditarik, Vita dipeluk dari belakang serta dirasakannya hangatnya pisang ambon Djalal mengganjal serta menggesek-gesek di belahan pantatnya, Vita menggigil.

Dgn bernafsu Djalal menciumi kuduk Vita, gadis itu menggelinjang-gelinjang, rasa nikmat menyelusup ke pori-porinya. Djalal membalikkan badan Vita sampai telentang, gadis itu meronta akan melepas diri, Djalal menindihnya, tangannya meraba-raba bongkahan buah dada Vita. Dada yg ranum serta sehat, yg sepanjang sekian hari ini isi impian Djalal.

Kembali rontaan-rontaan Vita melemah, dirasakannya kesenangan pada buah dadanya, yg diciumi Djalal dgn bertukar-gantian. Dada yg kenyal serta masih tetap fresh itu bergetar-getar, Djalal buka mulutnya serta melahap putingnya yg merah jambu.

Vita menjerit lirih, namun selekasnya terbenam dalam erangan kesenangan. ” Pak, mm.., mm.., ja.. ngan ssshh mmphh…, sshh.. “.

Pada akhirnya Vita tak akan memberontak, dibiarkannya payudara kiri serta kanannya dijilati serta dihisap oleh Djalal. Aroma harum yg terpancar dari badan perawan itu betul-betul beri kesegaran, buat rangsangan birahi Djalal makin naik.

Ke-2 bukit indah Vita makin mengeras serta jadi membesar, puting yg belum juga sempat dihisap mulut bayi itu semakin indah menarik, Djalal selalu mengulum serta mengulumnya selalu.

” Pak, Saya.., takuut “, Nada Vita mendesah lembut.

” Janganlah takut, tidak apa-apa nanti kuberi uang.. “, dgn napas memburu.

” Ibu, pak. Nanti ibu bangun.., sshh.., aah.. “.

” aakh.., ibumu akan tidak bangun hingga besok pagi, ia telah kuberi obat tidur “.

Vita mulai mendesah lebih bergairah saat tangan Djalal mulai bermain di bukit kemaluannya yg membengkak. Djalal menekan-nekan bukit indah itu. ” Kue apemmu hebat sekali “, bisik Djalal sembari berulang-kali meneguk air liurnya, tangan Djalal menguak belahan kue apem itu.

Cerita Bokep – Vita yg awal mulanya mengatupkan pahanya rapat-rapat saat ini mulai mengendurkannya, bagaimana tidak? Sentuhan-sentuhan tangan Djalal yg romantis menghadirkan rasa nikmat bukanlah kepalang terlebih batang kemaluan lelaki yg tegak itu, menggesek-gesek hangat di paha Vita serta berdenyut-denyut.

Sesungguhnya Vita menginginkan sekali menggenggam batang kemaluan yg besarnya mengagumkan itu.

Disamping itu Djalal menggosokikan tangannya ke bukit kemaluan yg ditumbuhi rambut halus yg baru meniti indah menghiasi bukit itu. ” Sssssh…, mmh…, sssh…, aakh.. “, Mata Vita membeliak-beliak serta pahanyapun buka.

Djalal menggesek-gesekkan kepala kontolnya di bibir memek Vita yg masih tetap rapat walaupun telah dikangkangkan. Dengan perasaanah Vita menggenggam batang kontol Djalal, ia terasa jengah, keduanya sama-sama berpandangan, Vita malu sekali serta juga akan menarik kembali tangannya namun dihindari oleh Djalal, sembari tersenyum, lelaki yg cukup ganteng itu berkata,

” Tidak apa-apa, Vita! Genggamlah sayg, berbuatlah sesuka hatimu! “. Serta dgn dada berdegup Vita tetaplah menggenggam batang kontol yg keras itu. Djalal merem-melek nikmati belaian serta remasan lembut pada batang kontolnya.

Disamping itu tangan Djalal mulai menelusuri sisi dalam kemaluan Vita, gadis itu menjerit kecil berulang-kali. Sisi dalam kemaluannya sudah basah serta licin, ujung jari Djalal menyentuh-nyentuh clitoris Vita. Vita menggelinjang-gelinjang.

” Bagaimana Vit? “, bertanya Djalal.

” Enaakh…, Paak! “, Jawab Vita.

Djalal semangkin gencar menggempur memek Vita dgn jari tangannya. Lantas Djalal menundukkan kepalanya ke arah selangkangan Vita. Bandar Togel Terpercaya Dipandanginya belahan memek yg demikian indahnya, memperlihatkan sisi dalamnya yg kemerahan serta licin.

Djalal menguakkan bibir-bibir kemaluan itu, jadi kelihatanlah clitorisnya, mengintip dari balik bibir-bibir kemaluan Vita, Djalal tidak bisa menahan dianya sekali lagi, diciumnya clitoris Vita dgn penuh nafsu. Vita menjerit kecil.

” Mengapa Vita? Sakit? “, bertanya Djalal di sela kesibukannya.

Mariana menggelengkan kepalanya sembari mengangkat kakinya. Dgn bernafsu Djalal menjilati memek Vita serta lidahnya menerobos menjilati sisi dalam dari kemaluan Vita, melilit serta membelai clitorisnya.

Vita makin tidak tahan terima gempuran lidah Djalal, mendadak dirasakannya dinding sisi dalam kemaluannya berdenyut-denyut dan semua badannya merasa menegang serta berbarengan dgn itu ia rasakan suatu hal seperti juga akan menyembur dari sisi kemaluannya yg terdalam.

” aakh…, uuggh…, Paakk.. “, Vita mendesah bersamaan menyemburnya air mani dari basic lubuk kemaluannya. Sesaat Djalal tetaplah menjilati kemaluan Vita bahkan juga Djalal mengisap cairan yg licin serta kental yg menyembur dari kemaluan Vita yg masih tetap suci itu, serta menelannya.

” Benar-benar nikmat air manimu Mar “, bisik Djalal mesra di telinga Vita. Sesaat Vita melihat memelas ke arah Djalal, serta Djalal tahu apa yg diingini gadis itu, karna iapun telah tidak tahan seperti Vita.

Batang kemaluan Djalal telah keras sekali. Besar serta begitu panjang. Sdangkan bukit kemaluan Vita telah berdenyut-denyut menginginkan sekali dimasuki kontol Djalal yg besar. Jadi Djalalpun mengatur tempatnya diatas badan Vita. Mata Vita terpejam, menantikan bebrapa waktu mendebarkan itu. Batang kontol Djalal mulai menggesek dari pojok ke pojok, menyentuh clitoris Vita.

Vita memeluk serta membalas mencium bibir bapak tirinya bertubi-tubi. Serta pada akhirnya topi baja Djalal mulai menjangkau mulut lubang kemaluan Vita yg masih tetap simak serta sempit. Serta Djalalpun menghimpit pantatnya. Vita menjerit. Seperti kesetanan ia memeluk dgn kuat. Badannya menggigil.

” Paak, oukh.., akh…, aakh…, ooough…, sakit Pak.. “, Vita merintih-rintih, pecahlah telah selaput daranya. Sdangkan Djalal tidak mempedulikanya ia selalu saja menyodokkan semua batang kemaluannya dgn perlahan-lahan serta menariknya dgn perlahan-lahan juga, ini dikerjakannya berkali-kali. Sesaat Vita mulai rasakan kesenangan yg tidak ada duanya yg sempat dirasakannya.

” Goygkan pinggulmu ke kanan serta ke kiri sayg! “, bisik Djalal sembari tetaplah menurun-naikkan pantatnya.

” Eeegh…, yaa…, aakkhh…, oough.. “, jawab Vita dgn mendesah. Saat ini Vita menggoygkan pinggulnya menuruti perintah ayahnya.

Dirasakannya kesenangan yg mengagumkan pada dinding-dinding kemaluannya saat batang kontol Djalal mengaduk-aduk lubang memeknya.

” Teee…, russ…, Paak…, eeggh…, nikmat…, ooough..! “, erang Vita. Djalal makin gencar menyodok-nyodok memek Vita, makin cepat juga goygan pinggul Vita menyeimbanginya sampai,

” Ouuuughh…, sa.., saya…, mmaau…, keluar.., Paak.. “.

” Tahan…, sebentar…, sayg…, ooouggh.. “.

Djalal mulai mengejang, diapun nyaris menjangkau klimaksmya. ” aaGhh… “, jerit Vita

sembari menghimpit pantat Djalal dgn ke-2 kakinya saat ia menjangkau puncak kenikmatannya.

Berbarengan dgn desakan kaki Vita Djalal menyodokkan kontolnya sedalam-dalamnya sembari menggeram kesenangan,

” Eeegghh…, Ooouugh.. “. ” Creeeet…, creeet…, creeeeeeeet.. “.

Mengalirlah air mani Djalal membasahi lubang kemaluan Vita yg telah dibanjiri oleh air mani Vita. Merekapun menjangkau puncak kenikmatannya. Keduanya terkulai lemas tidak berdaya dalam kesenangan yg mengagumkan dgn tempat badan Djalal masih tetap menindih Vita serta batang kontolnya masih tetap menancap dalam lubang kemaluan Vita.

Post Terkait