cerita sex

Cerita Sex Selingkuh Dengan Kinan Teman Kantorku

Aku saat ini menjabat sebagai seorang manajer disalah satu kantor swasta di Jakarta, namaku Gito, umurku 40tahun. Aku sudah berkeluarga dan mempunyai 3 anak. Di kantorku ada seorang karyawan baru namanya Kinan, umurnya 22tahun Wajah Kinan tidak begitu cantik menurutku tapi dia memiliki body tubuh yg sangat seksi. Kulitnya putih mulus. Tinggi tubuhnya 150cm dgn berat badan 50kg. Kinan bekerja untuk membiayai kuliahnya dan juga untuk membiaya hidup keluarganya. Kinan menjadi tulang punggung di keluarganya.

Pada awalnya aku acuh tak acuk terhadapnya. Sebagai seorang manajer aku harus menjaga image terhadap bawahanku, tapi lain halnya dgn Kinan, dia selalu memulai mengajak aku mengobrol atau bertanya tentang pekerjaan, dan selalu melempar senyum manisnya kepada ku, yg membuat aku jadi sedikit “GR” kepadanya, apalagi dia tampa sungkan sering menghampiriku saat aku sedang duduk sendiri di ruangnku, sambil melihat apa yg sedang aku kerjakan, tangannya bersandar di pundakku dan juga sering tanpa malu memegang tanganku.

Kinan juga sering mengajakku bercanda dgn posisi duduk yg sangat rapat sekali. Wangi parfum dari tubuhnya sering menggoda pikiranku. Pernah aku iseng bercanda, aku rangkul pinggang dia dari belakang, dia tidak marah, justru dia malah tersenyum kepadaku. Sering dia curhat kepadaku tentang keluarga dan tunangannya juga, yg rencananya selesai kuliah akan melangsungkan pernikahan. Dia merasa senang aku bisa menjadi tempat mendengar curhat dia.

Sering dia minta bantuan aku soal pekerjaan di kantor ataupun tugas kuliahnya. Suatu hari Kinan meminta bantuanku untuk membantu pekerjaannya yang tertunda yang harus selesai hari senin. Dan sabtu adalah waktu yg tepat untuk menyelesaikannya. Akhirnya kami sepakat hari sabtu untuk menyelesaikan pekerjaan Kinan yg tertunda. Saat hari sabtu tiba, aku bilang ke istriku kalo aku ada lembur di kantor.

Baca Juga: Ratih Adikku

Kita masuk kantor cuma berdua, tentunya tanpa sepengetahuan karyawan lain, karena bisa timbul kecurigaan, aku punya ide aku sogok ob kantor yg biasa tidur di kantor mengenai masalah itu dan agar tidak bilang kesiapapun.

Sambil menunggu kedatangan Kinan, aku iseng mengobrol dengan ob dan tidak berapa lama kemudian, datanglah Kinan diantar pacarnya, dia turun dari motor mengenakan kaos ketat warna kuning dan rok pendek mengembang, terlihat bodynya yg padat dgn betisnya yg putih mulus, aku dan ob kantor sampai bengong melihatnya.

Begitu masuk lobby kantor, Kinan langsung menyapaku dengan senyuman manis, manja sedikit genit dan akupun menyapanya balik kemudian kita langsung naik ke lantai atas ke ruangan dia. Kinan duduk di kursinya menyalakan komputer dan tiba tiba memanggilku untuk duduk disampingnya.

“Pak sini… temenin Kinan dong, bantuin Kinan ya pak…?”
Hampir 1 Jam aku menemani dia bekerja pandanganku mulai terganggu dengan posisi duduknya, rok bagian sampingnya agak tersingkap sehingga pahanya yang putih mulus agak terlihat, aku mulai resah sebentar sebentar aku melirik kearah pandangan yang indah itu dan semakin lama semakin tersingkap rok bagian atasnya. Aku mulai sedikit merapat kearah Kinan sambil bicara basa basi soal pekerjaannya yang hampir selesai. Mataku tidak bisa tidak melirik kearah paha dia yang putih mulus itu.

Entah Kinan menyadari atau tidak kalo aku memperhatikan roknya yang tersingkap, tapi dia malah memiringkan letak duduknya sambil senyum kearah aku. Aku pun mulai memberanikan diri sedikit melontarkan rayuan gombalku terhadapnya

“Cowok kamu beruntung banget ya punya cewek kayak kamu udah cantik pinter lagi”

“Masa sih pak, bapak biasa aja deh” balasnya sambil tersenyum kearahku, senyuman yang bisa membuat semua hati lelaki runtuh.

Aku mulai iseng, kurapatkan lagi tubuhku ke dia, sambil tanganku kutempelkan sedikit demi sedikit kebagian samping pahanya yg terlihat. Ternyata sambutan dia sangat tidak terduga, sambil bercanda dia meletakan tangannya di pahaku. selangkah lebih maju nih kataku dalam hati. Dia bilang terima kasih karena aku sudah menemani dia menyelesaikan pekerjaan dia yg tertunda.

“Makasih banget ya Pak, udah nemenin aku menyelesaikan pekerjaanku, kalo ga selesai hari ini nanti senin aku bisa kena marah sama bosku”

“Iya sama sama, aku juga senang bisa membantumu meskipun resikonya sangat besar aku berangkat ke kantor hari sabtu, resiko ketahuan bos sama istriku, tapi sekali kali nakal juga noleh ya” jawabku.

“Kalo tau resikonya besar kenapa bapak mau bantu aku?” tanyanya.

“Demi staffku, kalo pekerjaanmu lancar aku juga yag di puji sama bos dan selain itu ini semua demi kamu” jawabku sembari merayunya.

“Oya udah selesai belum pekerjaanmu?” tanyaku sambil kurangkul pinggulnya dan tanganku yg satu mengelus tanganya bagian atas. Dia hanya diam

“Tanganmu mulus sekali Kinan” lanjutku merayunya.

“Aahh…bapak bisa aja deh…” jawabnya sambil tersipu malu.

Tak berapa lama dia permisi ke kamar mandi, bagitu dia masuk ke kamar mandi aku langsung menyusulnya ke depan pintu kamar mandi dan begitu dia keluar dari kamar mandi aku rangkul pinggulnya dia hanya tersenyum manja, aku dekap tubuhnya sambil kubisikan kata di telinganya,

“Aku suka kamu Kinan, aku sayang kamu, aku kangen kamu”

“Kan aku sudah disini pak berdua sama kamu, terus kamu mau apa?” jawabnya berbisik.

“Tapi kan ada pacar kamu di bawah, kasian kan, pasti kamu sebentar lagi juga mau pulang” kataku.

“Terus kenapa kalo ada pacar aku, lagian dia di bawah, dia juga tau kalo aku sedang kerja jadi ga usah pikirkan dia yg penting kita kita berduaan sekarang” jawabnya.

Kemudian kita kembali berjalan kearah ruangannya, kita duduk aku tetep rangkul pinggang dia dan kuciumi lengan wangi putih mulusnya. Rupanya Kinan merespon rangsanganku, rupanya dia juga mulai terangsang. Aku pun mulai semakin nakal, tanganku mulai mengelus paha putihnya. Terdengar nafas Kinan mulai tak beraturan. Tanpa berlama lama aku pegang tangannya dan aku arahkan ke kemaluanku yg dari tadi sudah mengeras dengan malu malu tangannya mulai meremas remas selangkanganku. Lalu aku buka resletingku dan kukeluarkan kemaluanku yg sudah menegang, kupandu tangannya agar menggenggam kemaluanku dan mengocok pelan.

Kuturunkan celanaku sampai bawah sambil tangan Kinan terus mengocok kemaluanku yg menyembul dari balik CDku, sementara tanganku terus mengelus pahanya berjalan kearah CDnya. Sedangkan tangan kiriku meremas remas payudaranya yg tidak terlalu besar. Kinan mendesah menahan nikmat,
“Aaahhh…mmhh…aahhh…”

Kemudian aku mulai ambil posisi berdiri dan Kinan tetap duduk. Kuarahkan dengan tanganku kemaluanku kearah bibir tipisnya. Awalnya dia jijik dan berusaha menolak, karena aku sedikit memaksa akhirnya kemaluankun sedikit demi sedikit masuk ke dalam mulutnya “Sleeeeeppp….” Kusodokan perlahan kemaluanku ke mulutnya sehingga kemaluanku keluar masuk di mulutnya. Setelah beberapa lama kukeluarkan kemaluanku dari mulutnya dan aku suruh dia berdiri.

Kusuruh Kinan untuk nungging dgn kaki kiri ditekuk diatas kursi. Kusingkapkan rok bagian belakangnya ketas terlihatlah bokong yg putih mulus. Kuciumi dan kujilati paha belakangnya. Kemudian kubuka pelan CDnya yg berwarna pink. Dan kini terpampanglah vaginanya di depan mataku. Tanpa buang waktu lagi langsung saja kuarahkan kemaluanku ke lubang vaginanya dan mulai kumasukan kepala kemaluanku. “Bleeeessss….” Kinan mengerang pelan.

“Aaahhhh….”

Setelah kemaluanku berhasil masuk ke dalam lubang vaginanya yg sudah tak perawan itu, aku mulai menggoyangkan pinggulku maju mundur ooh nikmat sekali rasanya…sambil tanganku memegang pinggul dia, aku mulai mempercepat tempo sodokanku. Dan tiba tiba terdengar HP Kinan berbunyi, kemungkinan pacarnya telpon tapi Kinan tak mempedulikannya dia tetap menikmati setiap sodokan yg kuberikan di lubang vaginanya.

Beberapa saat kemudian seperti ada yg mau muncrat dari dalam kemaluanku, lalu kutarik keluar kemaluanku, aku cengkram bahunya dengan lembut dan aku kocok kemaluanku,

“Aaaahhh…ooohhh….”

Muncratlah spermaku di bokong Kinan yg putih mulus itu. Sementara wajah Kinan tertunduk lemas terengah di meja kerjanya dan setelah kejadian itu kita sering ketemuan setiap hari sabtu di kantor untuk saling melepas rasa kangen.
Terima kasih Kinan.

Post Terkait