Cerita Sex

Bercumbu Dengan Gadis Pinoy Di Malam Tahun Baru Imlek

Sehari sebelum hari raya Imlek, saya sedang sibuk pilih acara untuk merayakan hari raya Imlek nanti. Ini merupakan untuk pertama kalinya saya merayakan Imlek di Filipine, maka itu saya ingin melakukan sesuatu yang spesial yang akan selalu terkenang ketika saya kembali ke Indonesia.

Sudah ada beberapa acara yang saya pilih untuk Imlek nanti, namun mungkin yang paling saya sukai adalah acara clubbing di salah satu diskotik. Yang saya tau disana terkenal dengan hiburan malamnya. Saya pun segera menghubungi panitia untuk mendaftarkan diri mengikuti acara tersebut.

Dan hari ‘H’ pun tiba, saya pun sedang jalan bersama teman-teman sekantor saya. Suasana disana sangat ramai dengan bar-bar dan pengunjung yang datang untuk menikmati dunia malamnya. Kemana pun kita pergi selalu ramai dengan kerumunan orang dan mobil-mobil yang sibuk lalu lalang.

Kemudian saya pun sampai ditujuan bersama teman-teman lainnya yang mengikuti acara tersebut. Saya kemudian memesan minuman dan mencari tempat untuk bersantai menikmati acara di hari Imlek ini.

Baca Juga: Cerita Sex Guru Matematika Pemuas Nafsu

Saat sedang mencari tempat, temanku memanggilku untuk duduk di sebelahnya yang sedang kosong. Saya pun langsung menhampirinya dan duduk di sampingnya sambil mengobrol dengannya. Ketika sedang ngrobrol, mataku sering reflek melihat ke arah dadanya karena dia mengenakan pakaian yang terbuka. Otakku langsung terbayang betapa indahnya kalau mendapatkan cinta satu malam bersamanya.

Saya tersentak dari lamunanku ketika ada yang menepuk bahuku. Saya menoleh dan melihat ada gadis pinoy, cantik dan semok sedang tersenyum ke saya.

“Hay, kenalkan ini Majorie, dia teman sekantor pacarku’ ucap temanku memperkenalkan gadis yang sedang tersenyum kedaku tadi. Saya pun langsung menjulurkan tangan dan berkenalan dengannnya. Saya pung mengobrol dengannya cukup lama hingga teman-temanku mengajak kami untuk turun ke dance floor.

Majorie pun mengajak saya untuk menari sambil menarik tangan saya untuk mengikuti dance itu. Kami berjoget sambil berdesak-desakan karena penuh dengan orang yang turun ke dance floornya. Suasana pun semakin panas ketika gadis-gadis berpakaian sexy berjoget di meja bar.

“Di Indonesia ada tidak yang begini?” tanya Majo ke saya yang sedang joget.
“Ada sih, cuma disini lebih cantik dan sexy menurut saya.” jawabku.
“Pantas kamu selalu melihat ke arah mereka” ucapnya sambil mencubit perutku.
“Kamu cemburu nih aku lihat ke sana? kalau gitu aku lihat ke arahmu saja ya” tanyaku sambil memandang wajahnya yang cantik itu.
“Tidak, aku takut matamu keluar nanti kalu asik melihat ke sana” jawanya sambil tertawa.

Sambil berjoget, saya pun mencuri kesempatan dengan memegang pinggangnya. Kemudian tangan ku terus bergerah ke bawah kemudian meraba-raba pantatnya.

“Kamu mulai nakal ya” kata Majo sambil mencubit halus pinggulku lagi.
“Kamu sih jogetnya semakin lama semakin sexy…heheh” jawabku sambil tersenyum.

Saat count down menuju tahun baru Imlek, semua pengunjung berdiri dan bersiap untuk menghitung mundur. Banyak pasangan berciuman dan saya pun memberanikan diri saya untuk menciumnya. Dan bagai mimpi disiang bolong, Majo pun tak menolak ciumanku dan malah membalas ciuman ku dengan liarnya.

“Gong xi fa chai cantik” ucapku.
“Gong xi fa chai juga ganteng” balasnya sambil kembali menciumku.

Setelah beberapa hari, saya janjian dengan Majo untuk makan malam bersama. Dia tampak begitu cantik dengan pakaian kerjanya. Makan malamnya pun berjalan dengan obrolan dan canda tawa. Kemudian dia mengajak saya ke apartemen nya untuk melanjutkan obrolan kami.

Sesampainya di apartemen, kami sudah tidak dapat menlanjutkan obrolan karena bibir kami sudah saling mencium satu sama lain. Karena ciuman yang sangat menggebu-gebu, tanganku pun mencoba membuka pakaiannya dan memasukkan tanganku kedalam dua gunung nya yang membusung keluar.

Majo pun membalasnya dengan mengelus-elus batangku yang sudah menegang dengan kerasnya dan kemudian melepaskan celana dan CD ku. Kemudian dia berlutut di bawahku dengan mengocok-ngocok batangku dan kemudian menjilat-jilat kepala batangku. Aku pun tak kuasa menikmati lembutnya bibir sexynya.

Setelah siap mengulum, ku remas-remas dadanya dan juga ku pelintir-pelintir putingnya yang berwarna merah gelap. Kemudian ku hisap dan jilat putingnya itu. Majo pun mendesah menikmati permainan lidah ku.

“ahhhh…..ahhhh….yesss….ahhhhh” desahnya pelan.
Tangan ku kemudian melepaskan celananya dan mengelus-elus vagina dan klitorisnya yang sudah basah pertanda sudah sangat bernafsu. Majo pun semakin mengerang keenakkan. Kemudian Majo menghentikan aksiku dan menciumku sambil tangannya mengocok pelan batangku. Setelah itu dia mengapit kedua kakinya ke pinggangku dengan kedua tangannya merangkulku, posisinya sekarang menjadi saya menggendongnya.

Kemudian dia mengarahkan batangku untuk masuk kedalam vaginanya. Saya pun menggoyangkan pinggulku untuk menyepong vaginanya. Majo pun mengerang keenakan karena goyanganku itu. “ahhhh…ahhhh…..yahhh lagiiii…terusss….aghhhh…” ucapnya.

Tak lama saya melakukan posisi itu, majo pun ku rebahkan ke sofa karena posisi itu terlalu menghabiskan tenagaku. Ku angkat 1 kaki nya dan kemudian ku tusukkan kembali batangku ke dalam vaginanya. Vaginanya begitu sempit dan hangat saat batangku masuk ke dalam. Kemudian ku goyangkan perlahan-lahan dan semakin lama ku percepat goyanganku menyambut kenikmatan yang kami berdua rasakan.

Selang 5 menit Majo pun menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan mengalami orgasme. Saya pun mempercepat pompaan ku ke lubang vaginanya, hingga akhirnya terasa cairan hangat membasahi batangku. Tubuhnya pun kelihatan mengejang disertai desahan yang keras.

Setelah itu kami beristirahat sebentar kemudian ku suruh dia menungging di sofa. Sambil berdiri ku masukkan batangku kembali kedalam vaginanya yang sempit itu. Dengan perlahan ku goyangkan batangku keluar masuk liang vaginanya. Majo pun kembali mengerang menikmati goyanganku yang semakin lama semakin kencang. Tak lama berselang gantian aku yang akan mencapai puncaknya. Ku masukkan dalam-dalam batangku kedalam liang vaginanya kemudian ku tumpahkan semua spermaku kedalam vaginanya. Setelah itu aku pun istirahat di sampingnya sambil mengecup kening nya.

Malam itu pun aku menginap di apartemennya dan di pagi harinya kami pun melanjutkan pertempuran tadi malam.hehhe…Sekian dari saya.

Post Terkait