cerita sex

Cerita Dewasa Cici Kandungku Mau Tidak Menikmati Pemerkosaan Brutal

Cerita menyakitkan ini kualami satu setengah bulan yang lalu, yang menimpaku dan kakak perempuanku yang berusia 23 tahun, ia memiliki wajah yang manis dengan rambut panjang sebahu, tubuhnya tidak terlalu tinggi (157 cm) tetapi sangat proporsional dengan kulit putih mulus, yang mungkin disebabkan faktor keturunan karena kami memang keturunan Chinese. Ia tinggal di kota yang berbeda denganku, pada suatu hari dia datang ke kota tempatku kuliah untuk berlibur setelah kelulusannya, ia berencana berlibur selama satu bulan dan tinggal di rumah kontrakanku.

Pada suatu hari aku mengantarnya berbelanja ke mall hingga malam, kemudian setelah makan malam, isengiseng kami menonton film di bioskop. Waktu telah menunjukkan pukul 10 malam lebih saat bioskop bubar, saat kami berjalan pulang ke rumah kontrakanku, kami melewati jalan yang sepi, aku sudah memiliki rasa khawatir saat melihat di ujung gang tampak banyak sekelompok pemuda, ada yang bermain gitar, menyanyi, dan main kartu. Aku dan ciciku berjalan cepat melewati mereka, salah seorang dari mereka mulai iseng bersiul, Halo, berdua.. mau maen kartu bareng nggak? aku menggeleng dengan sopan sambil terus berjalan, tibatiba di depan kami telah menghadang seorang pemuda bertubuh besar dan tegap, berkulit gelap dan tampak sangar, Loe nggak kasih salam sama gue, heh? Aku lalu mencoba mengajak berbicara secara baikbaik sambil berharap ada orang yang lewat, tetapi tanpa kusangka pemuda itu meninju rahangku sehingga aku terjatuh, aku berusaha bangkit dan mencari kayu untuk membela diri, namun di saat yang bersamaan tendangan beruntun bersarang di kepala dan badanku, kudengar jeritan ciciku, sebelum dunia serasa gelap gulita. Aku terbangun dengan kepala pening dan mengingatngingat apa yang terjadi, tanganku rasanya nyeri sekali, sesaat kemudian aku sadar ternyata tanganku terikat ke atas pada papan yang melintang dengan tali tambang yang kuat, aku tergantung di situ cukup tinggi, aku melihat ke bawah, dan melihat kakiku yang juga terikat tidak mencapai lantai, aku tersentak kaget menyadari tergantung dalam keadaan telanjang bulat, tanpa busana sama sekali. Lalu kudengar erangan dan rintihan wanita, yang rasarasanya aku mengenali suara itu, saat pandanganku mulai jernih, aku melihat ternyata aku tidak sendiri di ruangan itu, di tengah ruangan ada meja kecil, dan di atas meja tersebut tampak sesosok tubuh gadis berkulit putih dalam keadaan tubuh nyaris telanjang bulat, hanya tersisa BH yang menutup payudaranya yang membukit indah, tali kutangnya telah terlepas sehingga semrawut dan menampakkan sebagian besar kulit putih mulus yang menggunung itu. Tangan gadis itu terikat di belakang punggung, meja kecil itu hanya dapat menampung punggung gadis itu, sehingga kepala gadis itu jatuh menengadah. Di depan gadis itu tampak seorang pemuda bugil sedang memeluk kedua paha gadis itu yang tersandar di pundak kiri kanannya, sambil membuat gerakan maju mundur. Suara rintihan yang kudengar berasal dari gadis itu, samarsamar masih dapat kudengar, Ooohh.. amppunn.. akkhh.. oohh.. jangann.. jangann.. oh.. sakit.. Darahku tersirap menyadari bahwa suara itu sangat mirip ciciku, atau memangkah gadis yang sedang diperkosa itu ciciku? Aku tidak pernah melihat ciciku telanjang, tapi tubuh indah di atas meja itu memang seperti postur tubuh ciciku. Setelah beberapa saat pandanganku semakin jelas, tampaklah bahwa gadis itu memang ciciku! Sweater, kaos dalam, celana jeans, dan celana dalam ciciku tampak berserakan di lantai. Aku melihat perkosaan itu dengan marah, namun aku tak berdaya menolong karena menolong diri sendiri saja aku tidak mampu, dan entah mengapa, setelah beberapa saat melihat ciciku yang tak berdaya dalam keadaan nyaris bugil, tak dapat ditahan batang kemaluan pelanpelan menegang keras. Pria yang sedang memperkosa ciciku terus memompa batang kemaluannya masuk ke dalam liang kemaluan ciciku. Tampak ciciku berusaha mengatupkan pahanya namun pria itu melebarkan kaki ciciku sehingga berbentuk huruf V, dan terus memompa masuk dengan buas, kemudian tangannya menyentakkan BH ciciku dengan kasar dan tampaklah bukit kembar ciciku terpentang bebas, membusung menantang dan sangat menggairahkan, bahkan dalam posisi dada yang agak tertarik karena kepala ciciku yang menengadah ke bawah. Payudara itu masih tampak montok dan padat, pemerkosa itu terus memompa sambil tangannya meremasremas payudara ciciku itu. Tibatiba pintu terbuka, dan muncul sekitar 3 pemuda yang berpakaian lengkap, mereka tertawatawa melihat temannya sedang memperkosa ciciku, salah satu melihat padaku dan berkata, Eh, lihat.. pacarnya sudah bangun! semua mata pemuda itu tertuju padaku, Eh.. liat tuh! dia ngaceng juga.. mau ngentot pacarnya.. tapi keduluan, si Doel sudah duluan jebolin keperawanan pacarnya, hahaha..! Pemuda bugil yang sedang memperkosa ciciku, yang dipanggil Doel itu, menyeringai. Lalu ketiga pemuda yang baru datang itu mendekatiku, Hei bangsat! Itu pacar kamu kan! Aku diam saja, lalu satu tinju mendarat di perutku hingga perutku perih rasanya, Kamu bisu ya? cewek itu pacar kamu bukan? Terpaksa aku menjawab lirih dan menjelaskan kami saudara kandung. Oh.. kakak kamu toh.. Hm.. kepengen nggak kamu ngentot kakak sendiri? Di liat dari kontol elo sih.. elo pingin.. hahaha.. Aku marah sekali, saat itu kemaluanku telah lemas kembali karena birahiku yang tak sengaja muncul tadi telah hilang. Doel rupanya telah selesai memperkosa ciciku, ia lalu menuntun ciciku yang tampak sudah lemah ke tempat kami, Ini nih.. gue mau liat kakak adik ngentotan! katanya tertawa, kemudian ciciku ditampar dengan kuat, hingga ciciku menangis, Elo harus kulum tuh peler adik elo, cepat! Kalo nggak gua potong peler adik elo dan pentil susu elo! Doel lalu melepaskan ikatan tangan ciciku dan mendorong ciciku ke arahku, dengan terpaksa ciciku mendekatiku yang masih tergantung, kemudian dengan raguragu mulutnya menyentuh ujung batang kemaluanku, walau hanya tersentuh sedikit, aku tak dapat menahan dan batang kemaluanku perlahanlahan menegang, Ayo makan tuh peler! cepat! Seorang pemuda mengeluarkan pisau lipat dari sakunya dengan sikap mengancam, terpaksa ciciku mulai mengulum kemaluanku dan menggerakkannya maju mundur, sehingga batang kemaluanku mengacung dengan keras sepanjang 12 cm. Ayo masukin batangnya ke dalam mulut sampai habis! jangan keluarin dari mulut kamu sampai gua perintahin! Dengan ketakutan ciciku mengulum batang kemaluanku dalamdalam dan menggerakkannya maju mundur, sehingga mulutnya yang mungil tampak penuh dan sesekali pipinya menggembung oleh kepala kemaluanku, tak berapa lama aku tak tahan lagi dan orgasme, ciciku tampak kaget merasakan cairan kental dan hangat berkalikali menyemprot kerongkongannya, namun ia tidak berani melepaskan mulutnya dari batang kemaluanku, ia berusaha membuang spermaku walau telah banyak tertelan olehnya, beberapa tetes spermaku keluar mengalir dari bibirnya. Wah, adik elo payah banget! sudah kontolnya kecil, cepat keluar lagi! pemudapemuda itu mengejekku lalu mereka mendekat dan menjambak rambut ciciku, Elo harus liat gimana caranya! kata salah seorang pemuda sambil menyeringai padaku. Mereka lalu membuka baju hingga bugil, keempat pemuda yang telah telanjang bulat itu lalu menelungkupkan ciciku di atas meja, sehingga payudara ciciku menempel di atas meja dan ciciku dalam posisi menungging, kemudian dengan buas mereka mulai memperkosa ciciku secara bergantian, sehingga ciciku menjeritjerit dan melolong histeris, batang kemaluan mereka ratarata besar dan panjang, sekitar 16 cm lebih, dan secara bergantian kemaluankemaluan itu mengadukaduk liang kemaluan ciciku yang semakin lama semakin lemas. Ciciku disenggamai bergantian oleh mereka berempat dengan posisi gaya anjing tersebut, kemudian mereka juga menyetubuhi ciciku di atas kursi. Sambil memperkosa ciciku, mereka sesekali mengejekku. Hei.. elo tau nggak kakak elo ini sebenarnya keenakan dientot sama kitakita, buktinya memek dia basah banget nih! kata pemuda yang dipanggil dengan nama Anto, ia berkemaluan paling besar dan panjang di antara mereka berempat, saat itu ia sedang mengerjai ciciku. Tangan ciciku kembali diikat di belakang punggung, Anto duduk di atas kursi sementara ciciku di atas pangkuannya dengan paha mengangkang dan posisi berhadapan. Dengan posisi duduk, buah dada ciciku tampak sangat menggairahkan, apalagi dengan tubuhnya yang ramping, tampak buah dadanya tergantung indah, padat dan berisi. Lelaki yang memperkosa ciciku itu meremasremas kedua belah payudara ciciku dengan bernafsu, kadang ia mendempetkan kedua buah dada itu lekatlekat sehingga belahan payudara ciciku terbentuk indah di hadapannya. Pemuda itu terus memperkosa ciciku dengan brutal sehingga tubuh ciciku tergoyanggoyang. Ciciku hanya dapat merintihrintih dalam keadaan antara sadar dan tidak. Sambil terus memompa ciciku, ia tertawatawa disaksikan temantemannya yang tidak sabar menanti giliran, Elo mau bukti kakak elo ini keenakan? perhatikan baikbaik nih! ejeknya lagi padaku. Lalu tibatiba pemuda itu berhenti memompa ciciku, secara refleks ciciku melenguh dan mulai menggerakgerakan pantatnya sendiri agar tetap dikocok oleh kemaluan pemuda itu, Hahaha.. elo liat kan? Kakak elo ini yang minta dientot tuh! Pemuda itu tertawa sambil memeluk tubuh ciciku, tangannya mengelusngelus punggung putih mulus ciciku sementara buah dada ciciku yang kenyal terjepit di dadanya yang berbulu. Rupanya ciciku mendengar perkataan itu, wajah ciciku tampak memerah karena malu dan marah, lalu tubuhnya diam tak bereaksi, pemuda itu menjadi marah dan menarik kuatkuat kedua buah dada ciciku. Satu ditarik ke atas dan satu ditarik ke bawah bergantian dengan keras sehingga ciciku menjeritjerit kesakitan, Dasar cewek munafik..! keenakan aja sok menderita! Gua bikin elo orgasme dan elo nggak bisa bohong bahwa elo keenakan minta diperkosa! Dengan bernafsu kembali pemuda itu memperkosa ciciku, sesekali ia kembali menghentikan pompaannya, dan secara refleks kembali ciciku ganti menggoyangkan pantatnya maju mundur, selama beberapa saat hingga ciciku sadar dan dapat mengendalikan tubuhnya. Hal itu terjadi berkalikali, bahkan saat pemuda itu mendorong tubuh ciciku hingga batang kemaluannya keluar dari liang kemaluan ciciku. Secara refleks diluar kemauan ciciku sendiri. Tubuh ciciku kembali merapat sehingga batang kemaluan itu kembali terbenam ke dalam liang senggamanya sambil kaki ciciku melipat erat seolaholah takut lepas. Pemuda itu semakin lama tampak semakin ganas memperkosa ciciku, hingga selang beberapa saat tampak tubuh ciciku berkelonjotan dan menegang, kedua kakinya mengacung lurus dengan otot paha dan betisnya mengejang, jarijari kakinya menutup, dan nafas ciciku tak teratur sambil terus merintih keras dan panjang, Ohh.. Akkhh.. Ooohh..! pemuda itu semakin mempercepat gerakannya hingga akhirnya membuat ciciku merintih panjang, Ohh.. seluruh tubuh ciciku menegang dan menggelinjang selama beberapa detik dan aku sadar bahwa ciciku sedang mengalami orgasme dahsyat dan kenikmatan luar biasa. Setelah berkelonjotan sesaat, tubuh ciciku tumbang dengan lemas di pelukan pemerkosanya. Pemuda itu masih terus memompa ciciku yang telah lemas sambil nyengir senang dan berkata, Hehe.. elo liat kakak elo ini.. dia demen ngentotan juga kok.. hahahaha..! Tibatiba pintu kembali terbuka, dan alangkah kagetnya aku melihat begitu banyak pemuda yang masuk, sekitar 10 orang lebih, termasuk salah seorangnya adalah pria besar tegap yang menghajarku. Tanpa banyak bicara mereka ikut menikmati tubuh ciciku, masingmasing pemuda itu memperkosa ciciku dengan posisi yang bervariasi. Rasanya semua posisi yang pernah kulihat di film biru telah mereka praktekkan semua pada ciciku. Khusus giliran pemuda berbadan besar yang dipanggil John itu memperkosa, ciciku tampak sangat menderita karena batang kemaluan John benarbenar besar dan panjang, kutaksir lebih dari 20 cm. Dalam waktu singkat tubuh telanjang bulat ciciku telah mengkilap basah oleh keringat dan sperma. Entah berapa lama ciciku diperkosa hingga pingsan berkalikali, namun mereka selalu menyadarkan ciciku lagi dengan menampar dan menyiramnya dengan air, lalu kembali memperkosa dengan brutal. Aku menutup mata tak ingin melihat penderitaan ciciku, tibatiba kurasakan batang kemaluanku terasa hangat dan dikocokkocok, aku membuka mataku dan tampaklah seorang pemuda sedang melakukan oral seks padaku. Aku memandang jijik dan berontak tanpa hasil, tapi mau tak mau batang kemaluanku menegang juga dirangsang seperti itu. Cukup lama pria itu melumat kemaluanku hingga akhirnya aku mengalami ejakulasi, spermaku ditelan seluruhnya oleh pria itu. Lalu ikatanku dilepas, aku dipaksa menungging di atas meja tepat bersebelahan dengan ciciku yang menangis dengan air mata yang telah habis, tampak ciciku sedang disodomi, lalu tibatiba kurasakan tangantangan kasar berusaha membuka lubang pantatku, dan serasa benda yang besar berusaha mendobrak masuk, aku menjerit kesakitan saat benda itu mulai terbenam ke dalam anusku, pinggulku dipegang oleh tangan yang kokoh, dan mulailah aku diperkosa juga. kemaluanku yang telah loyo terlemparlempar ke berbagai arah oleh dorongan pria di belakangku, di sebelahku ciciku juga tengah diperkosa, payudara ciciku yang padat dan ranum tampak bergoyanggoyang keras, sesekali pria di belakangku meraih batang kemaluanku, meremas dan menarik batang kemaluanku dengan kuat, pria di belakang ciciku tanpa bosanbosannya meremasremas dan menariknarik buah dada ciciku dengan brutal, bagaikan memerah susu sapi. Aku dan ciciku hanya dapat menjerit dan menangis menahan penderitaan itu. Dian terpucat melihat fotofoto yang diletakkan Romi diatas meja. Itu foto telanjangnya dan fotofoto adegan ketika ia digagahi beramairamai oleh orang malam itu. Nah, Dian sekarang nurut bae.. Tenang bae, aku janji tidak maen kasar. Romi menyeringai sambil mengelus paha Dian. Dian memang disuruh menjaga rumah itu sendirian bersama kedua ponakannya yang masih kecil yang sudah tidur. Hujan turun deras membuat udara malam itu dingin menggigit. Dian diam pasrah ketika Romi menariknya ke belakang. Tenang be Dian, kalau tidak nurut foto kau, kusebarkan di kampung kau. Biar tahu kalau kau biso dipakek.
Romi menarik Dian kedapur, pintu depan belum ditutup. Dian mendesis tak berdaya.
Tenang bae, Dian. Aku cuma sebentar.. Romi mulai merabaraba payudara Dian yang kencang, Dian memang sudah bersiap tidur hanya mengenakan t shirt dan celana pendek saja. Puting susu Dian yang runcing tampak menonjol keluar ketika Romi terus menggerayangi dada Dian. Dian me ng gigil ketika baju kaosnya ditarik ke atas lepas oleh Romi. Dengan tangannya Romi menarik tangan Dian yang berusaha menutupi dadanya yang telanjang kemudian mulai menggerayangi payudara gadis itu dengan mulut dan lidahnya. Dian hanya dapat tersandar ketembok yang dingin sambil meringisringis ngilu ketika Romi menggigiti putingnya sementara tangannya dengan leluasa memelorotkan celana pendek Dian hingga jatuh ke lantai. Romi terbelalak melihat celana dalam sutra Dian yang berwarna putih dengan motif bunga itu begitu mini dan seksi. Tanpa menunggu lagi jilatan Romi turun ke perut Dian yang rata, pusarnya, kemudian lambat laun celana dalam Dian menyusul jatuh ke lantai. Romi melempar semua busana Dian jauh ke sudut. Dengan sedikit paksaan Romi membentang paha Dian kemudian menjilati vagina Dian Ohkk.. Dian terdongak merintih ngilu, antara rasa nikmat, marah dan malu menguasai dirinya ketika kedua tangan Romi mencengkeram pantatnya, membuka lebar vaginanya kemudian menjilatinya dengan bernafsu. Nafas Dian terengahengah tak terkendali mencoba menahan dirinya agar tidak terangsang. Romi berdiri kemudian membuka baju dan celananya, hingga pakaian dalamnya, kemudian memegang penisnya yang panjang dan besar. Isep Dian, ayo. Kalau tidak ingin dikasari. Dian terpaksa berlutut dihadapan Romi, kemudian mulai menjilati batang penis Romi. Dian memejamkan matanya kemudian mulai mengocok Romi dengan mulut dan lidahnya. Romi menjambak Dian kemudian menggerakan kepala Dian maju mundur, menyetubuhi mulutnya. Suara berdecakdecak terdengar jelas disela deras air hujan. Dian berusaha semampunya agar Romi puas dan berhenti, ia menjilat, mengulum, mengocok sebisanya, mengingat filmfilm BF yang pernah dilihatnya. Romi mengerangerang nikmat, tubuhnya sampai tersandar ke meja dapur,
Ahh. Ohh. Diann. Kau memang seksi dan pintar.. Ohh.. Tibatiba Romi menarik tubuh Dian kemudian mendudukkannya di atas meja pantry. Dian hanya diam sambil terengahengah ketika Romi mengangkangkan kedua pahanya kemudian mulai menekan pinggulnya. Dian meringis ngilu ketika penis Romi yang keras dan besar itu menerobos vaginanya. Romi mulai menyetubuhi Dian, memperkosanya dengan bertubitubi. Dian hanya mendengusdengus menahan diri. Kedua tangannya mencengkeram pinggiran meja dengan kencang. Peluh membasahi tubuh mereka berdua. Dian memejamkan matanya berharap Romi selesai, sementara lelaki itu terus menyentaknyentak, mengeluar masukkan rudalnya ke dalam tubuh Dian yang padat dan langsing. Dian terperanjat ketika membuka matanya, Ada lima lelaki bertubuh besar telanjang bulat di dapur itu! Ternyata Romi membawa temantemannya dan mereka menunggu di mobil. Apaapaan ini, Romi!! Dian berontak melepaskan diri. Tapi ia tersudut disudut ruangan. Keenam lelaki itu mengepungnya. Sudahlah Dian. Kalau kau njerit tidak ada yang denger jugo. Paling ponakan kau tula. Pintu depan la kami kunci, lampu la kami matike. Kau pasti dikiro sudah tidur.. He.. He. Nurut bela.., aku janji tidak kasar, entah kawankawan akuni..! Romi dan kelima temannya menyeringai bernafsu. Tubuh Dian lemas, ia tak dapat melakukan apaapa lagi selain pasrah. Tangannya ditarik ketengah ruangan, kemudian disuruh berjongkok. Ayo! Sedot punyo kami sikoksikok! Enam batang penis disodorkan diwajah Dian. Dan sambil menangis Dian terpaksa mulai mengkaraokenya bergantian. Ohh.. Hebat nian Romi, betino kauni!!
Akhh. Aku.. Nak. Keluarr..
Srett.. Srrtt..
Kepala Dian dipegangi beramairamai sehingga ia terpaksa menelan sperma mereka satu demi satu.
Kato kau segalo lubang Dian ni biso dipakek?
Iyo! Ayo kito juburi ramerame..!! Dian menangis mendengarnya, Jangann.. Ampun.. Sakit.. Dengan cepat mereka menarik tubuh Dian dan menengkurapkannya di lantai. Kelima lelaki itu mengeroyoknya, ada yang memegangi tangannya, menahan kakinya dan menunggingkan pantatnya, ada yang menahan kepalanya hingga Dian benarbenar tak dapat bergerak. Salah seorang dari mereka mengambil botol minyak goreng di dekat kompor. Kami baik kok, Dian, biar tidak sakit, kami minyaki dulu. Yang lain tertawa tawa, Dian dapat merasakan minyak goreng itu dituangkan dibelahan pantatnya, kemudian terasa jari jemari mereka mengusapngusap pantatnya, membukai lubang anusnya kemudian menusuknusuknya beramairamai. Dian menangis dan merintih nyeri ketika lubang anusnya dibuka paksa oleh jarijari itu. Setelah dirasa cukup salah seorang dari mereka mulai berlutut dibelakang Dian tepat dibelahan pantatnya. Dian hanya dapat melolong dan menangis tak berdaya ketika dirasakannya batang kemaluan itu melesak masuk ke duburnya. Dian mulai disodomi dilantai dapur itu. Sebuah penis disodorkan diwajahnya. Isep dulu Dian, kalau tidak kami sodomi serempak tigo!! Dian terpaksa mulai megulumngulum penis lelaki yang berlutut dihadapannya. Sementara lelaki yang dengan kasar menyodominya terus menyentaknyentak. Dian melihat sekilas salah seorang dari mereka mengambil sebuah terong panjang besar berwarna ungu dari kulkas. Tibatiba dirasakannya sesuatu yang dingin dan keras menerobos vaginanya. Nghh..!! Dian hanya mampu melenguh perih karena mulutnya terbungkam. Seorang lelaki mengeluar masukkan terong itu ke vaginanya sementara duburnya disodomi. Biar tepakek galo lubangnyo!! Mereka tertawatawa puas. Tibatiba lelaki yang sedang menyodominya mengerang dan menyodok dengan keras. Dian dapat merasakan cairan sperma yang hangat tumpah di anusnya. Kemudian rekannya segera mengambil alih posisinya menyodomi Dian. Tiba tiba lelaki yang dari tadi dikaraoke oleh Dian berbaring terlentang, dengan isyarat ia me mi nta temantemannya menarik Dian ke atas tubuhnya. Kemudian menarik tubuh Dian hingga penisnya masuk ke vagina gadis itu. Bless. Aarhh..!! Dian mengerang kesakitan, sebelum sebuah penis lagi maenyumbat mulutnya. Dian kembali diperkosa tiga orang sekaligus. Payudaranya diremasremas dengan kasar hingga Dian merasakan sakit bukan hanya dari dubur dan vaginanya yang dikocok paksa tapi juga dari buahdadanya yang dipilin dan diremas dengan kasar. Tibatiba kedua tangannya ditarik kemudian dilumuri minyak sayur. Kemudian dipegangkan pada penis dua lelaki lain. Dian tertelungkup, dipeluk erat dari bawah, sementara vaginanya dipompa dengan kasar, seorang lagi menyodominya seperti binatang, seorang lagi memaksanya menghisap penisnya, menyetubuhi mulut Dian dengan menjambak rambutnya, sedangkan dua lagi minta dikocok dengan kedua tangan Dian. Dan setiap salah seorang mencapai kepuasan, yang lain segera menggantikan posisinya, hingga pagi menjelang. Matahari mulai muncul ketika Romi menyentaknyentak dubur Dian dengan keras dan Oohh.. Ia menyemburkan spermanya dipantat Dian. Dian pingsan. Ia tertelungkup telanjang bulat diatas lantai. Sperma berlepotan di perut, punggung dan wajahnya. Mereka tidak sadar jendela terbuka dengan lampu menyala. Beberapa pemuda di rumah sebelah menyaksikan semuanya. Bahkan mereka memfoto dan memfilmkan kejadian itu. Bahkan dengan aneh, Romi membiarkan pintu dapur terbuka ketika pulang. Keenam pemuda berandal itu segera bergegas ke rumah Dian. Dian baru saja sadar. Dubur dan vaginanya perih. Ia tertelungkup di lantai dapurnya, telanjang. Sperma kering berceceran di sekujur tubuhnya. Ia tersentak ketika lampu blits menyala. Betapa terkejut Dian melihat enam pemuda tetangganya berdiri mengelilinginya, sibuk memfoto tubuh telanjangnya sambil menyeringai. Kami liat galo Dian. Mereka tersenyum mesum sambil menatap tubuh Dian. Ternyata kau biso dipeke jugo.. Dian menangis tak berdaya ketika mereka membopong tubuhnya ke kamar tidurnya. Tubuhnya masih lemas. Dengan mudah tubuhnya ditelungkupkan diatas ranjangnya. Jangann. Gek ponakan aku bangun.. Jangan.. Dian menangis tak berdaya. Ia tahu mereka tak segansegan menyebarkan fotonya. Jika itu terjadi entah bagaimana nasibnya di kampung itu. Diem Dian, gek kami jago supayo mereka dak masuk. Sekarang nurut bae.. Seseorang dari keenam pemuda itu membuka ccelananya. Mengangkat pantat Dian. Kemudian mulai menyodomi anus Dian. Uhh uhh! Uhh! seperti binatang ia mulai menyentaknyentak dubur gadis itu. Wajah Dian terbenam diatas kasur, meringis dan menangis tak berdaya, sementara kelima pemuda lain telah membuka celana masingmasing sambil mengocok kemaluannya memperhatikan Dian yang terengah engah tak berdaya. Anusnya perih dan kesat. Hingga tibatiba pemuda itu menekan keras. Dian menggigit seprei menahan sakit. Sperma pemuda itu muncrat mengisi anus Dian, bertubi tubi. Aaahh.. Alangkah enaknyoo. Ia terkulai lemas. Menarik penisnya dari anus Dian. Begitu pemuda pertama selesai, yang kedua segera mengganti posisinya. Menyodomi Dian dengan brutal. Dian hanya bisa melolong tertahan. Tertelungkup sambil menggigit sepreinya kencang. Keenam pemuda itu menggilir Dian di pantatnya. Cairan sperma kental mengalir keluar dari duburnya, bahkan ketika pemuda terakhir mencabut penisnya, Dian tak sadar mengeluarkan kotorannya. Muncrat bersamaan dengan sperma pemerkosanya. Mereka berenam tertawa. Dian lemas ketika dilentangkan. Kemudian lelaki yang selesai meyodominya tibatiba duduk didada Dian, Ayo suruh ngisep taiknyo dewek! penisnya yang berlumuran kotoran Dian yang kental kuning dan bau itu disodokkan ke mulut Dian. Sementara rekannya yang lain memeggangi kepalanya. Dian terbelalak dan meronta ronta. Lelaki itu menyetubuhi mulutnya. Dan Dian dapat merasakan cairan asam, pait dan busuk itu memenuhi mulutnya. Dian meringis menahan muntah. Tapi mereka tak peduli. Dian tergeletak tak berdaya di atas ranjangnya. Keenam pemuda itu segera keluar. Diluar suasana mulai ramai. Dian, kalau tidak galak diglir sekampung, layani kami berenam!! Setiap kami ingin! Ancam mereka. Dan Dian hanya sanggup menangis. Sejak kejadian malam itu Dian tak menyadari bahwa fotofotonya sengaja disebar semua pemuda berandal di kampungnya. Dan Dian tak bisa berbuat apaapa selain pasrah. Setelah 30 menit, John muncul dengan bertelanjang bulat, sambil mengangkat ciciku yang memeluk leher John agar tidak jatuh ke belakang karena John hanya memegangi pantat ciciku dengan kuat, posisi yang sama ini juga dilakukan John saat memperkosa ciciku dua minggu lalu, tampak kemaluan John masih menyodoknyodok dengan brutal liang kemaluan ciciku sambil berjalan, menyebabkan tubuh ciciku terguncang dan ciciku merintihrintih dengan suara parau. Di hadapanku dan gerombolan bajingan itu, John terus memompa ciciku, tibatiba tampak tubuh ciciku bergetar hebat dan tubuhnya menggelinjang, kaki ciciku terangkat dan tampak otot paha dan betisnya mengencang tegang sambil dari mulut ciciku terdengar suara, Ohh.. yang panjang, ciciku mengalami orgasme yang hebat di pelukan John, si John terbahakbahak saat tubuh ciciku tampak lemas setelah orgasme, John mengejekku, Dulu elo liat kakak elo ini sampai pingsan gue entot, gue berani tarohan kakak elo ini nggak lebih kuat dibanding dulu! John terus mengocok dengan brutal, dan benar saja, pelukan ciciku pada leher John terlepas dan kembali kejadian dua minggu lalu terulang, tubuh ciciku terjuntai jatuh, namun John masih terus menyodok kuat batang kemaluannya ke dalam liang senggama ciciku, dengan kejam ia terus mengsenggamai ciciku yang telah jatuh pingsan. Akhirnya John orgasme, dan menumpahkan banyak sperma ke atas wajah dan payudara ciciku, sehingga wajah ciciku mandi sperma. Ia tertawa puas, Hahaha.. enak buanget ini cewek..! Kemudian anak buah John mengambil 4 buah gelas berukuran cukup besar, mereka rupanya ingin mengumpulkan sperma mereka ke dalam gelasgelas tersebut, entah untuk tujuan apa. Perkosaan itu terus berlanjut dengan brutal, kini tangan ciciku diikat di atas sebuah palang yang dapat diatur tingginya, lelaki yang mendapat giliran memperkosa ciciku mengatur tinggi palang sehingga posisi liang kemaluan ciciku tepat berada di depan kemaluannya, karena tubuh lelaki itu yang cukup tinggi, maka kaki ciciku tidak menyentuh lantai dan terpaksa tergantung dengan tangan terikat ke atas, ciciku tersadar dan menangis menahan perih pada tangannya, sementara lelaki itu mengangkat paha kanan ciciku dan mulai memasukkan batang kemaluannya yang besar dan panjang ke dalam liang kemaluan ciciku, dan mulailah ia mengocok ciciku tanpa ampun sambil tangan kanannya memegangi paha ciciku agar tetap terangkat, tangan kirinya dengan buas meremas dan memijat kedua buah dada ciciku bergantian, puting susu ciciku sesekali dicubit dengan keras, ciciku hanya dapat merintihrintih dengan lemah, setelah puas dengan posisi itu. Kini ciciku diikat pada kakinya dan digantung dengan kepala di bawah. Dalam keadaan tubuh ciciku yang terbalik itu, lelaki itu lalu memaksa ciciku menghisaphisap batang kemaluannya sementara ia memperkosa liang kemaluan ciciku menggunakan jarijarinya, tidak puas dengan hanya memasukkan jarinya, ia juga mengocok liang kemaluan ciciku menggunakan botol kecap berukuran kecil, setelah itu ia mengikat tangan ciciku di belakang punggung, ciciku dibaringkan di kasur yang telah disiapkan di lantai, lalu dengan buas tubuh telanjang bulat ciciku itu diperkosa habishabisan oleh lelaki itu hingga orgasme dan menyemprotkan spermanya ke buah dada ciciku, lalu ia juga mengumpulkan spermanya ke dalam gelasgelas yang kosong tadi. Tak terasa sudah 14 orang yang memperkosa ciciku dengan buas, sudah tiga gelas yang penuh dengan sperma, ciciku telah pingsan berkalikali, namun selalu disadarkan lagi dan kembali diperkosa dengan luar biasa brutal. Aku merinding membayangkan masih ada 24 pria lagi yang menunggu giliran, ketika tibatiba pintu gudang terbuka dan masuk bergerombolan 6 pemuda berandalan lain, ternyata mereka juga ingin mendapat bagian memperkosa ciciku, John membagikan mereka nomor urut pada sebuah kertas, sehingga total pria yang akan menyetubuhi ciciku berjumlah 44 orang! Giliran berikutnya tiga lelaki sekaligus maju, ciciku yang bertelanjang bulat di kasur dikerumuni oleh tiga lelaki yang masingmasing batang kemaluannya yang besar dan panjang telah berdenyutdenyut melihat tubuh sempurna ciciku, lelaki pertama langsung menancapkan batang kemaluannya ke kemaluan ciciku dan memompa keluar masuk dengan brutal, lelaki kedua memompa mulut ciciku dengan batang kemaluannya, sementara lelaki ketiga dengan rakus menyedotnyedot kedua buah dada ciciku yang ranum bergantian kiri dan kanan, seperti anak kecil yang sedang menyusu, sambil tangannya tak hentihentinya meremasremas dan memuntir payudara ciciku. Mereka lalu saling berganti posisi, mengalami perkosaan seperti ini, dimana kemaluan dan mulutnya dipompa serta harus menyusui tiga lelaki, tak dapat dihindari kembali tubuh telanjang bulat ciciku mengejangngejang tanda orgasme sementara dari mulut ciciku yang penuh dengan batang kemaluan mengeluarkan suara lirih, Ohh.. Setelah ketiga orang itu puas, berikutnya dua orang pria bertubuh besar maju bersamaan, ciciku yang lemas diangkat pada ketiaknya oleh seorang pria hingga payudara ciciku tepat berada di depan mulutnya, karena tingginya tubuh pria itu, kaki ciciku terangkat dari lantai, dengan posisi itu pria tersebut menetek pada buah dada ciciku dengan ganas, pria satunya tak mau ketinggalan, kedua bongkah pantat ciciku yang kenyal dan bundar diremasremas sementara mulut dan lidahnya mengadukaduk anus ciciku, sesekali tangannya mengusapngusap paha dan punggung ciciku, bahkan beberapa kali dengan kasar ia menjambak rambut ciciku sehingga kepala ciciku menengadah sambil buah dadanya tetap dihisap dan disedot dengan buas, bahkan sesekali pentil susunya ditarik kuat dengan gigi. Setelah puas dengan posisi itu, lalu tubuh telanjang bulat ciciku diapit oleh dua tubuh mereka di atas kasur, lelaki yang di bawah memompa liang anus ciciku, sementara yang di atas memperkosa liang kemaluan ciciku tanpa belas kasihan, ciciku megapmegap saat wajahnya harus menempel pada dada pria yang besar dan berbulu itu, pemandangan mengenaskan itu juga di shoot oleh salah seorang pemuda yang membawa kamera, Hehe.. elo jangan macammacam, entar film yang kamu bintangin ini gua edarkan ke seluruh dunia, pasti jadi box office! haha.. tawa John diikuti temantemannya. Kedua pria yang memompa ciciku kemudian berejakulasi hampir bersamaan, mereka kemudian menampung sperma mereka ke dalam gelas. Pemerkosa selanjutnya mengikat tangan ciciku ke belakang punggung walaupun ciciku sudah tidak berdaya, lelaki ini adalah Anto, yang ikut memperkosa ciciku dua minggu lalu, ciciku kemudian didudukkan pada sebuah kursi, sementara Anto berdiri di belakang ciciku sambil tangannya bermainmain di atas buah dada ciciku dan meremasremasnya dengan buas. Kemudian pria itu berjongkok di depan ciciku dan menjilati bibir kemaluan ciciku dengan rakus, ia juga memasukkan dua jarinya ke liang kewanitaan ciciku dan mengocokngocok kemaluan ciciku itu tanpa ampun. Kegiatannya membuat kemaluan ciciku menjadi sangat basah, barulah kemudian batang kemaluan Anto memompa ciciku dengan lancar, tampak batang kemaluan itu basah berkilat oleh cairan kewanitaan ciciku. Ciciku terengahengah seolah kehabisan nafas, lalu Anto menindih ciciku di atas kasur, ia menyodoknyodokkan batang kemaluannya dengan buas hingga mengguncangguncang tubuh ciciku yang telanjang bulat, sesekali ia menghentikan aktifitasnya, namun secara refleks tubuh ciciku yang terangsang hebat menggoyanggoyangkan pantatnya naik turun agar kemaluannya terus dikocok oleh kemaluan Anto sambil mendesah dan terengahengah, akhirnya Anto orgasme, ia mencabut batang kemaluannya dan menyemburkan spermanya di dalam mulut ciciku yang terpaksa harus menelan seluruh cairan kental itu. Berikutnya seorang pria besar dengan batang kemaluan yang luar biasa besar dan panjang, sekitar 27 cm menggantikan posisi Anto, dikarenakan batang kemaluannya yang sungguh besar dan panjang, ia mengalami kesulitan memasukkan seluruhnya ke dalam liang kemaluan ciciku, maka ia hanya memompa hingga setengah batang kemaluannya saja yang masuk, namun gerakannya sangat cepat dan deras, batang kemaluan kuda itu membuat liang kemaluan ciciku yang sempit harus terbuka lebar, namun dikarenakan liang kemaluan ciciku telah sangat becek, batang kemaluan itu dapat masuk dan memompa dengan ganas. Merasakan benda raksasa itu keluar masuk ke liang kemaluannya, ciciku mengejangngejang dan seluruh tubuhnya menggelinjang, suaranya parau saat merintih panjang, Akkhh.. setelah orgasme dengan hebat, tubuh telanjang bulat ciciku terkapar lemas lunglai sementara kedua belah pahanya masih sesekali bergetar merasakan sisasisa kenikmatan. Namun pria dengan kemaluan raksasa itu baru mulai, dengan kejam ia memaksakan batang kemaluannya masuk amblas seluruhnya ke dalam liang rahim ciciku, Arrgghh! ciciku terbelalak dan melengking kuat merasakan sakit yang luar biasa, batang kemaluan pria itu adalah benda terbesar dan terpanjang yang pernah masuk ke liang kemaluannya, namun pria itu tidak mengenal kasihan dan dengan brutal terus memompa batang kejantanannya keluar masuk, testisnya yang besar juga menamparnampar selangkangan ciciku, ciciku menangis sekuatnya dan menjeritjerit dengan sisa tenaganya, tubuhnya terus terguncang hebat setiap kali batang kemaluan raksasa itu memasuki liang kemaluannya, Hehe.. enakkan, heh? elo harus bersyukur karena kontol gue ini belum nembus sampai mulut elo! hahaha.. pria itu terus memperkosa sambil mengejek, tangannya yang besar meremas gumpalan buah dada ciciku, tak berapa lama ciciku terkulai pingsan tak sanggup menahan pemerkosa yang sungguh brutal itu. Saat ejakulasi pria itu menyemburkan sperma yang sangat banyak membasahi wajah, buah dada hingga perut ciciku, ia lalu mengelap spermanya ke wajah dan seluruh permukaan tubuh ciciku yang terlentang tak berdaya. Berikutnya giliran dua orang pria, mereka membawa dua buah ember besar berisi air, lalu disiramkan seember air ke sekujur tubuh ciciku yang pingsan, ciciku tersadar sambil megapmegap, kemudian mereka memaksa ciciku menungging dengan bertumpu pada sebuah meja, ember berisi air itupun diletakkan di atas meja tersebut, kemudian mulailah salah satu pria itu memompa ciciku dari belakang sambil meremasremas bongkahan pantat ciciku yang kenyal, pria satunya menyiksa ciciku dengan membenamkan kepala ciciku ke ember berisi air berkalikali sehingga ciciku nyaris kehabisan nafas, setelah puas menyiksa ciciku dengan cara itu, ia kembali menyiram tubuh telanjang bulat ciciku dengan sisa air yang tersisa, Supaya mulus lagi, nggak lengketlengket sama peju elu orang! katanya sambil tertawa. Ciciku terus dipompa dengan ganas hingga buah dadanya yang tergantung indah bergoyanggoyang, pria yang menyiksa ciciku menjambak rambut ciciku agar wajah ciciku menengadah, dengan demikian buah dada ciciku yang terlemparlempar terlihat jelas, kawanan bajingan itu memberi semangat temannya agar memompa lebih keras karena mereka menikmati goyangan payudara ciciku tersebut, sambil menjambak rambut ciciku dengan tangan kiri, tangan kanan pria itu tak tinggal diam, ia meremasremas dan sesekali membetotbetot buah dada montok ciciku itu bagaikan memeras susu sapi, sehingga ciciku mengerang kesakitan, kemudian pria itu duduk di atas meja dan memasukkan batang kemaluannya yang besar dan panjang ke mulut ciciku, sambil menggerakgerakkan kepala ciciku maju mundur sehingga batang kemaluannya mengocokngocok mulut mungil ciciku yang dipaksa menganga mulutnya selebarlebarnya hingga pria itu berejakulasi di dalam mulut ciciku. Kemudian ciciku dibaringkan tengkurap di atas kasur, dengan kejam pria yang tadi menyiram ciciku memperkosa anus ciciku, sementara pria satunya memaksa ciciku mengulum batang kemaluannya, hingga akhirnya mereka berdua ejakulasi dan menyemprotkannya ke wajah, punggung, dan pantat ciciku, sebagian mereka tumpahkan di dalam gelas. Pria berikutnya juga memperkosa ciciku dengan kejam, ia menutup kepala ciciku dengan kantung plastik transparan lalu menyodok ciciku dari belakang dengan brutal, tampak ciciku tersedaksedak kehabisan nafas, untunglah sebelum ciciku lebih menderita pria itu telah ejakulasi, ia menyemprotkan spermanya di lantai kemudian menarik lepas plastik yang menutupi kepala ciciku, ciciku lalu dipaksa menjilati dan menelan sperma di lantai hingga bersih. Empat gelas yang berisi sperma itu telah penuh, ciciku dipaksa meminum satu gelas sampai habis, gelas kedua digunakan untuk keramas dengan menumpahkannya ke atas rambut ciciku, kemudian paha ciciku dipaksa membuka selebarlebarnya hingga tampak liang kemaluan ciciku yang seperti gua kecil, perlahanlahan sperma pada gelas ketiga ditumpahkan ke dalam liang rahim ciciku hingga habis, hal ini dilakukan perlahan sambil mengocokngocok liang senggama ciciku agar sperma tersebut masuk seluruhnya, sperma pada gelas terakhir dioleskan ke setiap senti dari tubuh ciciku yang telanjang bulat hingga merata, mereka lalu melepaskanku dan menyuruhku untuk menciumi seluruh tubuh ciciku, kulakukan itu dengan perasaan campur aduk. Tubuh ciciku lengketlengket oleh sperma hingga tidak ada lagi bagian tubuhnya yang dapat diusap dengan mulus, biarpun demikian batang kemaluanku menegang dengan keras, lalu mereka menyuruhku untuk memperkosa ciciku dan menumpahkan spermaku ke dalam liang senggama ciciku. Ciciku terus diperkosa nonstop hingga digarap oleh peserta terakhir, ia tak dapat bangun lagi saat pria terakhir selesai memompanya dengan ganas, kekejaman mereka yang terakhir adalah menggantung kami berdua dengan tangan terikat ke atas, lalu kemaluan ciciku disumpal dengan lilin besar, mereka tertawatawa melihat lilin yang menyumbat kemaluan ciciku itu, Sekarang elo berdua punya titit! hahaha.. malah yang punya cewek lebih panjang! Kemudian dalam keadaan tergantung dan lilin yang masih menyumbat kemaluan ciciku, kami dicambuk dengan sabuk kulit, mereka memecut seluruh tubuhku, sedangkan ciciku hanya dipecut di bagian punggung dan pantat, Susu elo sayang kalo dicambuk, kan besokbesok kita masih mau netek! kata mereka pada ciciku sambil tertawatawa. Setelah itu mereka melepaskan kami, dan sebelum memasukkan kami ke dalam bagasi mobil, mereka kembali mengencingi kami beramairamai. Dengan mobil itu kami dibawa kembali ke rumah kontrakan, saat itu hari telah menjelang subuh dan sedang hujan lebat, mereka menurunkan kami dalam jarak 100 meter dari rumah dan menyuruh kami berjalan ke rumah dalam keadaan telanjang bulat, terpaksa aku menggendong ciciku yang sudah sangat lemah dan telanjang bulat ditengahtengah hujan, diiringi tawa mengejek mereka dari belakang, sebelum mereka pergi, sayupsayup masih kudengar teriakan mereka kepadaku, Ini belum selesai kawan! lain kali kakak elo itu bakal ngerasain yang jauh lebih eennaakk lagi! Suruh dia nyiapin memeknya buat nampung lebih banyak kontol! haha.. hahaha.. dan mobil itu melaju menjauh, aku berharap kali ini adalah terakhir kali kami berurusan dengan mereka. Namun entah mengapa aku memiliki perasaan buruk, bahwa mereka terus membayangi kami, khususnya ciciku, dan akan kembali suatu waktu.

Post Terkait

3total visits,1visits today