cerita sex

Cerita Sex kawin Dengan Wanita Hamil Lebih Nikmat

Aku berlibur di daerah jawa barat di rumah nenek Saya, dan di rumah nenek ternyata buka kos-kosan putri, karna di rumah ada dua kamar kosong jadi di sewakan atau di koskan . Namun yang kos cuma satu orang jadi yang menempati kamarnya hanya satu, sehingga kamar kost yang terhuni hanya satu saja, namanya mbak Sarah, Mbak Sarah ternyata guru SD di daerah deket rumah nenek.

Usianya kurang lebih 25 tahun beliau cantik, seksi, kulitnya lembut, dan toketnya itu sama pinggulnya yang aduhai padahal di tutupi dengan kerudung sama pakean panjang masih kelihatan mempesona sekali. Beliau udah punya suami dan pekerjaan suaminya adalah seorang anggota TNI, Mbak Sarah pulang ke kampung halaman satu tahun 2x atau enam bulan sekali baru pulang karna suaminya di tugaskan di luar jawa, Dan suaminya pulangnya sama enam bulan sekali.

Sekarang Mbak sarah sedang hamil kurang lebih enam bulan, karna itu membuatku terangsang dan penasaran,
“Misal ngentot sama orang hamil sepertinya enak, seperti yang di omongin ma orang-orang bahwa kalau berhubugan seks sama orang hamil nikmat sekali kalau berhubungan seks”. Batin saya.
Apalagi Mbak Sarah berjilbab kalem, sopan pada semua orang.

Beliau kalau lihat Saya karana saya yang tampan dan atletis ini, membuatku semakin nafsu.
Suatu hari aku bangun pagi sekali dan udaranya sangat dingin dan sejuk sekali dan Saya keluar kamar saya sengaja tidak memakai celana dan hanya pake handuk, Saya mau kekamar mandi dan mandi, Dan kebetulan Mbak Sarah sedang menyuci baju, Sekilas Saya lihat dia memandangi kearah saya, Dan saya pun juga membalas memandangnya, Mungkin karena saya bertubuh atletis beliau memandangiku terus.

Selesai mandi, Saya keluar dan beliau masih mencuci, Tapi beliau berpura-pura tidak melihat saya.
Terlihat aura wajah merah diwajahnya, Setelah saya kelur dari kamar mandi, saya berpura-pura menjatuhkan handuk saya, dan terlihatlah penisku yang panjang dan tegak.
Mbak Sara melihat kemaluanku atau penisku yang menjulur bebas, Dan Mbak Sarah mungkit terkejut saat melihat penisku,
Tapi kemudian..

“AouuUUUww, Dik handuknya,” kata nya sambil menutup wajahnya. saya langsung mengambil handukku dan kusenggolkan handukku kepinggang Mbk Sarah, tapi saya tidak bisa bohongi diriku sendiri bahwa penisku udah berdiri.

Lanjut saya langsung masuk ke rumah utama atau ke kamar yang saya tempati.
Dikamar, Saya langsung ngebayangin Mbak Sarah kalau saya ingin rasanya menyetubuhi beliau, ditambah lagi situasi di rumah hanya kami berdua, karena simbah pergi ke pasar lagi belanja.
Dan semakin penasarannya saya, saya sampai mengocok penisku sendiri dan ngebanyangin Mbak Sarah.

Setelah itu Saya punya etika jelek dan rasanya saya ingin ngintipin beliau karena saya penasaran dengan tubuhnya.
Lalu Saya coba ngintip Mbak Sarah, lalu kucari ke kamarnya. Saat di depan pintu, saya mendengar ada suara rintihan dari dalam kamar samping, kebetulan jendela kamar itu terbuka dan caraku mengintip pelan-pelan menuju jendela kamrnya Mbak Sarah.

Oh ternyata Sungguh pemandangan yang amat indah sekali. Kulihat Mbak Sarah sedang masturbasi, kelihatan sambil berbaring di ranjang beliau menaikan rok panjang yang ia kenakan sampai perut. kakinya dibuka lebar, tangan kirinya mengelus-elus memeknya sambil jari tengahnya dimasukkan ke dalam lubang memeknya, sedang tangan kanannya juga beraksi meremas toketnya dengan bergantian.

Kancing bajunya sudah dibuka hingga perut, kelihatan toketnya yang sangat besar dan indah sekali kalau di pandang, Dan putingnya merah yang besar dan agak warnaya agak ping, terkadang pantatnya diangkat tinggi sambil mulutnya mendesis, wajahnya kelihatan memerah dengan mata terpejam, terlihat Sangat erotis dan menikmatinya.

“Aaahhhh.. Hhhmmm.. Sssttttt..” Saya semakin penasaran ingin melihat dari dekat, lalu saya memberanikan diri saya buka pintu kamar Mbak Sarah yang sedang hamil itu pelan- pelan tanpa suara saya langsung masuk. Saya semakin gak tahan melihat pemandangan yang merangsang birahi itu. Pelan-pelan saya dengar wanita yang saya anggap alim seksi dan cantik itu mendesis…desis,

“.. Sss Ahhh..”

Ternyata beliau sedang membayangkan lagi ngentot , beliau sedang bermasturbasi ,saya malah semakin nafsu melihatnya, semakin melihat paha dan toketnya yang mulus walau perutnya agak besar karna sedang hamil, justru semakin nafsu.
Lalu saya langsung melepaskan bajuku dan celanaku karna saya gak tahan melihatnya, Batang kemaluanku sudah sangat tegang sekali, kemudian tanpa suara saya mendekati Mbak Sarah, kuikuti beliau lagi asik memainkan toketnya.

Mbak Sarah tersentak kaget lalu menghindar ke sudut tempat tidur, dan berusaha membenahi pakaiannya.

“Sedang apakamu di sini,, tolong keluar!” katanya sambil gugup.

“Tenang Mbak jangan marah.. kita sama-sama butuh.. sama-sama kesepian, kenapa tidak kita lakukan bersama,” kataku merayu sambil terus berusaha mendekatinya tapi Mbak Sarah terus menghindar.

“Ingat Dik, saya sudah ada yang punya dan sekarang lagi hamil!!” Dia terus berusaha menghindar.

“Mbak, terus terang saja saya ingin bercinta sama Mbak karna Mbak sangat mempesona. Nggak ada orang Mbak di sini.. cuma kita saja.. pasti gak ada yang melihat dan gak ada yang tahu.

“Ayolah saya akan memuaskan Mbak, saya janji nggak akan menyakiti Mbak, kita lakukan atas dasar suka sama suka dan sama-sama butuh, mari Mbak!”

“Tapi saya sekarang sedang hamil Dik,, kumohon jangan,” Mbak sarah.

Aku hanya tersenyum, saya langsung saja memegang tangannya, lalu dengan cepat kutarik beliau dan kujatuhkan di atas kasur dan secepat kilat kutubruk tubuh indah wanita itu, dan wajahnya kucumbui dan ciuman, tapi beliau terus meronta dan menolak sambil berusaha menolak dari ciumanku.

Langsung saja tanganku memegang toketnya Mbak Sarah, toketnya yang lumayan besar tanganku langsung mulai nakal.

“Ouughh Dik jangan, Saya mohon lepaskaan,” rintihnya.

Tanganku yang lain menjalar daerah kewanitaan Mbak Sarah, dan bulu-bulu lebatnya telah kupegangi dengan tanganku akhirnya sampai di liang memeknya, ternyata sudah basah.

Lalu kumainkan klirotisnya dan kumainkan terus dinding kemaluannya, terasa hangat dan lembab penuh dengan cairan mani.

“Ahhhh.. sssshhhhhhh..” Akhirnya Mbak Sarah mulai pasrah tanpa perlawanan. Nafasnya mulai bersendak-sendak karna aksiku yang nakal.

“Yaahh.. Dek…Ahhhhh.. Jangaann Diik, lepaskan, Saya…..ssshhhhhhhhhh..”
Gerakan Mbak Sarah semakin liar, dia mulai membalas ciuaman bibirku dan bibirnya saling berpagutan dan lidahku bermain dengan lidahnya. Aku senang, kini wanita Hamil ini mulai Menikmati permainan.

Tangannya langsung menuju ke penisku dan tanpa bosa basi meremas remas penisku, kubiarkan tangannya menggenggamnya dan mengocoknya. Saya tamabah terangsang lalu saya mainkan puting toketnya sambil kujilati dan menyedot toketnya yang masih kencang.

“Ahhhhhhh.. addduhhhhh dik….ssshhhhh….ahhhhhhh” kata wanita itu sambil menggelinjang. Pakaian daster yang di pakai sudah awut2an. Wajahnya sudah gak kuat menahan cumbuanku.

Kemudian saya bangun, dan kembali kunaikkan daster ke perut, kulebarkan kakinya dan kutekuk ke atas. Saya semakin bernafsu melihat liang memeknya wanita cantik dan hamil ini yang merah mengkilat. Dengan kuelus-elus kuraba kemaluannya sambil kumainkan klirotisnya yang indah itu.

“Aaahhhhh.. uhhhhh.. mmmhhhhhhhh..aahhhhh Diik..”.

Klirotisnya tampak merah merekah, menambah gairahku karna kumainkan terus.

“Sudaahh Dik.. ayo sekarang langsung masukkan.. aku sudah gak tahan ni..” pinta Mbak Sarah.

Gak nunggu lama langsung kedua kakinya kubuka lebar sehingga liang memeknya kelihatan terbuka. langsung kuarahkan batang penisku ke lubang senggamanya dan agak sempit rupanya atau karena beliau hamil mungkin memeknya semakin sempitdan susah ku masukkan.
“Pelan-pelan Dik, punya kamu besar sekali ya.” wanita yang biasanya alim dan pemalu itu menjerit keras saat kumasukkan
seluruh batang penisku hingga saya merasakan mentok sampai dasar rahimnya.

Lalu kutarik pelan dan kumasukkan lagi, langsung gerakan maju mundur semakin cepat.
“Ouuuuhh.. Ahhhhh.. Ahhhhh.. Ahhhhh..” Mbak Sarah mengerang menjerit beraturan, tangannya memegang keras seprai, tampaknya beliau menikmati betul permainanku.

Bibirnya selalu mendesah dan merintih, saya semakin hot mendengarnya, ku pandang beliau adalah wanita yang haus seks dan minta dipuaskan, tanpa berpikir saya lagi ngentot sama istri orang yang sedang hamil.

“Ouuuhhhhh Diik.. Mbak mau keluar aahhhhhhhhhhh hemmmmm..” Dia menjerit sambil tangannya mendekap erat punggungku. Kurasakan,

“Critt..critttt.” ada cairan hangat yang membasahi penisku yang sedang tertanam di dalam memeknya.

Beliau mengalami orgasme yang pertama. Saya kemudian menarik lepas batang penisku dari kemaluannya.

Saya belum menuju orgasme. Kemudian saya membaliknya, berniat kumasukam dari belakang. Beliau kemudian menungging, kakinya kulebarkan. Perlahan-lahan dan pelan-pelan kumasukkan lagi batang penisku dan,

“lhessssss..” penisku mulai masuk hingga seluruhnya masuk lalu kugenjot dengan maju mundur.
Mbak Sarah dengan hebat menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan ku ngentot.

“Gimaa.. Mbaak, enak kan?” kataku sambil mempercepat gerakanku.

“Ssshhhhhh…ahhhhh duhhhh ya dik…… Aahh.. Aaah.. Uuuhh.. hemmmm.. ahhhhhh..

“Eh ternyata” wanita hamil ini semakin menggila dengan goyangan liar seperti orang haus seks.

Tanganku memegang toketnya sambil ku mainkan atau ku plintir-plintir putingnya yang menggantung indah dan bergoyang bersamaan dengan perutnya yang besar.

Toketnya terus kuremas-remas dan kumainkan putingnya. Akhirnya Aku merasa mau keluar, dan ternyata wanita hamil ini juga mendapatkan orgasme lagi dan kami bisa bersamaan orgasmenya.

“Crottt.. croott.. crottttttttt..” spermaku menyemprot di dalam rahimnya bersamaan dengan maninya yang keluar lagi.

“ahhhhhhhhhhhhh…….emmmmmm..ahhhhhh”,

Kemudian kami tiduran bersamaan di ranjang. saya berbaring di sebelah kulihat Mbak Sarah dengan penuh keringat, sampai jilbab dan dasternya ikut basah kuyup.

“mbak capek Dek……..ahhhhhhhhhhhh”. katanya.

“Mbak, setelah istirahat bentar maukah ngentot lagi?” tanyaku. “Sebenarnya saya juga masih pengin Dek, Akhirnya kami
sarapan dulu kemudian kami lanjut ngentot lagi.

”Mbak Sarah hanya memandangku. Saya tahu, ia sebenarnya capek dan ingin menolak, namun gairah birahinya juga ingin dipuaskan lagi.

Post Terkait