cerita sex

Cerita Lendir terus remes genjot terus bang

Beberapa hari sebelum malem taun baru Dina nelpon aku. “Nes, kemana neh malem taun baru”. “Aku diajak mas Anto ke pulau Din, mau ikutan?” Mas Anto? Siapa tuh, gebetan baru lagi ya”. “Mas Anto itu senior trainer yang ngajarin aku snorkeling dan diving di pulau itu Din. Inget gak waktu kamu dan Sintia ngajakin aku ke pulau. Kalian kan bawa pasangan masing2 sedang aku kamu kenalin ama mas Anto”. (Mas Anto itu dari crita KENIKMATAN DI PULAU). “O mas Anto yang itu, asik dong ya. Kamu bilang nikmat banget maen ma dia”. “La iya lah yao, kayanya gak ada matinya tu orang, ngaceng terus bawaannya, sampe aku lemes banget. Gimana mo ikutan gak?”. “aku ganggu gak? Kebetulan aku gak ada yang ngajakin malem taun baruan”. (Om Dodi itu dari cerita DINA DAN OM DODI). Tadinya om Dodi dah ngajakin, e.. gak taunya batal, dia gak bisa katanya. Gak tau beneran gak bisa atawa nemu abg laen, dah bosen kali dia ma aku”. “Ntar aku tanya mas Anto dulu ya, pastinya dia gak nolak lah. Dia kan tau kamu kaya apa?’ “Maksudnya?” “Iya waktu di pulau ketika itu, abis dia ngecrot didalem aku, dia ngebahas kamu dan Sintia. Dari omongannya dia mau juga maen ama kamu dan Sintia?’ “Dasar”. “Ntar aku call kamu ya, mastiin perginya jam brapa”. Setelah selsai bincang2 dengan Dina, aku call mas Anto ngasi tau Dina mo ikutan ke pulau. Seperti dugaanku, mas Anto gak nolak malah semangat banget. “Kasi tau Dina suru bawa bikini ya”. Pada hari yang elah disepakati, mas Anto ngejemput aku dan Dina dan kita meluncur ke Marina. Dari Marina menggunakan speedboat ke pulau yang dituju. Karena dah booking sebelumnya dan karena juga mas Anto kenal sangat baek dengan pengelola pulau, kami dapet cottage terapung di lokasi yang paling luar. “Wah paling ujung nih mas”, kataku setelah kita sampe di sana. “Iya Nes, kan rasanya kita terapung dikapal, diluar sana cuma laut yang keliatan”.Teras yang menghadap ke laut cukup lebar dan ada dipan besar yang ada matrasnya disitu. Pinter juga mas anto milih cottage yang asik untuk gelut. Cottagenya sendiri isinya minimalis, cuma ranjang besar, seperangkat sofa, credenza dengan tv 21 inch, lemari es dan kamar mandi kecil + shower. Waktu itu sudah menjelang magrib, kami bertiga berdiri berpelukan diteras, mas Anto ditengah memandangi sang surya yang sedang menuju ke peraduannya untuk gelut dengan istrinya he he. Romantis banget de suasananya, karena kita gak ngeliat cottage tetangga kecuali laut dengan suara deburannya yang mengeras karena dah mulai gelap. Berbeda dengan di daratan, malem taun baru dipulau sangatlah sederhana. Para tetamu ngumpul di aula untuk makan malam bersama. Setelah semua selesai makan, kemudian ada home band yang memainkan lagu2 berdasarkan request tetamu, yang mo goyang ya goyanglah bersama pasangannya atawa berkelompok. Suasana hingar bingar karena musik yang sangat keras. Minuman ringan dan berakohol diedarkan, semuanya dah termasuk harga paket yang dibayar tetamu. Waktu berjalan terus, dan tak terasa sudah hampir pada detik pergantian taun. Suasana di aula menjadi makin riuh, sampe akhirnya lampu dipadamkan dan home band memainkan lagu auld lang syne, yang membawa tetamu meninggalkan taun berjalan memasuki taun yang baru. Semua saling berpelukan, ada yang berciuman saling mendoakan agar dalam taun yang baru ini, segala harapan bisa terpenuhi.

Kemudian, yang pengen suasana yang lebih tenang mulai berpasangan meninggalkan aula tempat pesta itu, termauk kita ber3. Saat itu aku dan Dina hanya berbikini ria, seperti halnya para tetamu prempuan laennya. Para tetamu lelaki hanya memakai celana pendek gombrang dan bertelanjang dada. Tamunya campuran, ada orang lokal tapi banyak juga bule dan orang asia laennya. Sehingga berbikini bukan hal yang aneh, lagian kan kita ada di pulau yang nuansa liburan airnya kentel skalee. Kami hanya berjalan sekeliling pulau, bertelanjang kaki, merasakan lembutnya pasir yang kami injak. Mas Anto bikin joke terus2an sehingga suasana menjadi meriah. Kelihatan sekali dia dah pengen banget maen ama Dina yang nampak sangat merangsang dengan bikini minimnya. Memang toket Dina lebih besar dari toketku, kelihatan tak tertampung dalam bra bikini yang sepertinya kekecilan. Demikian cd bikininya yang sangat minim tak dapat menyembunyikan jembutnya yang lebat yang menyeruak dari samping kiri dan kanan pahanya dan sedikit dibagian atas cd itu. Akupun sebenarnya juga pake bikini yang tak kalah minimnya, tapi aku ngerti, karena mas Anto pada kesempatan terdahulu dah menggarap aku habis2an, pastinyalah dia pengen sekali menggarap bodi Dina. Sampelah akhirnya kita dipintu cottage kita. Mas Anto mengajak kita ke teras, aku duduk di kursi gantung sedang mereka berdua duduk merapat di dipan. Aku akan menceritakan apa yang mereka berdua lakukan secara detil seperti biasanya, tanpa melibatkan aku didalamnya.

Mas anto memulai aksinya. Dina dipeluknya. Aku menjadi hangat menonton aksi mereka, tapi aku mesti merelakan Dina untuk mereguk kenikmatan bersama mas Anto yang pertama. Mas anto mulai mengelus2 paha Dina sembari mencium bibirnya. Dinapun menyambut ciuman mas Anto. Tangan mas anto kemudian pindah kepipi Dina, dia sadar rupanya untuk lebih menahan diri, tidak langsung to the point. Dia mau Dina dibuat terhanyut dulu sebelum masuk ke acara utamanya. Dina tersenyum. Merasakan belaian lembut jemari mas Anto di pipinya. mas Anto pun bergerak menyisir leher dan tengkuk Dina. Sampai di punggung, tangan kirinya ikut merangkul Dina dan seketika keduanya sudah berpelukan. Dina membenamkan seluruh tubuhnya ke mas Anto. Pelukannya bahkan lebih kuat dari mas Anto dan pantatnya ia geser mendekat. mas Anto mengangkat wajah Dina perlahan dan mulai menjilati daun telinga Dina. Balasan Dina hanya sebuah erangan manja berikut usapan halus disekujur punggung mas Anto. Tanpa ragu Dina mendekatkan bibirnya menyentuh bibir mas Anto. Halus, lembut dan perlahan penuh perasaan, keduanya saling mengulum bibir xxxxxxxxxannya. Berpagutan dan saling bertukar lidah membuat suasana semakin hangat. “Maas…,” erang Dina. Mas Anto terus mencium Dina penuh kehangatan. Tangannya mulai menggerayangi sisi kiri tubuh Dina dan mulai dengan meraba toket Dina meremasnya pelan dari balik branya. Remasannya ke toket Dina semakin kuat. Tanpa ragu, ia menyisipkan jarinya dari sisi atas branya untuk merasakan langsung lembutnya toket montok itu. Dina mengerang dan berusaha mendekap mas Anto lebih kuat. Tangan mas Anto meremas makin kuat dan semakin ia merasakan betapa kencangnya toket Dina. Kencang, Sembari tangan kanannya meremas toket Dina, dan lidahnya menjilati leher Dina. Tangan kirinya membuka pengait bra di belakang. Sekali terbuka, kedua tangannya menyusup dari bawah dan mengangkat bra Dina melewati leher. Dan sekejab ia langsung bisa melihat toket besar menantang itu langsung di depan matanya. Tak berlama-lama pentil Dina sudah menjadi sasaran mulutnya. Kuluman bibir, gigitan kecil plus sapuan lidah membuat Dina terlonjak tak bisa menahan diri. Badannya menegang setiap mas Anto menghisap pentilnya. Ia bisa merasakan pentil Dina menyentuh telinganya saat ia berusaha membenamkan kepalanya ke sela-sela di antara dua toket tersebut. Erangan pelan mulai terdengar keras keluar dari mulut Dina. Nafas Dina mulai memburu dan matanya terpejam. Mulutnya sedikit terbuka dan setiap isapan mas Anto di pentilnya mengeras, kepalanya terlonjak ke belakang. Tangannya hanya bisa menekan kuat punggung mas Anto. Tak hanya Dina yang terlena, mas Anto pun semakin bernafsu menggarap toket Dina yang menggairahkan itu. Ia menjelahi setiap titik toket Dina tanpa terlewatkan. Dina langsung menggamit lengan mas Anto dan memeluk laki-laki itu dan menempelkan keningnya ke dada mas anto. Ia membimbing tangan mas Anto ke arah selangkangannya. Ia merasakan sendiri sedikit demi sedikit memeknya mulai basah mengalirkan cairan hangat. Ia tahu persis telah dihinggapi nafsu.
mas Anto menyambut bimbingan tangannya dan mulai aktif menggerayangi selangkangannya. Dimulai dengan usapan lembut di atas daerah memeknya yang masih tertutup celana dalam bikininya. Dilanjutkan gosokan sedikit keras yang menekan memeknya. Sekali lagi, saat mas Anto menyentuh paha Dina bagian dalamnya, darahnya berdesir kencang, nafsunya semakin melonjak. mas Anto pun tak mau berlama-lama menunggu. Sekali tarik, ia meloloskan celana dalam bikininya yang membuat Dina telanjang bulat. Tangan mas Anto mulai mengusap-usap itil dan bibir memeknya. Rasanya seperti melayang setiap sapuan jemari mas Anto mengenai memeknya itu. Dipadu permainan lidah di pentilnya, Dina
semakin bernapsu. Lututnya terasa lemas yang membuat mas Anto semakin mudah menjelajahi daerah memeknya karena menjadi terbuka. Tak tahan melakukannya sambil duduk, Dina merebahkan tubuhnya ke dipan. Lututnya ditekuk dan kedua pahanya ia buka lebar-lebar. mas Anto tak menyia-nyiakan bibir memek berwarna coklat muda yang terpampang di depannya. Jembut Dina yang lebat menutupi daerah selangkangannya. Sambil memeluk pinggang Dina dengan tangan kiri, ia mulai memainkan jari kanannya di seluruh permukaan memek Dina. Dia tidak langsung memasukkan jari ke dalam memek Dina. Ia lebih mementingkan usapan di itilnya. Dengan ibu jari dan jari tengah, ia membuka kulit penutup itilnya. Jari telunjuknya mulai meraba-raba permukaan itil yang menyembul berwarna merah muda. Lonjakan pantat Dina terasa kuat setiap ia mengusap itilnya dibarengi erangan keras dari mulut Dina. Dina meremas-remas sendiri toketnya. Ia menahan kenikmatan luar biasa yang dirasakannya.
Puas jemarinya memainkan itil Dina, lidahnya mulai bergabung. Setiap jilatan sanggup membuat Dina menjerit. Kedua pahanya berusaha menjepit kepala mas Anto yang membuat mas Anto semakin ganas memainkan lidahnya. Sesekali permainan itu ia gabung dengan isapan keras itil Dina. Tak usah ditanya reaksi Dina karena dia semakin berisik mengeluarkan erangan dari mulutnya.

mas Anto sudah mengarahkan lidahnya turun menuju memek Dina ketika Dina menahan tubuh mas Anto dan bangkit melepaskan celana gombrang berikut cd nya. satu sorongan ke bawah langsung menjulurkan kontol mas Anto yang sudah mengacung sejak tadi. kini giliran Dina membelai, mencium, menjilat, dan meremas kontol mas Anto. Tak canggung ia menggenggam kontol mas Anto yang mengacung keras. Kedua tangannya mengenggam bersama, terasa besar dan panjang. Satu kocokan, kini giliran mas Anto yang terpaksa memejamkan mata merasakan nikmatnya genggaman tangan Dina. Dari bawah, Dina melirik
ke atas dan tersenyum kepada mas Anto yang berlutut di dipan. Ia paham arti senyum balasan mas Anto. Tanpa berlama-lama lagi, ia lumat kontolnya di dalam mulutnya. Sedikit gigitan, ia jilat seluruh permukaannya yang mengkilat itu. Urat-urat di sekujur kontol mas Anto semakin membuat nafsunya memuncak. Ingin rasanya segera merasakannya gesekan kontol itu di dinding memeknya. mas Anto terengah merasakan isapan dan kulumannya. Di tengah usahanya memasukkan seluruh batang kontol mas Anto kemulutnya, Dina hampir tersedak
karena ujung kontol mas Anto menyentuh pangkal rongga mulutnya sementara di
luar masih tersisa saking panjangnya. Ia semakin bernafsu mengulum kontol ini. Pelan tapi pasti ia keluar masukkan kontol itu di mulutnya. Lidahnya ia sentuhkan ke ujung kontol yang besar itu. Terlihat dari paha mas Anto yang semakin terbuka membuat kontolnya makin mengacung kencang. ketika ia mengulum kontol mas Anto, Dina langsung merasakan rangsangan semakin besar dalam dirinya. Dina mulai menjilati dan mengulum kantung biji pelernya. Selain merasakan nikmatnya kuluman dan isapan Dina, posisi Dina yang merangkak setengah menunduk membuat bongkahan pantatnya menjulang ke atas. Pasti nikmat membenamkan kontolnya ke memek Dina pada posisi doggy sekaligus menggenggam dan mengusap pantat yang padat dan berisi itu.

Dina merasa belum cukup ketika mas Anto menarik lengannya. Tapi, ia mengikuti saja keinginan mas anto dan menyambut kecupan hangat mas Anto di bibirnya. Ia merebahkan tubuhnya sembari menarik mas Anto. mas Anto merebahkan badannya di sisi Dina. Berbaring miring, mas Anto mengisap lagi toketnya. Dina menggeliat ketika jemari mas Anto mulai bermain lagi di sekitar memeknya. Kali ini usapannya sedikit keras dan cepat menggosok itilnya. Dina makin menggelinjang menerima perlakuan mas Anto. Di tengah lonjakan-lonjakan kecil menikmati permainan mas Anto, tiba-tiba ia merasakan sekujur tubuhnya seperti melayang. Tubuh sempat terbujur kaku sejenak dan berikutnya terlonjak-lonjak demikian kuat yang semakin lama semakin melemah frekuensi dan intensitasnya. Matanya terpejam, ia baru saja merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa. Liang memeknya pun terasa berdenyut lebih kuat dan saat semuanya belum mereda, mas Anto sudah menindih tubuhnya.

Ia bisa merasakan bobot tubuh mas Anto terutama di bagian bawah pinggangnya. Tangan mas Anto sudah tegak di sisi toket Dina menopang badannya sendiri. Ia bisa merasakan bagian tubuh bawah mas Anto bergerak-gerak berusaha mengarahkan acungan kontolnya. Dina pun langsung meraih kontol besar itu dan membimbingnya ke memeknya. mas Anto tersenyum dan Dina membalasnya dengan senyuman manis diiringi anggukan penuh kepasrahan. Terasa mas Anto mendorong kuat pantatnya dan Dina juga bisa merasakan rengsekan batang kontol mas Anto di dinding memeknya. Sungguh halus dan penuh perasaan mas Anto memasukkan kontolnya ke memek Dina. Perlahan cairan di dalam memek melumasi permukaan kontol mas Anto. mas Anto melakukannya tanpa terburu-buru dan tanpa memaksa. Setelah masuk kepalanya, ia menarik kembali kontolnya sedikit dan membenamkannya lagi sampai akhir seluruh kontolnya dilumat memek Dina. Sodokan pertama kontol tersebut masuk seluruhnya sanggup menyentuh bagian terdalam memek Dina. Dina pun merasakan sekali lagi kenikmatan luar biasa itu. Apalagi, mas Anto tidak langsung memompa pantatnya cepat-cepat dan keras. Pertama masuk penuh, ia menahannya dan memandangi wajah Dina dan kali ini ditambah sebuah kecupan mesra. Dina seperti diawang-awang diperlakukan seperti itu. Setelah itu, mulailah mas Anto menggerakkan pantatnya mengangkat dan menekan yang membuat kontolnya keluar masuk bergesekan dengan liang memek Dina. Hangat dan lembut bisa mas Anto rasakan lewat sekujur kontolnya dari dalam memek Dina.

Dina menyambut setiap gerakan mas Anto dengan jepitan dan gerakan kecil pantatnya. Dari mulutnya keluar erangan yang semakin lama semakin keras dan cepat berirama. Melihat Dina terpejam dan mengerang semakin lama semakin keras dan cepat berirama sambil mendongakkan kepala membuat mas Anto makin bernafsu. Dina semakin seksi dalam kondisi seperti itu. Lehernya yang putih dan guncangan kuat pada toketnya membuat mas Anto semakin ingin membenamkan kontolnya dalam-dalam di memek Dina. Apalagi setiap ujung kontolnya menyentuh pangkal memek Dina. Rasanya sungguh tiada tara. Derit dipan mulai terdengar seiring semakin kuatnya sodokan mas Anto. Semakin kuat dan cepat sodokan mas Anto membuat Dina merasakan lagi desakan rasa luar biasa yang akan tiba. Ia hanya bisa mencengkram punggung mas Anto keras-keras ketika desiran itu semakin kuat dan mencapai puncak. Kepalanya benar-benar mendongak ke atas hingga kedua bola matanya hanya terlihat tinggal putihnya. Setelah sampai, sekali lagi ia merasakan tubuhnya ringan dan aliran darah mengalir deras ke arah memeknya. Dinding memeknya berdenyut kuat hingga mas Anto juga bisa merasakannya. mas Anto langsung menghentikan gerakannya membiarkan kontolnya merasakan cengkraman kuat yang terjadi hanya beberapa detik itu. Tindakan mas Anto juga membuat Dina merasakan kenikmatan luar biasa. Kali ini terasa lebih nikmat karena denyutan memeknya tertahan kontol mas Anto yang sedang membenami memeknya itu. maas…,nikmat sekali…,” Dina memeluk mas Anto kuat-kuat dan menciumi pipi dan pundak laki-laki itu. Sekali lagi mas Anto tersenyum membalas Dina. “Enak?” “Banget!” Jawab Dina singkat dan tegas. “Gaya lain…?” Dina langsung mengangguk dan menunggu aba-aba mas Anto gaya apa yang diinginkan mas Anto.

mas Anto membalik badan Dina dan mengangkat badan bagian bawah Dina dengan memeluk pinggang dari belakang. Dina langsung berdebar-debar begitu tahu mas Anto ingin melakukan gaya doggy. Missionari saja sudah sanggup mencapai pangkal memeknya, apalagi doggy. Tak menunggu lama mas Anto langsung memasukkan kontolnya. Dina menunduk sambil menggigit bibirnya merasakan seluruh kontol mas Anto terbenam makin dalam di memeknya. Pantatnya terangkat tinggi yang membuat mas Anto semakin tak bisa mengendalikan birahinya. Kali ini mas Anto langsung mendorong dengan cepat dan Dina mengikuti irama dengan mendorong pantatnya ke belakang. Keduanya sama-sama merasakan kenikmatan yang lebih dalam. Masuk hitungan belasan menit menyodok memek Dina, belum ada tanda-tanda dorongan mas Anto melemah. Sebaliknya justru makin kuat, membuat Dina makin bernafsu. Tetesan peluh mulai membasahi keduanya, namun baik Dina dan mas Anto justru makin bersemangat. Dina, yang bisa dua kali beruntun merasakan kenikmatan puncak saat disodok mas Anto dari belakang justru semakin ingin merenguk terus kenikmatan itu. Pantat dan pinggangnya makin bergerak liar membuat mas Anto tak mampu menahan lenguhannya.

Tiba-tiba ganti Dina yang berinisiatif. Ia lepaskan kontol mas Anto dari memeknya dan mendorong mas Anto sampai terlentang. Ia langsung memanjat tubuh mas Anto dan duduk di atas acungan kontol mas Anto yang masih kokoh berdiri. Melihat Dina bergerak naik turun, mas Anto tak kuasa untuk tidak meremas toketDina yang terguncang-guncang. Telapaknya yang besar berusaha meraup seluruh permukaan toket itu, tapi tidak pernah berhasil. Remasannya makin kuat membuat Dina makin mempercepat gerakannya.Sekali lagi Dina harus mengaku kalah. Karena meski ia telah mencoba berbagai goyangan yang dipadu dengan gerakan naik turunnya, justru ia yang kembali merasakan desakan kenikmatan dari liang memeknya. Dina langsung ambruk menindih mas Anto yang sudah siap menerimanya dengan pelukan mesra dan kecupan hangat di ubun-ubunnya. “Mas kuat banget…” “Kamu di bawah lagi ya…?” Dina mengangguk lemah dan menggulingkan badannya ke sisi kanan mas Anto.

Sebelum mas Anto memasukkan lagi kontolnya ke memek Dina, Dina memasukkan kontol tersebut ke mulutnya. Puas mengulum dan menjilati kontol yang dipenuhi lendir sisa persetubuhan mereka, Dina kembali merebahkan dirinya dan menyuruh mas Anto memulai lagi aksinya. mas Anto langsung bergerak dan dorongan seperti saat pertama mereka memulainya yaitu perlahan dan terus semakin lama semakin kuat dan cepat. Dina sudah pasrah kalau ia harus sekali lagi merasakan orgasme, tapi baru ia berpikirbegitu, tiba-tiba sodokan mas Anto terasa lebih keras dari sebelumnya. Sesaat kemudian mas Anto mengerang panjang dan menyodokkan kontolnya sangat kuat beberapa kali. Dina pun bisa merasakan hangatnya muncratan peju mas Anto di dalam memeknya. mas Anto masih terus menyodok terputus-putus dan semakin melemah. Peju mas Anto juga Dina rasakan mengalir keluar setiap mas Anto menyodokkan lagi kontolnya. Setelah benar-benar selesai, mas Anto pun ambruk menindih Dina. Dina mengusap lembut kepala mas Anto penuh kehangatan. “Puas maas…?” mas Anto hanya mengangguk. Badannya terasa lemas. “Din, nikmatnya banget2 deh…”
“Mas juga hebat. Bisa bikin Dina kelojotan berkali2 baru ngecrot….” mas Anto mengeratkan rangkulannya pada Dina. Dina pun membalasnya diikuti kecupan di bibir.

Aku bertepuk tangan mengiringi berakhirnya ronde pertama ntara Dina dan mas Anto. aku mesti menunggu mas anto untuk bangkit lagi dan mulai ronde ke2 dengan aku. “Gimana Din”, tanyaku ke Dina. “Luar biasa Nes, baru sekali ini aku dientot sampe berkali2 klimax baru lelakinya ngecrot. Kuat banget ya mas Anto. Sekarang giliran kamu ya Nes, aku lemes banget de, mo istirahat aja, besok dilanjutin aja. Gak rugi deh aku ikut kamu ke pulau bareng mas Anto, makasi banget ya Nes”. Dina langsung membersihkan diri di kamar mandi, kemudian dia terkapar diranjang, mungki lemes banget ya. Mas Anto mengambil energy drink 2 botol dari lemari es, dicampur dengan es batu dalam gelas, dan ditenggak langsung abis segelas. “Cape ya mas”. “Biasa aja Nes, abis ini kan giliran kamu. Biar Dina istirahat dulu aja”. Luar biasa stamina ni orang, gak ada matinya. Mungkin karena keseringan berendem dilaut kaliya (apa hubungannya ya he he).

“Nes kamu napsuin banget, jadi keinget tempo kita maen dipulau pertama kali ya, sekarang lebih nikmat, soalnya ada Dina lagi”, kata mas Anto yang bertelanjang bulat, sembari berbaring didipan yang sudah berantakan akibat pergumulannya dengan Dina barusan. kontol besarnya masih dalam kondisi lemes. Aku duduk disebelahnya, segera aku ditariknya hingga terbaring disebelahnya. Dan yang kurasakan berikutnya adalah bibirnya yang langsung mencium bibirku dan melumat. Aku tergagap sesaat sebelum aku membalas lumatannya. Aku merasakan lidahnya menyusup ke dalam mulutku. Dan reflekku adalah mengisapnya. Lidahnya menari-nari di mulutku. Napsuku cepet sekali naik, apalagi setelah menyaksikan live show antara Dina dan mas Anto barusan. Sambil melumat, tangannya juga merambah tubuhku. Kurasakan remasan jari kasar pada toketku yang masih terbungkus bra bikini Aku menggelinjang. Menggeliat-geliat hingga pantatku terangkat naik dari matras karena rasa nikmat yang luar biasa. Bibirnya melumatku, dan aku menyambutnya dengan penuh napsu. Dirangkulnya tubuhku, bibirnya lebih menekan lagi. Disedotnya lidahku, sekaligus juga ludahku. Kemudian tangannya kembali meremasi kedua toketku, dan dilepaskannya ikatan braku. Ganti bibirnyalah yang menjilati dan mengemut toket dan pentilku. Aku nggak mampu menahan gelinjang ini, rintihan keluar dari mulutku. Tangannya turun untuk meraih g stringku (cd bikiniku model g string sehingga lebih minim dari cd Dina). Aku makin tak mampu menahan napsu saat jari-jari kasar itu merabai bibir memekku dari luar g string dan kemudian mengilik itilku. Aku langsung merasa melayang karena kenikmatan itu. Jarinya meraih memekku melalui samping g stringku. Aku rasakan ujung jarinya bermain di bibir memekku. Cairan memekku yang sudah mengalir sejak tadi menjadi pelumas untuk memudahkan masuknya jari-jarinya ke memekku. Dia terus menggumuli tubuhku dan merangsek ke ketiakku. Dia jilati dan sedoti ketiakku. Dia menikmati rintihan yang keluar dari bibirku. Dia nampaknya ingin memberikan sesuatu yang lain dari yang lain. Sementara jari-jarinya terus mengilik memekku. Dinding-dindingnya yang penuh saraf-saraf peka dia kutik-kutik, hingga aku serasa kelenger kenikmatan. Dan tak terbendung lagi, cairan memekku mengalir dengan derasnya. Yang semula satu jari, kini disusulkan lagi jari lainnya. Kenikmatan yang aku terimapun bertambah. Dia tahu persis titik-titik kelemahanku. Jari-jarinya mengarah pada G-spotku. Dan tak ayal lagi. Hanya dengan jilatan di ketiak dan kobokan jari-jari di memekku, dia berhasil membuatku nyampe. Kepalanya kuraih dan kuremasi rambutnya. Kupeluk tubuhnya erat-erat dan kuhunjamkan kukuku ke punggungnya. Pahaku menjepit tangannya, sementara pantatku terangkat agar jarinya lebih melesek ke memekku. Aku berteriak histeris. Kakiku mengejang menahan kedutan memekku yang memuntahkan cairan bening. Keringatku yang mengucur deras mengalir ke mataku, ke pipiku, kebibirku. Kusibakkan rambutku untuk mengurangi gerahnya tubuhku. Saat telah reda, kurasakan tangannya mengusap-usap rambutku yang basah sambil meniup-niup. Dia eluskan tangannya, dia sisir rambutku dengan jari-jarinya. Hawa dingin merasuki kepalaku. “Nes, kamu liar banget deh. Istirahat dulu ya. Aku ambilkan minum lagi”, dia mengambilkan minuman. Aku dibawakan kalengan coca cola, dibukakan dan diberikannya kepadaku. Segera kuminum coca cola itu sampe habis. Sementara aku masih terlena di dipan dan menarik nafas panjang sesudah nyampe tadi, dia terus menciumi dan ngusel-uselkan hidungnya ke perutku. Bahkan lidah dan bibirnya menjilati dan menyedoti keringatku. Tangannya tak henti-hentinya merabai selangkanganku. Aku terdiam. Aku perlu mengembalikan staminaku. “Masih capek Nes”, bisiknya. “Nggak kok. Lagi narik napas saja. Tadi nikmat banget yaa padahal mas belum apa-apa. Baru di utik-utik saja Ines sudah kelabakkan”, jawabku. dia menarik lepas g stringku sehingga sekarang kita berdua sudah bertelanjang bulat.

Aku mendorong tubuhnya hingga terbaring di matras. kontolnya yang sudah keras
lagi, kugelitik dengan rambutku. Kemudian kepala kontolnya kubasahi dengan ludahku. Kuratakan ludah dengan jariku. Dia menggeliat kegelian. Dengan lembut kuusap seluruh permukaan kepala kontolnya yang besar, dia melenguh karena nikmatnya. Kugenggam pangkal kontolnya dan kepalanya yang basah mulai kujilati. Diujung kepalanya ada setitik cairan bening. Sambil menjilati cairan bening itu, kontolnya kukocok turun naik. Terasa agak asin. Dengan lidah kujilati kepala dan leher kontolnya, semua daerah sensitif kujelajahi dengan lidah. Akhirnya kepalanya kuemut dan kukeluar masukkan ke dalam mulutku. Perutnya kuelus2, dia meremas2 rambutku. Aku terus saja mengisap kontolnya. kontol yang gede, panjang, kepalanya yang bulat berkilatan. kepalaku dielus-elusnya. Dan dia menyibakkan rambutku agar tidak menggangu keasyikanku. Dengan penuh semangat aku terus mengulum kontolnya. “Nes, nikmat banget emutanmu”, erangnya. “Kamu pinter banget siihh”. Aku terus memompa dengan lembut. Berkali2 aku mengeluarkan kepala kontol itu dari mulutku. Aku menjilati tepi-tepinya. Pada pangkal kepala ada alur semacam cincin atau bingkai yang mengelilingi kepala itu. Dan sobekan lubang kencingnya kujilati habis-habisan. “Nes, nikmatnya aah”, kembali dia mengerang.

Rupanya dia tak tahan dengan rangsanganku, aku ditariknya dari kontolnya, dibaringkannya dan kembali mulutnya mengarah ke memekku. Dengan lembut dia menjilati daerah sekeliling memekku, pahaku dikangkangkan supaya dia mudah mengakses memekku. “aah”, ganti aku yang melenguh keenakan. Lidahnya makin liar menjelajahi memekku. Bibir memekku dikuakkan dengan jarinya dan kembali itilku yang menjadi sasaran lidahnya. Aku makin menggelinjang gak karuan. Napasku menjadi gak teratur, “Ines dientot dong”, erangku. Dari memekku kembali membanjir cairan bening. Dia menjilati cairan itu.

Badannya kutarik, dia segera menempatkan kontol besarnya di bibir memekku. Pelan2 dimasukkannya sedikit demi sedikit, nikmat banget rasanya kemasukan kontol yang gede banget. Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk, mula2 pelan dan makin lama makin cepat sehingga dengan satu hentakan keras, kontolnya sudah ambles semuanya di memekku, “Aah”, erangku lagi. Dia terus saja mengenjotkan kontolnya dengan keras dan cepat, sehingga akhirnya memekku makin berdenyut mencengkeram kontolnya dengan keras. “Terus mas, cepat, Ines mau nyampe, aah”, erangku dengan liar. Dia terus saja mengenjotkan kontolnya sampe akhirnya, “Aah, Ines nyampe…”, kembali aku berteriak. Dia menghentikan enjotannya. Kembali aku dibelai2 dan bibirku diciumnya dengan mesra. “Nikmat banget deh mas,” kataku.

Dia mencabut kontolnya dan minta aku nungging Segera ditancapkannya kembali kontolnya di memekku dari belakang. Pinggulku dipeganginya sambil mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat, rasanya kontol panjangnya masuk lebih dalam lagi ke memekku, nikmat banget rasanya. Dia rupanya ingin merasakan macem2 gaya ngentot, segera dia telentang dan minta aku yang diatas. Aku menancapkan kontolnya dimemekku dan kuturunkan tubuhku sehingga kontolnya kembali ambles di memekku. Aku menggerakkan pinggulku turun naik dan juga dengan gerakan memutar. Dia meremas2 toketku dan memlintir pentilku. Aku membungkukkan badanku sehingga dia bisa mengemut pentilku, sesekali digigitnya pelan, aku menjerit2 karena nikmatnya. “Nes, aku dah mau ngecret”, katanya sambil terus meremes toketku. “Ngecretin didalem aja mas, biar lebih nikmat”, jawabku sambil terus menaik turunkan pinggulku mengocok kontolnya yang ambles di memekku. Aku kembali membungkuk, kali ini bibirnya kucium dengan ganas. Dia memegangi pinggangku. Gerakan pinggulku makin cepat, aku juga merasa akan nyampe lagi. memekku terasa berdenyut2, “Mas, Ines mau nyampe juga, bareng ya mas”, kataku terengah. Terus kugerakan pinggulku naik turun dengan cepat sampe akhirnya pejunya muncrat menyembur2 didalam memekku. Bersamaan dengan ngecretnya dia, akupun nyampe kembali. “Nikmatnya..”, erangku. Aku menelungkup lemas dibadannya, dia memelukku dan mengecup bibirku, sementara kontolnya masih nancap di memekku. “Ines lemes banget, tapi nikmatnya luar biasa”, kataku. “Kita kekamar yuk”, katanya. Dia mendorongku bangun sehingga kontolnya tercabut dari memekku. Kita segera pindah ke kamar. Tanpa membersihkan diri lagi, aku terkapar disebelah Dina yang sudah tertidur. Gak lama kemudian akupun terlelap.

Kami terbangun sudah siang, lama juga kami tertidur akibat kerja keras lewat tengah malam. Kami segera membersihkan diri, mengenakan kembali bikini, mas Anto make celana gombrongnya, dan kami ke kamar makan untuk sarapan. Di kamar makan, kami jumpa dengan seorang laki2, seumuran dengan mas Anto. Dia cuma make celana gombrong juga. “Kenalin ini temen aku, Frans. Kalian boleh manggil dia om Frans. Dia seneng dipanggil om soalnya”, kata mas Anto sambil tertawa. Kami bersalaman. “Wah To, beruntung sekali kamu, ditemenin 2 bidadari seksi kaya gini. Mbok aku dipinjemi satu”, kata om Frans sambil matanya tajam menatap aku. “Nes, kayanya om Frans naksir ama kamu de, tu ngeliatin kamu kaya gitu. Kamu nemenin om Frans ya, biar Dina sama aku”. Aku tau maksud mas Anto, dia mana puas cuma nggarap Dina sekali, pasti dia pengen cuma berdua Dina aja. Aku setuju2 aja, karena om Frans juga gak kalah gantengnya dengan mas Anto. Om Frans baru sampe di pulau pagi ini, mau santai aja katanya ketika aku tanya ngapain dia ke pulau. Dia juga trainer untuk snorkeling dan diving seperti mas Anto, malah katanya dia lebih senior dari mas Anto. Senior maksudnya lebih ahli lo, bukan seneng istri orang, he he. Setelah makan, kami berpisah. Aku diajak om Frans bersantai di pool kecil. “Kamu seksi banget deh Nes, toket kamu besar dan kenceng, kaya Farah Quinn aja”. “Siapa tu Farah Quinn?” “Farah itu presenter acara masak di salah satu tv swasta. Orangnya kecil imut tapi toketnya gede banget, kaya kamu gini”. “Napsu dong om ngeliatnya”. “La iya lah, impoten kali kalo ngeliat kamu seksi gini tapi gak napsu. Jembut kamu lebat banget, om suka banget ama prempuan yang jembutnya lebat. Napsunya gede”. Aku hanya tersenyum mendengar sanjungannya. “Kita ke cottageku aja yuk Nes”. “Om dah gak nahan napsunya ya”. Aku digandengnya menuju ke cottage, posisi cottagenya dekat dengan jalan setapak, memang karena baru dateng pagi ini, dia gak bisa milih lokasi seperti mas Anto, bagus juga masih dapet cottage karena ada tamu yang cek out pagi ini.

Di cottage, aku dipeluknya dan langsung aja om Frans mencium bibirku. Aku menyambut ciumannya. Kami saling berciuman dengan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yang memulai, aku dan dia saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah. Kami berbaring di ranjang. Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangannya mulai beralih dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir. Mataku terpejam. Kembali dia melepas bibirnya dari bibirku. satu tangannya masih terus membelai pahaku, akupun terbaring pasrah menikmati belaiannya. Dia mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai memekku. “Mmhh.. ” desahku disela2 ciuman panas kami. Dari mencium bibirku, lidahnya mulai berpindah ke telinga dan leherku, dan kembali lagi ke bibir dan lidahku.Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi semakin bernapsu, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba2 toketku, pentilku yang saat itu sudah tegak mengacung dibalik bra bikiniku digesek2nya. Segera saja uraian pengikat bra bikiniku diurainya hingga terlepas. Diciuminya toketku, kemudian mulai menjilati pentilku. “Ooohh.. sshh.. aachh.” desahku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek pentilku yang terasa sangat peka. Dia menjilati dan menghisap toket dan pentilku di sela-sela desah dan rintihku yang sangat menikmati gelombang rangsangannya. Dia melepas pentilku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku, dan mulai menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku yang masih tertutup g string. G string itupun mengalami nasib yang sama seperti bra, segera uraian pengikat dikiri kanan pinggangku ditariknya sehingga terlepas, berbugillah aku dihadapannya. jilatannya segera melibas bibir memekku. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah mexxxxxxxxxan gejolak napsu. Dia mengalihkan jilatannya kejembutku yang telah begitu basah penuh lendir memekku. “ohh..” lenguhku. Lidahnya melalap memekku dari bawah sampai ke atas, menyentuh itilku. Dia menghentikan jilatannya dan berlutut di depanku. memekku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut. Lidahnya kembali menjilati memekku. Ujung lidahnya kembali menelusup masuk ke memekku. Rambutnya segera kuremas2 dan kutekankan kepalanya supaya lidahnya lebih masuk lagi ke memekku. Pantatku menggelinjang naik keatas. Dia terus saja menggarap memekku, pahaku dipeganginya erat2 sehingga aku sulit untuk bergerak2, aku hanya bisa mendesah2 kenikmatan. Rupanya desahanku merangsang napsunya sehingga segera dia melepaskan memekku dan membuka celana gombrongnya. kontolnya yang gak kalah besarnya dengan kontol mas Anto sudah sangat keras, siap mengobrak abrik memekku.

Dia membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu di turunkannya pantatnya dan menuntun kontolnya ke bibir memekku. Terasa sekali kepala kontolnya menembus memekku.”Hngk! Besaar..sekalii,” erangku. Tanpa terburu-buru, dia kembali menjilati dan menghisap pentilku yang masih mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya pada pentilku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap pentilku, nikmat banget rasanya, sementara setengah kontolnya bergerak perlahan dan lembut menembus memekku. Dia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan, membuat lendir semakin banyak meleleh di memekku, melicinkan jalan masuk kontol berototnya ini ke dalam memekku tahap demi tahap. Lidahnya yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu pentil ke pentil yang lain. “Ouuch.. sshh..aachh.. teruuss.. masukin kontol om yang dalaam..! oouch.. nikmaatnya!” erangku. Seluruh rongga memekku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding memekku digesek kontolnya yang keras dan besaar. Akhirnya seluruh kontolnya yang kekar besar itu tertelan kedalam memekku. Terasa bibir memekku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas pentilku, dia mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan, “..oouch…niikmaat!!” aku pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin tersengal2 diselingi desah desah penuh kenikmatan. “hh..sshh.. hh.. oohh..suungguuhh.. niikmmaat.” lidahnya kembali menari di pentilku. Aku benar benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. kontolnya yang dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot memekku dan menggesek dinding memekku yang mencengkeram erat. Hisapan dan jilatannya pada pentilku pun semakin cepat dan bernapsu. Seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan. Desahanku sudah berganti dengan erangan liar, “Ahh.. Ouchh.. entotin Ines terus, genjot habis memek Ines..!! genjoott.. kontol om sampe mentok..!!” Ooohh.. bukan main enaknya ngeentoot sama om..!!” mendengar celotehanku, dia berubah menjadi semakin beringas, kontolnya makin cepat dienjotkan keluar masuk memekku. Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku “Ngghh..nghh .. nghh.. Ines mau nyampe..!!” pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku, dia mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan kontolnya dalam2 dengan memutar mutar keras sekalii. itilku yang sudah begitu mengeras habis digencetnya. “..aacchh.. niikmaatnya.. tekeen.. teruuss.. itil Ines..!!” Akhirnya aku nyampe, kupeluk tubuhnya erat sekali. wajahnya kuciumi sambil mengerang2 dikupingnya sementara dia terus menggerakkan sambil menekan kontolnya secara sangat perlahan. Tubuhku yang terkulai lemas dengan kontolnya masih di dalam memekku yang masih berdenyut-denyut. Tanpa tergesa-gesa, dia mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan erat. Ia sama sekali tidak menggerakkan kontolnya yang masih besar dan keras di dalam memekku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang terengah-engah.

Setelah aku kembali “sadar” , aku pun mulai membalas ciumannya, sehingga om Frans kembali memainkan lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Napsuku kembali terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan kontolnya pada dinding memekku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar. Genjotan kontolnya pada memekku mulai cepat, kasar dan liar. Lalu dia memintaku untuk berbalik, sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas “Masukin kontol gede om dari belakang kelobang memek Ines..” Dia pun menatap bokongku. Sambil memegang kontolnya disodokannya ketempat yang dituju ”Bleess..” ..Ooohh. teruss.. yang..dalaam..!”! terasa besar dan panjang kontolnya menyodok memekku, terasa sekali gesekannya di memekku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging ini. Dia menggarapku dengan penuh napsu, tubuhku kuayun- ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga kontol yang besar dan panjang itu lenyap tertelan memekku. “Hngk.. ngghh..Ines mau nyampe lagii.. aargghh..!!” aku melenguh panjang, aku nyampe lagi. Kudorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan kontolnya yang besar sedalam-dalam2nya di dalam memekku, terasa memekku berdenyut2 mengempot kontol besarnya. Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukannya yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun dia menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan.

Om Frans memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas. “Nes om belum ngecret..! Tolong isepin kontol om dong..!” tanpa sungkan lagi kuemut kontolnya, kujilati biji pelernya, bahkan selangkangannya ketika kulihat dia menggeliat geliat kenikmatan, “..Ohh Nes.. nikmat sekalii.. teruss .. lumat kontol om, iseep yang daleemm.. ohh..” dia mengerang penuh semangat membuatku semakin gairah saja mengemut kontolnya yang besar. Untuk makin merangsang dirinya aku merangkak dihadapannya tanpa melepaskan kontolnya dari mulutku, kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak2 kebelakang. Benar saja melihat gerakan erotisku dia makin mendengus2. Emutanku makin beringas, kontol yang besar itu yang menyumpal mulutku, kepalaku naik turun cepat sekali, dia menggelinjang hebat. Akhirnya kurasakan memekku ingin melahap kembali kontolnya yang masih perkasa ini, dengan cepat aku lepas kontolnya dari mulutku langsung aku merangkak ke atas tubuhnya kuraih kontolnya lalu kududuki sembari kutujukan ke memekku. Bleess..”..Ooohh..Nes..masuukin kontol om semuanya..!!” dia mengerang. Kuputar-putar pinggulku dengan cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan keras sehingga kontol yang besar itu melesak dalaam sekali.. “..aachh.. Nes..putaar..habiisiin kontol om.. eennakk.. sekaallii..!!” gilirannya merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya. Kugenjot bahkan sambil menekan keras sekali pantatku. kontolnya kugenjot dan kupelintir habis, bahkan kukontraksikan otot2 memekku sehingga kontol yang besar itu terhisap dan terkenyot didalam memekku. Dia menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, kutekan lagi pantatku lebih keras, kontolnya melesak seluruhnya bahkan jembutnya sudah menyatu dengan jembutku, itilku tergencet kontolnya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, biji pelernya kuraih dan kuremas-remas, “..Ooohh.. aachh.. yeess. Nes”, dia membelalakan matanya. Lalu dia bangkit, dengan posisi duduk ia mengemut toketku. tubuhku semakin panas, kubusungkan kedua toketku. “Emut pentil Ines.. dua. duanya….yeess..!! sshh.. …oohh..!! erangku. “..Ooohh.. Nes.. nikmatnya bukan main posisi ini..! kontol om melesak dalam sekali menembus memekmu..!” dia mendengus2. Kurasakan kontolnya mengembung pertanda pejunya setiap saat akan meletup, “..Ohh.. sshh..aahh.. keluaar.. bareeng..ya”, erangku lagi. “..iya..Nes, om…udah mau ngecret”. Tubuhku mengejang ketika kurasakan semburan dahsyat di dalam memekku, “..aachh. jepiit kontool om.. yeess.. sshh..oohh..nikmaatnya.. memekmu Nes” dia mengecretkan pejunya di dalam memekku, terasa kental dan banyak sekali. Akupun menggelinjang hebat, “..Nggkkh..sshh.. uugghh.. teekeen kontol om.. sampe mentookkhh.. aarrgghh..!! Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai kontolnya, pantatnya, pinggangnya bahkan dadanya yang kekar kupeluk erat sekali. Seluruh pejunya kuperas dari kontolnya yang sedang terjepit didalam memekku. Nikmatnya sungguh luar biasa. Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, tubuhku terasa lemas sekali. “Kamu masih abg tapi udah pengalaman banget ngempot kontol ya. Nes, kamu sering dientot om om ya”, katanya. “Ngentot sama kamu yang paling nikmat deh Nes katimbang cewek2 lainnya, empotan kamu kerasa banget. Kamu nemenin aku sampe besok ya Nes, biar Anto balik hari ini ma temenmu itu”. Aku hanya tersenyum kelelahan.

Session 2
Kali ini, yang diceritakan adalah Eva, salah satu tokoh dalam cerita sebelumnya. Ketika itu sehabis acara dugem selesai, kami ber4 beranjak pulang, saat itu sudah hampir subuh. Ada seorang
lelaki, yang belakangan kuketahui bernama Bang Deni menyusul kami keluar diskotik. “Masih sore gini mo pada kemana, mending juga kita cari tempat yang lebih private untuk berasik ria. Ada temen2 ku yang siap berasik ria kalo kalian minat.” Kami ber4 saling berpandangan. “Gimana, pada minat gak, kamu
gimana Va”, tanya Ratih, kepala geng kami ber4 pada teman2ku. Aku yang statusnya masih lajang jadi terdiam. Veni, kakakku langsung nimbrung, “Kamu kan dah sering kan maen ama cowok kamu”. “Kok kakak tau sih”, jawabku. “Ya ok deh”, jawabku. “Temen2 pada ok tu bang sama sarannya, temen2nya ok2
gak?” kata Ratih lagi kepada bang Deni. “Perkenalkan aku Deni”, katanya sambil mengulurkan tangannya. Kami saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri. “aku panggil temen2ku deh ya”. Temen2 bang Deni ok2 semuanya, ganteng2 dan atletis bodinya. aku sendiri mah lebih tertarik sama
bang Frans, srek sekali aku liat dia, paling ganteng dan atletis skali orangnya, seperti olahragawan gitu. Akhirnya kami berpencar dengan pasangan masing2. Frans mengajak aku apartmen, katanya sih temennya punya. “Emangnya temen abang gak ada di apartmen”. “Belon pulang kali Va”, jawabnya.
Aku duduk di sofa, dia duduk disebelahku. “Va, kamu paling cantik deh diantara ber4, kamu yang paling muda ya”. “Iya bang, yang lain kan udah janda”. “Kok kamu bisa berteman dengan janda2 itu, emangnya kamu dah janda juga”. “Eva mah blon nikah bang. Salah satu dari 3 janda itu kan Veni, kakak Eva”. “Kalo kawin udah dong. Suka ikutan ya sama mereka nyari lelaki, kan janda2 juga butuh pelampiasan”. “Ah enggak bang, ini karena malem taun baru aja, makanya Eva ikutan, daripada bengong nepokin nyamuk”. “emangnya blon punya pacar, masak seh”. “Ada sih, cuma dia lagi keluar kota, gak sempet pulang, paling baru lusa dia balik lagi”. “Ngapain, kok malem taun baru ceweknya ditinggal2?. “Ada proyek yang mesti dia kerjain, tanggal 2 dah mesti run, jadi terpaksa deh gak bisa malem taun baruan sama Eva”. “Ya udah, ngabisin malem taun barunya sama aku aja ya”.

Tiba2 dia mencium bibirku. Aku kaget juga karena serangan mendadaknya, tapi langsung saja kusambut ciumannya. kubuka mulutku dan dia langsung menyapu langit-langitku, kami berpagutan, saling balas. Sambil menciumnya, tanganku melingkari badannya dan kupeluk dia, sementara dia meremas toketku dari luar. Baju ketat yang kupakai membuat toketku tercetak dengan jelas dan menunjukkan kemontokkan toketku, dengan kedua tangannya ia terus meremas kedua toketku dengan penuh nafsu tanpa melepas ciumannya. Aku mendesah tertahan karena merasakan nikmat yang tak terkira. tubuhku dilanda fantasi nikmat yang membuat libido ku naik. Remasannya yang kadang cepat dan melambat itu membuat nafsuku makin naik dan tak terkendali. dia melepas ciumannya tapi tidak menghentikan remasannya. Kini aku merapat ke dia sehingga tubuh kami sangat dekat, hal ini membuat dia makin mudah meremas toketku. dia sangat pintar dalam mempermainkan nafsuku, ia meremas toketku dengan keras tapi kemudian melambat, lalu cepat lagi. Nafsuku pun naik turun dan meledak-ledak tak karuan. Aku sangat menikmati remasannya sehingga membuatku mendesah tak karuan.
“Umhh…uhh..uhhh…enak..bang…uhhhhh…teruss.. u hh”. Desahanku makin membakar nafsunya. Ia menyeretku ke kamarnya, ia melepas semua pakaiannya hingga telanjang. batangnya sudah menegang pada ukuran maksimalnya. Ia menyuruhku untuk menyepong batangnya. Langsung saja kukulum batangnya yang besar itu. Mula-mula kusapu ujungnya dengan lidahku sambil kukocok pelan dengan tangan kiriku. “ahh..ahh…isep Va,” katanya mendesah nikmat. Kumasukkan batangnya kedalam mulutku
lalu kuhisap sehingga pemiliknya merem-melek keenakan. Tak seluruhnya batang itu masuk kedalam mulutku. Dengan tangan kananku, kukocok batangnya yang tak masuk kedalam mulutku. kuisap batangnya itu lalu kumaju-mundurkan batangnya itu kedalam mulutku. ”ah..uh..uhh..enak Va…kamu jago nyepong yah…” dia mendesah keenakan. Terus kuisap batang itu dan kumasukkan kedalam mulutku dan terus kukocok batangnya yang tak masuk kedalam mulutku. ”ahh..ahh..enak..” dia terus mendesah menahan nikmatnya disepong. Tampaknya dia sudah akan orgasme, batangnya berkedut-kedut dalam mulutku, lalu sebuah lenguhan panjang keluar dari mulutnya, tangannya menahan kepalaku sehingga batangnya masuk lebih dalam lagi, bersamaan dengan itu pejunya menyembur memenuhi mulutku, langsung kutelan pejunya dan kubersihkan batangnya dari sisa-sisa pejunya. dia menarik batangnya keluar dari mulutku. Tiba-tiba aku mendengar suara. ”wah..wah..kupikir siapa..Frans..kau gak bilang-bilang sih…” Aku sangat kaget tenyata ada yang melihatku saat aku mengulum batangnya.
“kenalin, ini Ari, temenku. Ini Eva”. Aku berjabat tangan dengan Ari, mulutku masih belepotan pejunya Frans yang melelh keluar mulutku saking banyaknya dia ngecret dimulutku. “Ya udah terusin aja, aku gak ganggu deh”, kata Ari sembari keluar kamar.

Frans langsung meremas toketku lagi. Aku kaget sehingga aku mendesah keras. “ahhhh..ahhhhhh…” dia menarik ku ke kasurnya dan dalam posisi duduk berhadapan dia melumat bibirku sambil meremas toketku. Libidoku makin tak terkendali dan kubalas tiap ciumannya. Tangan dia menelusup kebalik kaos
ku dan meremas toketku yang terbungkus bh warna putih. dia melepas ciumannya dan melepas kaos ketatku, tangannya lalu menggapai punggungku dan melepas kaitan bh ku, lalu melempar bh 34B itu,sehingga toket montokku yang putih mulus dengan pentil yang agak merah itu terlihat jelas. Ia langsung membenamkan kepalanya di gunung kembarku. “ohhh…ohhh..yeahh…umhhh…” aku mendesah menahan nikmat. dia mengenyot toket kananku dan meremas toket kiriku sambil terkadang mencubit pentilnya. Kenyotannya yang kasar itu membuatku merasa tak enak, toketku sedikit terasa sakit. “Ohhh…ohhh…ter..usss…emhhh..ohhhh” aku mendesah lagi. dia makin bernafsu untuk mengenyot toketku, sedangkan tangannya tak berhenti meremas toket ku yang tak dikenyotnya. Setelah puas menyusu toket kananku, ia langsung mengenyot toket kiriku, kenyotannya semakin liar dan remasannya pun makin tak karuan. “uh..umhhhhhhh….oh…oo..ohhhh….enak..emhh ..te rus” aku mendesah karena kenyotannya yang membuatku merasakan nikmat yang tak terbayangkan. Sambil mengenyot, ia memilin pentilku yang tak dikenyotnya. Setelah 13 menit mengenyot toketku, ia berhenti mengenyot lalu memilin kedua pentilku hingga libidoku semakin naik dan makin meledak-ledak. Puas bermain dengan toketku, dia langsung melepas celana dan cd yang kupakai sehingga aku dan dia telanjang. Ia langsung merebahkanku di kasurnya. Aku merasa mekiku sudah sangat basah. Lalu kurasakan ada 2 jari yang bermain disana dan bergerak maju-mundur. “oh…ohh..oh..ohh..umhhh…ahh..a..aaaaahhhh. …” Aku mendesah karena tak tahan setiap diperlakukan seperti itu.

Setelah puas menyodokku dengan jarinya, ia langsung mengarahkan batangnya. dia menggosok-gosokkan batangnya pada bibir mekiku sehingga aku kelojotan menahan nikmat. “ahh..ahh…ayo bang..uhhh..” sambil mendesah aku memegang batangnya lalu mengarahkannya kedalam mekiku. dia langsung menyentakkan batangnya sehingga batangnya masuk kedalam mekiku. Kakiku kini melingkari pinggulnya. dia yang sudah penuh nafsu itu langsung menggoyangkan pinggulnya, mula-mula pelan. Gesekkan batangnya didalam mekiku membuatku merasa nikmat. “ahh…ahh… ayo bang..uhh..genjot..yang..cepet..ahhhh” Mendengar desahanku itu, dia langsung meningkatkan kecepatannya sehingga goyangannya sangat cepat. Terdengar bunyi berdecak setiap batangnya menusuk mekiku. Banyaknya cairan pelumas dalam mekiku membuat batangnya leluasa bergerak.
“ohhhh…ohhhhhhh….oohhhhhhh….e..enak..uhh hh” Aku benar-benar merasa sangat puas. dia terus menggenjotku dengan posisi itu, bahkan goyangan pinggulnya makin lama makin cepat. Seluruh badanku bergetar seirama genjotannya yang cepat. Toketku bergerak naik turun, melihat itu dia makin bernafsu, ia langsung mencaplok toket kiriku dan meremasnya dengan gemas, goyangan pinggulnya juga semakin cepat. “uhh..uh..uhh..uhh..uhhhh..enak..umhh..” genjotannya yang begitu cepat itu membuatku mendesah keenakan. Nafsunya sepertinya juga makin tak terkendali, genjotannya makin cepat sambil terus meremas toket kiriku dengan kasar. Kurasakan batangnya berkedut-kedut dalam mekiku, lalu
menyemprotkan pejunya kedalam mekiku, dan dia meleguh panjang.

Setelah mendapatkan orgasme pertamanya dia berhenti menggenjotku sebentar. “ohh…enak bang…” kataku. dia mengatur nafasnya, aku yang belum puas memegang tangannya dan meletakkannya di toket kananku, aku masih ingin dipuaskan oleh remasannya. dia-pun langsung meremas toket kananku, dan tangan satunya meremas toket kiriku. Kini, kedua toketku diremasnya dengan sangat gemas. Dapat kurasakan pentilku sudah mengeras karena terus di kenyot, tambah lagi nafsu ku sudah tak terkendali. Setelah batangnya mengeras lagi dia menghentikan remasannya dan mengganti gaya. Ia rebah di kasur. Aku langsung mengarahkan mekiku dan dalam satu hentakan, batangnya menancap dalam mekiku. Kugoyangkan pinggulku. Dalam posisi ini dia mudah meremas toketku. Dia menikmati goyangan pinggulku sehingga ia mendesah-desah keenakan. Tangannya mengelus setiap lekuk tubuhku lalu kedua tangannya berhenti di toketku. Ia mengelus kedua toketku sambil menyibakkan rambutku yang menutupi toketku. Rabaannya membuatku geli. Ia meraba-raba toketku lalu memilin kedua pentilnya sehingga membuatku seperti tersengat listrik. Sambil sedikit medesah aku terus menggoyangkan pinggulku, sedangkan dia masih senang bermain-main dengan kedua pentilku yang sudah mengeras itu, ia mencubit dan memilin-milin pentilku. “ahh..ahh..pentil mu ngemesin sih Va…” katanya. Permainannya
pada pentilku membuat nafsuku makin meledak, kugoyangkan terus pinggulku sedangkan dia kini meremasi kedua toketku. Aku merasa aku akan mendapatkan orgasmeku sebentar lagi. Terus kugoyangkan pinggulku dengan cepat, toketku yang terus diremas itu membuatku merasakan nikmat tak terbayangkan, kurasakan pentilku sudah keras dan toketku basah terkena liur dan keringat, tubuhku basah kuyup karena keringat. Kupejamkan mataku sambil terus menggoyangkan pinggulku, terus kugoyangkan lalu “Uhhhhhhhhhhhhh….” Aku mengerang panjang, tubuhku menggelinjang dan cairan kenikmatan membanjiri mekiku, aku mendapatkan orgasme pertamaku, lalu dia menyusul beberapa menit kemudian. Tubuhku sangat lemas sehingga tubuhku ambruk, dia menopangku.

Ia menarik batangnya dari mekiku, lalu mengatur posisi doggy style, kedua tanganku bertumpu pada kasurnya, ia langsung menusukkan batangnya dari belakang tapi tak langsung menggenjotku untuk memberiku kesempatan mengatur nafas, setelah gelombang orgasme ku reda aku langsung memintanya untuk menggenjotku. dia pun langsung menggoyangkan pinggulnya secara perlahan. Dalam posisi ini kedua toketku menggelantung dan seperti biasa, dia langsung meremas toket montok ku sambil terus
menggoyangkan pinggulnya, kini dia menggoyangkan pinggulnya dengan cepat, remasannya pun makin cepat. “ahh…ahhhhh….ahhhhhhh…ahhh.”

Tiba-tiba kudengar pintu kamar terbuka, ternyata Ari tak tahan mendengar desahanku barusan. Ia langsung menyodorkan batangnya didepan mulutku. Kini aku harus melayani dua batang sekaligus. dia terus menggenjotku dari belakang dan tangannya tak pernah berhenti meremas toketku, kecepatannya kini meningkat, demikian pula dengan remasannya makin liar. Aku mengulum batang Ari sehingga pemiliknya merem melek keenakan. Kumasukkan batang itu dalam mulutku sambil kuisap, Ari menggerakan pinggulnya maju mundur agar aku tak repot memaju-mudurkan kepalaku, kuisap batangnya itu sampai pemiliknya mendesah keenakan dia tampaknya akan mendapatkan orgasmenya, dia menggoyangkan pinggulnya dengan cepat sambil terus meremas toketku yang sudah basah sekali itu. Aku masih menikmati mengulum batang Ari. Setelah 16 menit dalam gaya doggy style dia akhirnya melenguh panjang, goyangannya terhenti dan ia menusukkan batangnya lebih dalam, ia meremas toketku kuat-kuat. pejunya kembali memenuhi mekiku dan meluber ke selangkanganku. Ia langsung mencabut batangnya dan beristirahat, sedangkan aku masih mengulum batang Ari. Terus Kumasukkan batangnya dalam-dalam sambil kusiap sambil kukocok batangnya yang tak seluruhnya masuk dalam mulutku. “ah..ah…Va..bentar lagi keluar nih..isep yah…” aku terus mengulum batangnya sambil mengocoknya pelan, lalu pejunya menyemprot didalam mulutku langsung kuisap dan kutelan pejunya. Ari langsung mencabut batangnya dari mulutku, lalu melepas bajunya sehingga Ia
telanjang bulat. Rupanya ia ingin mencicipiku lagi, padahal aku sudah lemas karena melayani Frans sangat lama.

Ia duduk dilantai dan bersandar pada dinding, aku duduk dipangkuannya membelakanginya. Dengan mudah, batangnya yang basah terkena liurku itu memasuki mekiku. Aku menggoyangkan pinggulku, aku sudah sering melihat gaya ini dalam video bokep yang sering kutonton untuk masturbasi. Kugoyangkan tubuhku naik-turun sehingga batangnya menghujam mekiku. Ari meraba toketku dari belakang sambil mendesah-desah keenakan. Aku terus menggoyangkan tubuhku naik turun, Ari kini memainkan toketku sambil memilin-milin kedua pentilku yang sudah keras sekali itu. “Ahh…ah…ahh.aahh..ahh..ah..ah..” aku mendesah keenakan sambil terus mengoyangkan tubuhku. Aku sudah sangat lelah sehingga goyanganku
berhenti. Ari langsung menggoyangkan pinggulnya dengan cepat sedangkan tangannya meremasi toketku. “Ohhh…ohhhh..oohhh..enak..terus..uhhh…oohh h” aku mendesah keenakan. Desahanku itu ternyata membuat nafsu Frans bangkit lagi dia mendatangiku yang masih menggeliat2 dipangkuan Ari. “Va ,kocokin dong..” katanya. Ia ingin aku melakukan hand job, dengan tangan kananku, kukocok
batangnya yang sudah menegang itu. “ah..ah..enak Va..” katanya sambil merem melek keenakan. Ari terus menggoyangkan pinggulnya dengan cepat sambil menciumi leherku, remasannya pun makin liar. Aku masih mengocok batang dia dengan cepat. Kami terlarut dalam pesta seks yang sangat nikmat itu. “ah..ahh..Va..mau keluar nih..masukkin kemulut!” kata Frans. Kubuka mulutku dan kuarahkan batangnya kedalam mulutku lalu muncratlah pejunya memenuhi mulutku, langsung kutelan pejunya. Ari masih terus menggenjotku sambil menciumku dan meremas-remas toketku dengan gemas. “oooohhhhhhhhh….” aku mendesah panjang tubuhku menggelinjang, rasa nikmat memenuhi tubuhku. Goyangan pinggul Ari makin cepat remasannya makin ganas. Ia menggoyangkan pinggulnya sambil meremas toketku dan mencium bibirku kami berpagutan, menumpahkan seluruh nafsu dan hasrat kami. Ciuman itu membuat nafsuku bangkit lagi dengan cepat, tanpa sadar aku juga menggoyangkan pinggulku. Merasa tenaga dan nafsuku
sudah bangkit, Ari mengentikan goyangannya. Kini aku menggoyangkan pinggulku dengan cepat. Keringat memabasahi tubuhku. Toketku juga sudah sangat basah karena liur bercampur keringat. Ari menghentikan remasannya, tempaknya ia ingin mengistirahatkan tangannya dulu. Frans kembali
mendatangiku. “Ayo jepit Va..” Rupanya ia ingin aku melakukan breast fucking kesukaannya. Agak susah melakukannya karena aku harus menggoyangkan pinggulku. Kujepitkan batangnya dengan toketku lalu ku gerakkan naik-turun. Ari mengentikan goyanganku, tangannya menahan pinggulku, tampaknya ia
juga tak ingin cepat-cepat keluar. “Va, kamu enak banget deh! Apalagi toket kamu kenyel ‘n montok banget..” kata Ari sambil tertawa puas. Aku meneruskan pekerjaanku. Kunaik turunkan jepitanku. batangnya itu terjepit erat oleh toket montok ku. “ah…ahhh…ah…bentar lagi nih Va…uhhhhh!” batangnya kembali memuntahkan cairan kental berwarna putih itu sehingga mengenai leher dan toketku. Kulepaskan jepitanku, dia duduk di kasur untuk mengatur nafasnya, dengan menggunakan jariku, kuambil pejunya yang mengenai leher dan toketku dan langsung kuisap. Ari langsung melanjutkan genjotannya, digoyangkannya pinggulnya dengan sangat cepat. “ahh…ahh..a..aahhh..enak..uh..terus genjot…ohhhh…” aku mendesah menikmati genjotannya. dengan tangan kananku, kuraih tangan kanan Ari lalu
meletakkannya di toket kanan ku, lalu menyusul tangan kirinya kuletakkan di toket kiriku. Mula-mula ia meraba kedua toketku lalu meremasnya dengan sangat gemas. Sambil meremas dan menciumku dia meningkatkan kecepatannya, goyangan pinggulnya terasa makin cepat, nafasnya juga makin memburu. Ari sepertinya akan mendapatkan orgasmenya. Goyangan pinggulnya makin cepat dan remasannya pun tak pernah berhenti bahkan makin kasar nafasnya pun makin memburu. Aku mencoba menaikkan
nafsunya dengan mendesah. “Ohhh…o..ooooooooohhhhhh….enak bang..terus…remes…genjot terus bang…umhhhhh…” Desahanku yang barusan benar-benar membuat nafsunya makin tak terkendali.
Sambil mencium bibirku dan meremas toketku, dia tak berhenti menngenjotku, bahkan makin lama makin cepat, kurasakan batangnya menusuk dalam dan goyangannya makin cepat, remasannya makin keras dan kasar, lalu sebuah lenguhan panjang keluar dari mulutnya, ia mencubit kedua pentilku dengan
keras, bersamaan dengan itu, pejunya membanjiri mekiku. Setelah itu, ia menarik batangnya dan berhenti sebentar untuk mengatur nafas.

Aku tau kalo Ari tak akan puas dengan satu gaya saja. Ia masih merebahkan badannya untuk mengatur nafasnya. Kudatangi dia dan langsung kuarahkan batangnya kedalam mekiku. Cairan pelumas mekiku membuat batangnya mudah menerobos mekiku. “wah..masih belum puas juga ya, Va?” katanya sambil tersenyum puas. Kugoyangkan pinggulku. Kuraih kedua tangannya lagi lalu meletakkannya pada kedua toketku. “o..Belum puas diremes ya?” kata Ari lagi. “oh..ohh..i..iya..remesin bang…” kataku dengan nafas memburu. Ari pun langsung meremas kedua toketku pelan-pelan. Aku suka dengan posisi ini karena cowok yang kulayani bisa meremas toketku dengan mudah. Aku menggoyangkan pinggulku dengan cepat, sementara Ari meremas toketku pelan, tampaknya dia tau aku suka kalo toketku diremas, jadi dia
mempermainkan nafsuku dengan meremas toketku pelan-pelan. Nafsuku semakin naik tak terkendali. Kugoyangkan pinggulku dengan kecepatan tinggi sambil terus mendesah keenakan. Perlahan-lahan remasan Ari makin cepat, aku yang sudah dikuasai birahi ini makin mempercepat goyangan pinggulku
dan mendesah tak karuan, Ari seperti terpengaruh dengan goyanganku, remasannya makin kasar. “oh..oh…ohh…ohh..ohh..oh..oh..” aku mendesah keenakan sambil terus kupacu goyanganku. Ari sangat menikmati pelayananku ini, terlihat dari desahannya yang menahan nikmat itu, kini Ari tampaknya
sudah puas meremas toketku dan kali ini ia memilin kedua pentilku sehingga nafsuku naik turun dan badanku seperti tersengat listrik setiap dia memilin pentilku yang sudah keras itu. Aku yang sudah 16 menit dalam posisi itu merasa akan mendapatkan orgasmeku sebentar lagi, terus kupacu goyanganku lebih cepat, Ari pun sepertinya sama, kontraksi antara diniding mekiku dengan batangnya membuatnya keenakan, Ari juga sesekali menggerakkan pinggulnya agar batangnya bisa lebih menusuk mekiku.
Kupacu terus goyanganku sedangkan Ari yang sudah dekat orgasme itu juga ikut menggerakkan pinggulnya. “ah…ah..terus Va…” Ari mendesah keenakan. “uhh…uhhhh…bang…aku…udah…ahhhhhhhhhh…. ” Aku mendesah panjang, sensasi nikmat mengalir keseluruh tubuhku, aku sangat kelelahan setelah melayani 2 orang dalam waktu yang lama, tapi tiba-tiba aku merasa tubuhku seperti tersengat listik, Ari mencubit keras-keras kedua pentilku sambil melenguh panjang, dan lagi-lagi cairan peju memenuhi mekiku. Ari menopang tubuhku yang sudah lemas itu lalu menarik batangnya dari mekiku.

Aku pikir dia sudah puas dan ingin istirahat tapi di malah ingin mencoba gaya lain. “Va, kita ganti gaya” kata Ari. Ari mengatur posisi doggy style lagi. Aku sudah sangat lemas masih harus melayaninya dalam posisi doggy sytle yang melelahkan itu. Karena ingin cepat selesai kuturuti saja keinginannya. Tangan dan kakiku bertumpu di kasur. Ari langsung menerobos mekiku dari belakang. Tak seperti dia yang memberiku kesempatan bernafas, Ari langsung menggenjotku dengan cepat, banyaknya cairan pelumas dan peju dalam mekiku membuat batangnya gampang bergerak. Goyangan pinggulnya yang
sangat cepat itu menyebabkan bunyi berdecak setiap batangnya menghujam mekiku. Tampaknya Ari sangat menyukai mekiku. Sambil menggoyangkan pinggulnya dengan cepat, tangannya menelusuri setiap lekuk tubuhku. Dari leher, ia mengelus pundakku, dada, pinggang, pinggulku, lalu dia meraba-raba
kedua toketku yang menggelantung itu. Dia tidak meremas toketku, tapi hanya merabanya saja. Nafsu Frans tampaknya sudah bangkit lagi, dia mendatangiku dan memintaku untuk mengulum batangnya, kubuka mulutku dan batangnya pun masuk kedalam mulutku, kusiap batangnya kuat-kuat sampai pipiku kempot, dia memaju-mundurkan pinggulnya agar batangnya dapat keluar-masuk mulutku dengan leluasa. “ahhhhhh…….” aku mendesah kencang karena tiba-tiba Ari mencubit pentilku kuat-kuat. “ah…pelan..pelan
dong kalo nyubit…” kataku. “hehehe…sorry Va..abis ngegemesin sih..” balas Ari sambil terus menggenjot dan memilin-milin kedua pentilku. Frans menarik kepalaku dan mengarahkannya pada batangnya, langsung ku lanjutkan kulumanku. Ari tampaknya tak ingin cepat-cepat orgasme, dia memelankan
goyangannya. dia terus memaju-mundurkan pinggulnya menusuk mekiku. Kuisap batang Frans itu didalam mulutku sehingga ia merem-melek keenakan. Goyangan Ari perlahan-lahan makin cepat. “Ah..Va…dah mau keluar nih..isep..uhhhhhh” Frans mendapat orgasmenya lagi, pejunya langsung kutelan sehingga tak ada yang tercecer keluar dan langsung kubersihkan batangnya dari sisa-sisa pejunya. Ari makin meningkatkan kecepatannya, nafasnya makin memburu dan meracau tak jelas, kurasa dia akan segera mendapatkan orgasmenya. Sambil terus menggenjotku, kedua tangannya kini meremas kedua toketku dengan penuh nafsu. Nafsuku seakan-akan meledak lagi, rasa lemas yang kurasakan hilang dan kini kurasakan rasa puas yang seperti akan meledak. Ari mempercepat goyangannya lagi hingga tubuhku bergetar kencang, dia juga meremas toketku kuat-kuat lalu sebuah lenguhan panjang terdengar dari mulutnya. Dapat kurasakan cairan hangat mengisi mekiku, belum selesai gelombang orgasme Ari, aku menyusulnya tak lama kemudian. “a..aaaaahhhhhhhh….” Aku mendesah panjang dan seluruh tubuhku merasakan gelombang nikmat. Setelah orgasmenya selesai, Ari langsung menarik batangnya, dia terlihat sangat puas. Aku juga merasakan kepuasan yang tak terlukiskan. Ari beristirahat dan mengatur nafasnya. Tubuhku sudah sangat basah terkena keringat, aroma peju yang menyengat juga tercium dari tubuhku.

Aku bangkit dan jalan ke kamar mandi yang ada di kamarnya. “Mau kemana?” tanya Ari. “Mandi” jawabku singkat. Aku masuk kedalam kamar mandi yang cukup lebar itu dan membasahi tubuhku dengan shower, tapi tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, ternyata Frans dan Ari masuk. “Kita juga mau mandi, mendingan bareng aja.” katanya. Kami bertiga membasahi diri dengan air dari shower yang mengalir deras. Frans mengambil sabun lalu mematikan showernya. “sini,biar aku sabunin..Kamu kan capek..” kata Frans padaku. Ia menggosokkan sabun sampai berbusa lalu mulai menyabuni tubuhku. Ari
pun mulai menyabuniku. Frans menyabuni toket kananku, sedangkan Ari menyabuni toket kiriku. Dibawah, kurasakan tangan Frans bermain-main pada mekiku. “nghhhhh…jangan lagi bang…” aku mendesah. Desahanku itu malah membangkitkan lagi nafsu mereka. Sambil menyabuni toketku, mereka
meremas-remas toketku. Aku hanya bisa pasrah diperlakukan seperti itu oleh mereka berdua. Kurasakan 2 jari maju-mundur menusuk mekiku. “eemmmmmhhhh..bang..udah…oooooooohhhhhhh” Tampaknya
mereka berdua berusaha membangkitkan nafsuku dengan memilin pentilku atau meremas toketku. Gerakkan jari makin cepat, dengan cepat jari itu keluar-masuk mekiku. “oh…ohhh…ohhh..ooooohhhh….” Aku mendesah. Ari menyalakan shower kembali lalu membersihkan tubuhku dari sisa sabun. Aku
berharap mereka akan menyudahi permainannya. Tapi, Frans malah ingin dipuaskan lagi, aku hanya bisa berharap agar tidak pingsan saat dia menyetubuhiku nanti.

Frans rupanya ingin mencoba gaya pangkuan seperti yang kulakukan tadi saat bersama Ari tadi. mekiku yang masih penuh cairan itu membuat batang nya mudah menerobos mekiku. Dia tau tubuhku sudah lemas. Didalam kamar mandi pun aku harus melayaninya. Dia mulai menggoyangkan pinggulnya sehingga batangnya mulai menghujam mekiku. Tusukkan batangnya membuat aku seakan merasa tersengat listrik. Digoyangkannya pinggulnya dengan cepat. “ahh…ahhhh….ahhh…bang…ahhhhhh…. ” aku tak bisa berhenti mendesah ketika batangnya menggesek-gesek dinding mekiku yang rapat itu. Aku merasa pentil kananku seperti dikenyot, ternyata Ari sedang mengenyot toket kananku sedangkan tangannya meremas toket kiriku yang tak
dikenyotnya. Frans menggoyangkan pinggulnya dengan cepat, kontraksi dinding mekiku membuat batangnya terjepit didalam mekiku sehingga membuatnya merasa nikmat. Ari mengenyot toketku bergantian kiri-kanan sambil terkadang ia menggigit pentilku pelan untuk membangkitkan libido ku.
“eeennngggghhh…bang…abis..ini..udahan…du..lu . .ya…o..oooohhhhhh” Aku benar-benar merasa lemas bercampur nikmat. Ari tampaknya sudah puas mengenyot toketku, dia meraih tangan kananku lalu meletakkannya di batangnya. Langsung kukocok batangnya hingga pemiliknya melenguh keenakan. Sambil menggenjotku, Frans kini meremas kedua toketku dengan gemas. Tanpa kusadari, nafsuku sudah naik lagi, aku menggoyangkan pinggulku juga. Kukocok terus batang Ari, dia semakin bersemangat, dia
terus menambah kecepatannya. “ah..ah..Va..masukin ke mulut ya…” Ari sudah hampir mendapatkan orgasmenya. Kumasukkan batangnya kedalam mulutku, pejunya menyemprot cukup banyak didalam mulutku. Langsung kutelan pejunya dan kuisap batangnya hingga tak ada pejunya yang tersisa pada batangnya. Setelah puas dengan hand job-ku, Ari keluar meninggalkan aku dan Frans.

Kali ini Frans diam dan aku mulai menggerakkan tubuhku naik-turun. batangnya pun dapat keluar-masuk dengan mudah. Aku merasakan aku akan mendapatkan orgasmeku lagi, kupacu gerakkan ku makin cepat. dia sepertinya juga akan mendapat orgasmenya sebentar lagi nafasnya makin memburu dan mulutnya meracau tak jelas. Terus kupacu gerakkanku, dia juga menggoyangkan pinggulnya agar batangnya menusuk lebih dalam. Terus kupacu makin cepat, lalu aku kembali merasakan sensasi nikmat menjalar keseluruh tubuhku. dia juga sudah mendapat orgasmenya, dia melenguh panjang sambil menahan tubuhku dan menancapkan batangnya lebih dalam. dia menarik batangnya. Aku merasa sangat lemas kucoba mengatur nafasku yang tersengal-sengal. Setelah itu aku membersihkan diriku lalu mengeringkan tubuhku dan keluar untuk memakai pakaianku. dia sudah memakai kembali pakaiannya. Kubuka tas ku dan kuambil bh hitam dan dan cd yang berwarna putih lalu kupakai, kuambil kaos ketat berwarna putih dan celana 3/4 yang kupakai saat datang tadi. Ku lihat jam dikamarnya, ternyata sudah jam 07.03. lama juga aku melayani mereka berdua, aku tak tau pasti. “Va, nikmat banget deh maen ama kamu, meki kmu empotannya hebat banget, makasih ya. Berkesan banget malem taun baruan bersama kamu. Kapan2 kita ngulangi lagi ya, enak kan maen ber3?. “Nikmat sih bang, cuma Eva lemes banget, abis abang gak udah2 maennya, pada kuat2 ya bang maennya”. Aku benar-benar merasa sangat puas pagi itu.

Post Terkait

160total visits,5visits today