cerita sex

Cerita Dewasa Diperkosa tapi Nikmat

Pertemanan adalah suatu hal yang sangat penting dalam hidup seseorang dimana kita bisa saling berbagi dan saling menolong dalam kesulitan. Tapi arti pertemanan tidaklah seindah yang sering dibicarakan orang bagi Nindy, saya sebut saja demikian namanya.
Kisah nyata ini dipaparkan oleh responden yang bersangkutan dilengkapi dengan foto diri dan foto lainnya yang terjadi sebagai bukti penguat.

Tapi karena etika yang harus saya pegang teguh, maka datadata pendukung tersebut tidak akan pernah saya ekspose untuk dan kepada siapapun. Menurut pengakuan Nindy, kejadian berikut ini terjadi beberapa bulan yang lalu ketika liburan sekolah anaknya tiba..

Sebagai keluarga dari kalangan atas, menghabiskan waktu liburan berbintang lima di Nusa Dua Bali bukanlah masalah bagi keluarga Nindy. Selama beberapa hari Nindy menghabiskan waktu liburan dengan suami dan dua orang anaknya disana.

Setelah beberapa hari, suami Nindy mengajaknya untuk ke Lombok. Tapi dengan alasan Nindy merasa bosan dengan tempat itu, juga perjalanan dengan kapal fery yang yang cukup makan waktu, maka Nindy menolak ajakan suaminya itu.

Akhirnya suami dan kedua anaknya segera menuju Lombok tanpa Nindy. Nindy, 30 tahun, walau sudah punya anak dua orang tapi penampilan dan gayanya mirip dengan layaknya gadis kota masa kini. Wajah sangat cantik, putih, dan tubuh sintal selalu membuat lelaki manapun akan tertarik. Salah satu nilai lebih dari rumah tangga Nindy adalah kebebasan yang diberikan suaminya kepada Nindy untuk boleh bergaul atau jalan dengan siapa saja asal Nindy selalu jujur kepada suaminya itu.

Hal ini terjadi karena suaminya sangat tahu akan libido Nindy yang sangat tinggi hingga suaminya agak kewalahan dalam melayani kebutuhan seksual Nindy. Dan nilai lebih dari Nindy adalah kejujuran kepada suaminya bila dia jalan dan main dengan pria lain.

Pagi itu di restoran hotel, ketika Nindy sedang makan pagi..

Hei..!, terdengar suara diiringi dengan tepukan tangan di pundak Nindy.
Hei, Dilla.. Bima.. Pak Dika.., sahut Nindy senang ketika melihat mereka bertiga.
Mana suamimu?, tanya Dilla.
Sedang ke Lombok dengan anakanak, jawab Nindy.
Duduklah di sini, temani aku makan.., kata Nindy.

Mereka pun segera duduk dan makan pagi bersama satu meja. Dilla dan Bima adalah teman bisnis suami Nindy di Jakarta, sedangkan Dika adalah seorang dokter, duda, yang jadi dokter keluarga Nindy. Dika dikenalkan kepada keluarga Nindy oleh Dilla dan Bima dulunya.

Nanti malam kita turun yuk? Kita habiskan malam bersama di diskotik, ajak Bima kepada Nindy.
Entahlah.., kata Nindy.
Loh kenapa? Ayolah Bu Nindy, kita sekalisekali bergembira bersama, kata Dika ikut menyela sambil tersenyum menatap Nindy.
Ikutlah, Nindy.. Masa cuma aku seorang ceweknya.., kata Dilla.
Baiklah kalau begitu.. Aku ikut, kata Nindy sambil tersenyum.

Kamu tinggal di kamar berapa?, tanya Bima kepada Nindy.
Aku di suite room.., kata Nindy sambil menyebutkan nomor kamarnya.
Ha? Kalau begitu kita bersebelahan dong.., kata Dilla sambil menyebutkan nomor kamar mereka.
Yee.. Kok aku tidak tahu, ya? Kapan kalian check in?, tanya Nindy.Semalem. Tadinya kami mau tinggal di kamar lain, tapi karena sudah penuh, akhirnya kami ditunjukkan kamar yang masih pada kosong.., kata Bima.
Tau nggak kalau kamar kita terhubung oleh connecting door, Ni?, kata Nindy kepada Dilla.
Iya? Berarti kita bisa kumpulkumpul nih.., kata Dilla girang.
Oke deh, Nindy.. Nanti malam kita pergi bareng ke Diskotik, ya?, ujar Bima.
Aku bawa minuman enak dari Perancis nanti.., kata Bima lagi.
Baiklah. Kalian pada mau kemana?, tanya Nindy.
Kami ada keperluan dulu. Bye.., kata Dilla sambil bangkit diikuti Bima dan Andi, lalu mereka pergi.

Malamnya, dengan memakai Tshirt ketat plus rok katun sangat mini sehingga paha mulusnya tampak dengan indah, Nindy berangkat dengan mereka ke diskotik.

Kita minum dulu deh agar hangat, kata Bima sambil menuang minuman bawaannya ke dalam gelas dan disodorkan kepada Nindy.
Okay.. Siapa takut.., kata Nindy sambil meneguk minumannya.
Hm.. Enak.. Manis.. Give me more, please., kata Nindy kepada Bima. Bimapun segera menuang lagi minuman ke gelas Nindy yang sudah kosong.
Jangan terlalu banyak, Nindy.. Nanti kamu jadi hot, loh.., kata Dilla sambil tertawa. Mereka tertawatawa sambil menikmati minuman berakohol diiringi lagu yang diputar DJ.
Turun, yuk.., ajak Dika kepada Nindy.
Ayo.., kata Nindy sambil bangkit.

Perasaannya sudah mulai terpengaruh alkohol. Akhirnya Dilla dan Bima serta Nindy dan Dika melantai mengikuti hentakan irama yang cepat. Sampai akhirnya ketika lagu berganti ke irama slow, Nindy dan Dika saling berangkulan dan berdansa mengikuti alunan irama lagu.

Mmhh.., Nindy mendesah hampir tak tedengar ketika dadanya bersentuhan dengan dada Dika.

Entah karena pengaruh alkohol atau memang karena libido Nindy yang tinggi, puting susu Nindy mengeras dan makin mengeras ketika dadanya bersentuhan dengan badan Dika. Gairah Nindy bangkit karenanya. Tapi Nindy masih bisa menahan dirinya. Mereka terus menikmati waktu yang ada sambil meneguk minuman hingga wajah mereka memerah. Nindy benarbenar menikmati malam itu selagi bisa bebas dari beban pekerjaan dan anakanaknya. Sampai ketika waktu menunjukkan jam 1.00 pagi mereka segera pulang ke hotel.

Kita ngobrol di kamar saja, yuk?, kata Bima.
Okay.. Nanti aku buka connecting doornya, kata Nindy sambil berlalu menuju kamarnya.

Sementara Dilla, Bima dan Dika masih dudukduduk di lobby. Sesampai di kamar, Nindy segera membuka connecting doornya, lalu dia ketuk pintu sebelahnya. Tidak ada jawaban.

Ah, masih pada di bawah barangkali.., pikir Nindy sambil merebahkan badannya di ranjang.

Hampir setengah jam menunggu, ternyata mereka tidak datang juga. Akhirnya Nindy memutuskan untuk berendam air hangat dan mandi selama beberapa menit.

Hei.. Sorry kami kelamaan.., suara Dilla yang tibatiba masuk kamar mandi mengagetkan Nindy yang baru saja memakai kimono.
Bima dan Dika di ruang tengah.., kata Dilla lagi sambil agak sempoyongan.
Kamar kamu enak juga ada ruang tamunya.. Kita bisa ngobrol disini.., kata Dilla lagi.
Shit!! Ngapain kumpul di kamar aku?, bisik hati Nindy.
Hei perempuan! Cepatlah kemari.. Kita habiskan sisa minuman tadi, terdengar suara Bima memanggil. Akhirnya mereka berempat lagilagi meneguk bergelas alkohol yang dibawa Bima.
Ohh.. Gawat! Kenapa aku jadi pengen.., hati Nindy berbisik ketika pengaruh alkohol mulai menjalar di tubuhnya.

Terasa oleh Nindy buah dada serta puting susunya mulai mengeras lagi, sementara memeknya terasa berdenyut basah menahan gairah..

Aku akan hirup udara segar dulu.., kata Nindy sambil bangkit agak terhuyung menuju teras. Dihirupnya udara malam dalamdalam untuk mengurangi sesuatu di dalam tubuhnya yang mulai menggoda imannya.
Ohh.., tibatiba terdengar suara Bima mendesah keras dari dalam. Nindy segera melongokan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi.
Oh my God!, batin Nindy ketika melihat apa yang terjadi. Gairah dan denyutan memeknya semakin terasa menggoda.

Di depan matanya, Nindy melihat bagaimana Dilla berciuman dengan suaminya di kursi sambil tangannya mengocok kontol Bima yang sudah tegak. Celana Bima hanya di buka dan diperosotkan sebatas pahanya saja.

Ohh.. Cepat hisap kontol aku, bitch!, kata Bima kepada Dilla. Dengan serta merta Dilla menurunkan kepalanya, lalu dengan segera kontol Bima sudah dilahapnya sambil tetap dikocok pelan.
Ooh.., desah Bima ketika lidah Dilla menjilati kepala kontolnya sambil batangnya tetap dikocok tangan Dilla.
Apa yang harus aku lakukan?, batin Nindy ketika melihat kontol Bima yang basah di jilat dan dihisap mulut Dilla.

Gairahnya semakin memuncak. Dengan mata agak nanar terus dilihatnya Dilla dan Bima. Antara sadar dan tidak, tak terasa oleh Nindy ketika Dika menempelkan tubuhnya dari belakang. Tangan Dika menyusuri kaki Nindy dari betis sampai paha lalu naik ke pantat Nindy yang belum sempat memakai pakaian dalam sejak selesai mandi tadi..

Hei! Pak Dika ngapain?!, kata Nindy kaget sambil menepis tangan Dika dari pantatnya.
Kita samasama tahu samasama mau kan.., kata Dika sambil mendekati Nindy.

Nindy segera menghindar dan berlari menuju kamarnya melewati Dilla dan Bima yang sedang asyik melakukan oral seks. Dilla dan Bima sampai kaget dan menghentikan cumbuan mereka ketika melihat Nindy melintas. Di dalam kamarnya Nindy masih bingung dan teringat akan oral seks Dilla dan Abeim serta perlakuan Dika kepadanya. Sebetulnya gairah Nindy sudah sangat memuncak saat itu, tapi entah kenapa masih ada rasa ragu di hatinya.

Ada apa, Nindy?, tibatiba Dilla masuk kamar dan menghampiri Nindy yang masih berdiri.
Entahlah, An.. Aku.. Aku aku tak tahu.., kata Nindy sambil melepas kimono lalu segera memakai celana dalamnya.

Tapi ketika Nindy akan memakai memakai Bra, tibatiba Dilla memeluknya dari belakang hingga Nindy tidak jadi memakai Bra tersebut.

Ayolah Nindy, kita nikmati malam ini.., bisik Dilla ke telinga Nindy.
Mmhh.., desah Nindy ketika tangan Dilla mengusap seluruh badannya. Usapan dan belaian tangan Dilla kembali mengobarkan gairah Nindy yang sempat surut.
Kapan lagi kita bisa bersama seperti ini?, bisik Dilla lagi sambil tangannya meremas kedua buah dada Nindy dari belakang.
Ohh.., desah Nindy sambil terpejam menikmati sensasi jari tangan Dilla ketika memainkan dan memelintir puting susunya.
Mmhh.. Ohh.., desah Nindy makin keras ketika lidah dan bibir Dilla menyusuri telinga, tengkuk dan lehernya sembari tangannya tetap meremas dan memainkan puting susu Nindy.
Nikmati saja malam ini.., bisik Dilla sambil membalikan badan Nindy dan merebahkannya di ranjang.
Oww.., jerit lirih Nindy ketika lidah dan bibir Dilla menciumi dan menjilati buah dada serta puting susunya.
Dillaihh.. Oohhsshh.., jerit Nindy makin keras ketika jari Dilla masuk ke celana dalam dan menggosok memeknya.

Tubuh Nindy menggeliat terbawa rasa nikmat dan terlepasnya himpitan gairah yang tertahan sebelumnya.

Kamu menyukai ini?, bisik Dilla sambil lidah dan mulutnya turun menyusuri perut sementara tangannya melepas celana dalan yang dipakai Nindy.
Ohh.. Anniihh.., jerit Nindy ketika ada rasa nikmat yang menjalar ketika lidah Dilla dengan liar menyusuri belahan memeknya.
Ohh Dilla.. Enakkhh, desah Nindy waktu lidah Dilla menjilati kelentit dan sesekali mengulumnya.
Anniihh.. Akku.. Keluarrhh..!, jerit Nindy sambil menggelinjang dan mendesakan kepala Dilla ke memeknya ketika ada semburan hangat terasa di memeknya yang disertai rasa nikmat yang luar biasa.

Dilla tersenyum sambil bangkit lalu memeluk dan melumat bibir Nindy.

Aku baru kali ini merasakan bercumbu dengan wanita.. Ternyata memuaskan.., bisik Nindy sambil sesekali mengecup bibir Dilla. Ketika Nindy dan Dilla saling lumat bibir, terasa oleh Nindy ada tangan yang menjamah, membelai dan meremas pelan buah dadanya.
Sayang, kamu layani si Dika.., Bima menyuruh dan menarik tubuh Dilla dari atas tubuh Nindy.
Kamu menyukai permainan istriku, Nindy?, kata Bima yang sudah telanjang bulat sambil menindih tubuh Nindy serta mulai menciumi leher lalu turun ke buah dada Nindy.
Jangaann!! , teriak Nindy sambil meronta menjauhkan wajah Bima dari buah dadanya. Tapi Bima dengan cepat memegang kedua tangan Nindy, lalu lidah dan mulutnya kembali meneruskan menjilati buah dada dan puting susu Nindy.

Ohh.. Jangaannhh.. Janghh.. Jangannhh.., rintih Nindy diantara rasa malu, rasa terhina, serta rasa nikmat ketika lidah Bima bisa memberikan rasa itu. Apalagi ketika kontol Bima yang tegang dan tegak mengesekgesek memeknya yang sudah basah. Bahkan ketika lidah Bima turun ke perut, turun lagi hingga mencapai memeknya, Nindy kembali menggelepar dalam kenikmatan walau hatinya menolak diperlakukan demikian.
Jangannhh, Bim..!, jerit lirih Nindy ketika Bima mulai mengarahkan kontol ke lubang memeknya. Dillapun yang sedang asyik disetubuhi Dika, sempat menghentikan persetubuhannya lalu bangkit dan mencoba memegang kontol Bima agar tidak menyetubuhi Nindy.

Sudah! Kamu nikmati saja kontol si Dika sana!, kata Bima aga keras sambil mendorong tubuh Dilla.
Sudahlah, Dilla.. Sini!, kata Dika sambil menarik dan merebahkan tubuh Dilla di karpet lalu kembali menyetubuhi istri temannya itu.
Ohh..!, terdengar desah Nindy ketika kontol Bima masuk ke memeknya lalu dengan kasar dan cepat Bima menggenjotnya.

Jangan, Biemm.. Lepaskan aku!, jerit lirih Nindy di sela rasa sakit dan nikmat ketika kontol Bima keluar masuk memeknya.
Fuck you, bitch!, kata Bima sambil mengangkat satu kaki Nindy dan di tahan oleh pundaknya.
Ohh.. Memekmu nikmat, Nindy.., kata Bima sambil memompa kontolnya lebih dalam dengan posisi demikian.
Ohh.. Mmhh.., desah Nindy sambil terpejam. Rasa sakit yang ada kini berganti rasa nikmat yang luar biasa.
Bagaimana rasanya, sayang.., terdengar suara Dilla di samping Nindy ketika Dilla mengganti posisi dengan doggy style di atas ranjang.
Kamu nikmati saja malam ini, Nindy.. Kapan lagi kita bisa bersama seperti ini.., Dika menyela sambil mengenjot memek Dilla dalam posisi menungging.
Mmhh.. Sshh.. Ohh, Nindy hanya menjawab dengan desahan pertanda sedang menikmati suatu kenikmatan ketika Bima dengan ganas mengeluarmasukkan kontol ke memeknya.

Ooww.. Ohh..!, terdengar suara Nindy menjerit sambil memegang tangan Bima dengan kencang. Sementara tubuhnya menggeliat serta mendesakkan memeknya ke kontol Bima dan menggoyangnya dengan cepat.
Serr! Serr! Serr!, kembali memek Nindy mengeluarkan air mani yang menyembur hangat di dalam memeknya.
Ohh.. Fuck you! Fuck you!, kata Bima sambil menggenjot kontolnya makin cepat dan makin cepat.
Crott! Croott! Crott!, air mDilla Bima menyembur banyak di dalam memek Nindy.
Oohh..!!, desah Bima sambil merebahkan tubuhnya menindih tubuh Nindy.

Nindy hanya bisa memejamkan mata setelahnya. Rasa lelah serta pengaruh alkohol yang masih ada membuatnya tak mempedulikan lagi keadaan disekelilingnya. Yang sempat terdengar oleh telinga Nindy adalah teriakan kenikmatan yang keluar dari mulut Dilla dan Dika yang sedang asyik bersetubuh di depan suami Dilla sendiri. Mata Nindy sedikit demi sedikit makin berat. Hanya rasa nyaman dan sisasisa kenikmatan di memek Nindy yang membuat memeknya berdenyutdenyut hingga Nindy tertidur..

Nindy tertidur sampai siang hari dalam kedaan telanjang bulat. Tubuhnya tertidur hanya diselimuti oleh bed cover. Tak terdengar olehnya ketukan pintu oleh cleaning service. Sehingga ketika cleaning service membuka pintu dengan kunci cadangan yang dia bawa, dia begitu terkejut melihat tubuh molek tergolek di ranjang.

Eh.., maaf, Bu.. Saya kira tidak ada siapsiapa di dalam, kata petugas kebersihan tersebut.
Tidak apaapa.. Kembali lagi saja dan bereskan kamar saya nanti agak siang.., kata Nindy sambil menyelimuti tubuhnya lebih rapat.

Setelah petugas itu keluar, Nindy hanya bisa merenungi apa yang terjadi semalam. Nindy sendiri merasa heran, dirinya tidak mau dipaksa, diperkosa, entah apapun namanya, tapi yang jelas dirinya begitu menikmati perlakuan orang lain yang begitu kasar pada dirinya pada akhirnya..

Nindy memang sangat suka berpetualang seks dari sebelum menikah sampai sekarang, tapi belum pernah merasakan sensasi kenikmatan seperti yang dirasakan semalam.. Ingin rasa hati Nindy menceritakan hal ini kepada suaminya, tapi pertentangan batin terjadi dalam hatinya karena hal ini menyangkut kepada temanteman baik suaminya. Bahkan terbersit keinginan Nindy untuk kembali ingin mendapatkan sensasi kenikmatan dengan menjadi objek pemaksaan seksual..

Post Terkait

1total visits,1visits today