cerita sex

CERITA DEWASA PIJAT PLUS DI KERETA

Sekitar tempat tinggal saya ada seorang tukang pijat yang sangat banyak sekali pelanggan. Setiap hari rumahnya tidak pernah sepi pengunjung. Saya sendiri belajar dari tetangga lainnya, ia juga pandai mengobati berbagai macam penyakit dan pandai meramal nasib orang. “Oh pantas banyak pelanggan ..” kataku. Mendengar bahwa tukang pijat ayah memiliki juga clairvoyance nasib, saya akan memiliki keinginan juga datang ke rumahnya. “Siapa yang tahu prediksi benar ..” pikir saya.

Ketika kesempatan nama saya dipanggil oleh asistennya untuk masuk ke dalam penelitian, tidak memikirkan hal itu sebelum saya bahwa tukang pijat ayahnya sangat ramah. Melihat kekar hitam tubuh, kumis tebal dan kepala botak dan mata yang tajam, saya berpikir bahwa ia adalah orang yang pendiam dan mungkin angkuh.

“Maaf .. nama Mbak Siapa ini?” Dia meminta saya.
“Nama saya Linda Pak .. jika nama Bapa siapa?” Saya bertanya kembali.
“Hasan ..” jawabnya singkat.

Kemudian setelah sedikit kecil bicara dan bertanya tentang makna kedatangan saya, Pak Hasan menyatakan bahwa ia sangat senang mendapatkan tetangga baru seperti saya. Kebetulan saya melakukan ini hanya beberapa hari untuk mendapatkan rumah kontrakan di daerah. “Mbak Linda yang dimiliki salon ya ..” katanya, matanya tertuju pada belahan dada saya agak bengkak. Dan memang, saya akui bahwa saya termasuk waria yang paling suka berpakaian seksi dan lebih bahagia jika tidak ada yang melihat. “Ya Pak .. jadi apa Pak?” Saya mengatakan mengoreksi kancing teratas kemejanya saya sebelumnya dibuka.

“Ingin aku peramal ya ass ..?” Dia menggoda sambil mengisap rokoknya dalam.
“Ya Pak .. setiap usaha bisnis, atau masa depan atau jodohnya sehingga Anda tahu Mr. Hasan ..”
“Ya .. ya .. saya tahu itu .. tapi Ms Linda juga tahu bahwa ada prasyarat yang diprediksi menjadi ..” dia nakal karena matanya sudah berani dikerdipkan ke wajahku dan tangan yang besar dan lembut berani payudara menyenggol saya,
“Ah .. tidak begitu ah .. Mr. Pak untuk mengisi apa pun pasti akan cinta saya, yang prediksi penting memang Pak ..” jawab saya.
“Tapi ya .. ya Linda benar-benar tidak akan marah jika kondisi saya sebutkan ..?” Dia meyakinkan.
“Ya Pak, aku bersumpah .. aku tidak akan kok gila .. lha wong kok kebutuhan saya ..” Saya menjawab tidak kurang meyakinkan.

Kemudian terus terang dia mengatakan kepada saya bahwa ia sangat menyukai waria. Apalagi waria cantik dan montok seperti saya. Mengenakan sangat mini dan bagian atas bahu terbuka sehingga lebih menonjolkan kedua payudara saya, ditambah dengan make up saya sangat sensual membuat Pak Hasan ingin mencicipi kemolekan tubuh saya berkata. Waktu tanpa menyadari aku menggosok rambut yang digantung di bahu dengan kedua tangan, ia melihat kedua ketiakku.

“Yah Mbak Linda lebat rambut ketiak juga jadi pingin menjilat ya .. ya ..” tambahnya nafsu.
“Ah .. Pak Hasan bisa saja,” kataku canggung.

Dan yang membuat saya lebih bersemangat adalah pidato yang menyatakan bahwa ia paling suka bercinta waria dengan terlebih dahulu memainkan seluruh tubuh waria di tempat tidur. Sementara waria harus tidur telentang di tempat tidur dalam keadaan terikat tangannya. Meskipun belum mengalami dan melakukan seks seperti itu, saya menjadi “terangsang” ketika Mr Hasan juga tanpa malu-malu menanggalkan celana panjang dan celana untuk menunjukkan bahwa ayam hitam panjang dan berurat. “Di sini kalau mau .. kemudian Linda Saya suka semut kontol besar saya adalah ..” Dan akhirnya karena tidak tahan melihat kemaluan perkasa seperti itu, saya juga tidak bisa menahan nafsu keinginan yang telah berlangsung dalam diri saya untuk menjadi mampu merasakan segagah sukacita kacau oleh Bapak Hasan.

The “ritual” yang Pak Hasan rencana mulai membiarkan saya berbaring di tempat tidur satu-satunya di ruang dikenakan oleh Bapak Hasan memijat pasien. Kemudian kedua tangan saya diborgol di borgol sebagai milik polisi yang tampaknya sudah milik Mr. Hasan sebelumnya. Saat itu jam menunjukkan pukul 21:30. “Wah kebetulan Ibu Linda adalah yang terakhir dari tamu saya, jadi kami bisa bermain sampai pagi ..” dia senang. Ketika semuanya baik-baik saja, yang pertama kali dilakukan pada saya adalah mencium bibir saya yang sedikit tebal. Mr Hasan melakukannya dengan semangat dan gairah terbakar.

Dia menggigit lidah saya dan saya membalasnya dengan antusias. Mencium keadaan terikat adalah pengalaman pertama tapi anehnya aku merasa senang luar biasa ketika diperlakukan seperti itu. “Ah .. ah .. bagus Pak Pak Hasan .. .. bagus Pak,” kataku dengan sedikit kasar ketika ia mulai membuka bra saya memakainya dengan semangat lebih dan mulai mencium dan mengisap dan menggigit saya nakal kedua payudara di giliran. “Yah Mbak Linda payudara besar juga ya .. Saya akan memperkosa ya ya ya ..” ia mulai ngelantur.

Sambil terus meremas payudara saya, Pak Hasan tidak lupa untuk mencium ketiak saya yang berbulu. “Wah bau merangsang ketiak deh ini ..” katanya sambil terus mencium ketiak saya. Setelah puas meniciumi ketiak, perhatian Pak Hasan beralih kembali ke kedua payudara saya dan mencium dan menggigitnya dengan lebih jengkel lagi. Aku hanya bisa pantang beredar pada waktu itu apalagi sekarang ditambah dengan jari tengah tangan kanannya Pak Hasan mulai dicukur-grit dan kadang-kadang menempatkan lubang pantat saya.

“Ah .. ah .. ah .. tidak enak sekali .. Pak .. menjilat pantat saya dong Pak Pak ..” kataku mulai lupa daratan. Namun sebelum permintaan saya itu dilakukan, dia paksa mulai naik di dada saya dan menempatkan kemaluannya di mulut saya. “Ayo isep saya kontol ini lezat .. awas jika tidak baik ya .. kemudian aku tidak akan menyerahkan obligasi dalam .. menyedot ya licin!” Dia berkata. Ketika saya semut dan menghisap kemaluannya jauh ke kepala Mr Hasan tertengadah ke langit-langit sambil tak henti-hentinya berkata, “Untuk .. terus .. terus .. terus sedot sedot enaak Mbak .. .. wah .. benar-benar lezat sih ya mulut Anda .. ”

Sementara keringat mulai menetes di seluruh tubuhnya. Segera sebelum mencapai puncak orgasme, Mr. Hasan lurus ke bawah dari atas tubuh saya dan sekarang perhatiannya dialihkan ke lubang pantat saya. Dia membuka paha saya lebar sehingga lubang pantat saya terlihat jelas di matanya. “Wow .. tampaknya Ms Linda perawan sempit ya ya .. silitnya, sebelum saya entot, pertama menjilat saya ya Silit Mbak .. .. merangsang emhh sekali pula”. Tubuhku tampaknya terbang di awan ketika lidah Pak Hasan terampil menyisir seluruh permukaan lubang pantat saya. “Aaahh .. buruk .. Pak .. aahh masukkan kontolnya dong dong .. Pak .. Cepat lakukan belum terus ya ..” kataku tidak sabar.

Akhirnya saat tiba aku menunggu. Pak Hasan dengan sabar membimbing kemaluannya untuk dapat menempatkan lubang pantat saya. “Perlahan-lahan, ya pak .. biar tidak sakit ..” aku memohon. “Tenang aja Mbak, saya memiliki pengalaman kok ..” jawab Pak Hasan. Setelah-topikal diolesi dengan krim dan sedikit air liur Pak Hasan kemudian lubang pantat saya jadi terasa agak licin. Kemudian “Bles .. bleess .. memberkati ..” perlahan kemaluan Pak Hasan dimasukkan oleh solid. Ketika tiba di lubang pantat, kesemutan luar biasa di seluruh tubuh saya. Terutama ketika Mr Hasan melakukan biasa kocokan-kocokan saat berciuman payudara dan ketiak saya dan kadang-kadang dimasukkan jarinya ke dalam mulut saya yang menyebabkan kenikmatan yang melengkung biasanya.

“Untuk terus Pak Pak .. .. ahh .. enakk .. Pak .. lezat dicambuk di .. Pak ..” kata semakin aku lupa diri. “Oh ya .. Silit Anda tetap mempersempit .. kontol saya jadi pingin cepet muntah .. Aduh enaak ya ya ya ..” kata Mr Hasan tidak kalah gila. Akhirnya sekitar 15 menit dan kemudian tiba-tiba tubuh Pak Hasan menegang, keringat lebih deras dan dari mulutnya keluar kata-kata tidak jelas,

“Mmmaahhf mmaahhff .. Aduh .. saya tidak mau keluaar kuat ya .. ..” dan segera setelah shuffle terakhir sangat kuat “Cret .. cret .. cret .. cret ..” terasa cairan hangat di lubang pantat saya dan Mr Hasan akhirnya merasakan orgasme dan kemudian jatuh lemas di atas tubuh saya dan berkata, “Ini baik ya Mbak ..!”

Post Terkait

184total visits,8visits today