Cerita sex

DESAHAN ABG PERAWAN

Cerita sex – Sebut saja namaku Tian Dikuliah gue tergolong cowok yang ganteng dan digemari para cewek Mengapa tidak, gue yang tingginya 170cm, hidung mancung, kulit putih,trus pandai bermain Basket.

Pada waktu itu gue sangat dekat dengan teman gue sebut saja namanya Iman. Kami berteman sangat dekat sekali. Karena kami berteman dari kami masih SD sampai SMA pun kami bersama-sama. Suatu hari gue bermain kerumahnya Iman.

Sesampai di rumah Iman gue di kejutkan oleh sesosok cewek cantik yang tidak lain adalah adik temanku Iman . Sebut saja namanya Intan. pada saat itu Intan terlihat sangat manis sekali. karena pakaian yang di kenakannya terlalu minim,dan kebetulan sekali Intan pada saat itu sedang membersihkan halaman rumah.

Kuperhatikan mukanya yang manis,putih, tinggi mungkin 160cm. bisa di katakan Intan adalah cewek tercantik di sekolahnya. Sejenak kuperhatikan buah dadanya yang montok dan bodynya yang aduhai montok itu yang membuat nafasku tak beraturan.

Baca Juga: Supir Yang Ngentot Nyonyanya Sendiri

aku sangat kaget melihat Intan. karena setiap kali gue bermain ke rumahnya Iman, jarang sekali gue melihat Intan. Pada saat itu Intan berumur 17 tahun. pada saat gue masuk rumah Iman, Intan menegurku.”eh kakak Tian” sejenak gue terdiam, dan berfikir dalam hati.

“tumben – tumbennya Intan menegurku” gue pun membalasnya “eh Intan, Iman nya ada nga…?” “oh kakak, ada tuh di dalam sedang mandi mungkin. bentar ya Intan panggilin. Kakak Tian duduk aja dulu di teras.” gue pun langsung duduk diteras. Tiba-tiba Intan keluar “Kakak Tian  bentar ya, kakakku lagi mandi tuh.”

Katanya gue temenin kakak Tian dulu.” gue pun sangat senang, mengapa tidak, gue bisa mengobrol dengan adik teman gue yang cantik. gue pun mulai memperhatikan Intan  dari ujung kakinya sampai kepalanya. Memang cantik benar adik temanku ini gumamku. kulitnya yang mulus dan putih, trus gue pun melihat pahanya yang putih semakin membuat nafasku tak beraturan.

Tiba-tiba Intan tersenyum dan menegurku “kakak Tian kok lihatin Intan  trus..?” gue pun kaget lalu kujawab saja dengan nada yang kecil “oh itu soalnya Intan cantik sih…. trus Intan sekarang udah kelas berapa…?” Intan pun menjawabnya ” kelas 3 SMA ka.” “oh kelas 3 SMA ya….!” kami berdua pun mengobrol sampai akhirnya Iman pun keluar.

“Oi Tian , maap yah lama soalnya air kerannya macet jadi harus ngambil air di tetangga ni.” dengan sedikit kesal sih,aku pun menjawab ” nga apa-apa soalnya kan ada adik kamu tuh yang temanin gue ngobrol.” Kami berdua pun berangkat karena kami harus menghadiri acara reuni temen sekelas kami. Tapi gue sangat sedikit menyesal. Karena kapan lagi gue bisa mengobrol sama adik temanku ini.

Pada suatu hari akhirnya gue bisa mengobrol sama adik temanku dan dimulai dari situlah kejadiannya..

Pada saat itu gue berencana pergi ke rumah Iman mau bikin tugas,. Jadi gue berencana untuk membuat tugas dirumahnya Iman. Sesampainya di rumah Iman, Gue pun mengetuk pintu rumahnya. Yang keluar ternyata adiknya Iman yaitu Intan.

Kulihat Intan yang sedang memakai celana pendek dan baju yang hanya se utas tali. ketika kutanya tentang Iman dan tujuanku kerumahnya, Iman nya nga ada, kebetulan sekali, pada saat itu orang tua Iman sering keluar kota untuk urusan bisnis, sedangkan Iman sedang keluar sama pacarnya.

Akupun langsung menghubungi Iman. Dan ternyata Iman pulangnya sedikit kemalaman. sedangkan pada waktu itu jam masi menunjukkan pukul 15:30. Iman menyuruh adiknya untuk menemani gue sampai Iman pulang dari kencannya. Adiknya hanya setuju-setuju saja.

Akupun disuruh masuk sama Intan, Karena berhubung Intan lagi sedang menonton Film Korea. gue pun menemani Intan menonton Film Korea. Tiba-tiba dalam film tersebut ada adegan saling berciuman. Serentak Intan pun malu. Trus waktu gue melihat mukanya yang merah, gue pun langsung mengajak ngobrol.

“Intan pernah ciuman nga seperti di film itu….?” kulihat wajahnya tambah merah, bisa dikatakan seperti kepiting rebus. Intan pun hanya menggelengkan kepala. gue pun senang mengetahuinya. Kulihat bibirnya yang berwarna merah muda, yang keliatan sekali masih belum di sentuh oleh laki-laki. gue pun coba memancing untuk mengetahui apakah Intan mau ciuman denganku atau tidak, jika tidak gue akan pasrah dengan keaadan ini.

“Intan mau ga coba ciuman kek di film…?” Wajah Intan memerah, dan hanya berkata “Malu kak, soalnya Intan nga pernah Ciuman.” gue pun kebingungan, gue pun mencoba mendekati Intan perlahan-lahan. Kemudian gue membisikkan ketelinganya ” Ga usah malu kan cuman kita berdua. kakak kamu sedang pergi, sedangkan orang tua kamu sedang keluar kota.”

Kemudian kudekapkan bibirku kebibir Intan. kupikir Intan bakalan menjauhin bibirnya, ternyata tidak malahan Intan membalas ciuman saya.tak disangka bibirnya Intan halus trus lembut juga. kami berduapun saling berciuman selama 10menit.

Tiba-tiba nga di sengaja Intan menyentuh anuku yang sedang lagi dalam keadaan tegak lurus ke atas. Sontak Intan kaget karena menyentuh kontolku. Gimana kontolku ga mo tegap melihat Intan yang begitu seksi dan bibirnya yang lembut. “maap kak, Intan nga sengaja beneran kok” gue pun menjawab dengan nada yang sopan ”oh nga apa-apa kok”

Akupun berpikir bagaimana caranya agar Intan bisa menyentuh lagi dan memainkan kontolku ini. gue pun memberanikan diri ” Intan mau coba pegang anuku ga….?” wah tidak disangka Intan tidak menolaknya… gue pun langsung membuka celanaku. kulihat Intan  sedikit malu dan kaget dengan menutup setengah wajahnya karena melihat kontolku yang berukuran 16 Cm dan berdiameter 3 cm.

Kemudian gue pun mengambil tangannya dan menyentuhnya ke kontolku. Wah serasa di surga. mengapa Tidak, ternyata bukan cuma bibirnya saja yang lembut dan halus, tapi tangannya juga. kulihat Intan sedikit keasikan memainkan kontolku. Kemudian sambil Intan memainkan kontolku, gue mencium bibirnya kembali.

Aku pun sedikit-sedikit coba menyentuh dadanya yang menonjol. Kemudian gue pun coba memasukkan tanganku kedalam bajunya dan ternyata Intan tidak memakai Bra. Waktu kuremas buah dadanya udah mengeras yang tandanya Intan pun menikmatinya. Tak dihitung lagi gue langsung memainkan buah dadanya yg berukuran sekitar 34 A. Dan juga tak Lupa gue memainkan putingnya yang masih mekar itu.

“Ah… Ah… Ah.. Ah…. enak ka… Ah… Ah…” Kulihat Intan semakin keenakan.. gue pun langsung membuka bajunya. kali ini gue melihat sesuatu yang sangat di luar pikiran saya. yaitu putingnya yang masih berwarna merah muda yang pengen sekali gue melumatnya.

Akupun tak menyianyiakan kesempatan yang begitu beruntung ini.
“Coba donk masukkan ke mulut Intan“
“ takut kak”…
” takut kenapa..?.. Nga apa-apa, dah to dicoba dulu …” pintaku
“ Rasanya gimana kak… ?” tanyanya
“ Dah to di coba nanti kan tahu rasanya ..”

Lalu dengan sedikit ragu dia mengarahkan ujung kontolku ke mulutnya, mula-mula bibirnya yang lembut itu menempel di ujung kontolku, kemudian dia membuka sedikit bibirnya lalu kepala kontolku sudah masuk ke mulutnya, lalu dilepas lagi dan berkata

“Kok asin ya kak“ tanyanya, “ Iya nga apa-apa memang rasanya begitu. Selanjutnya dimasukkannya lagi kontolku ke mulutnya sedikit demi sedikit, dengan pelan-pelan gue membantu mendorong agar kontolku bisa masuk semua di mulutnya.

Lalu ku gerak-gerakkan sehingga kontolku maju mundur di mulutnya, dan dia juga mulau mengimbangi dengan memaju mundurkan mulutnya. “ Tan… enak sekali Tan…” gue merasa keenakan kontolku di emut Intan… ketika ujung kontolku berada di bibirnya; “ Tan, disedot dong alonya “ …. gue meminta dia untuk menyedot dan ternyata walaupun belum pengalaman sedotannya enak sekali …

Pada saat itu gue pun pengen ngerasain vaginanya.. karena gue belom pernah melihat yang real.. biasanya gue melihat yang begituan lewat internet atau nga lewat DVD or Hp teman. gue pun coba memasukkan tanganku ke celana mininya.

Dan tak disangka ternyata waktu gue menyentuh Vaginanya telah basah. Itu pertanda Intan menikmati nya selama ini.. gue pun langsung membuka Celananya.. setelah gue membuka celananya, terlihat jelas Cd nya yg sudah basah. Tak kusiasiakan kesempatan ini.. gue langsung membuka Cdnya..

Yang tampak disana adalah vagina yang halus dan basah. gue pun coba memasukkan jari telunjukku ke vaginanya. tak disangka, ternyata Intan masih perawan tulen, takkan kubiarkan keperawanannya di ambil orang lain. kemudian gue coba memainkan jari telunjukku ke lobang vaginannya.

“Ah…. sakit ka.. ah.. ah… sakit.. ka..”

Akupun makin bersemangat memainkan jari telunjukku. gue hanya diam sambil mempercepat sedotan mulut dan gesekkan jari tanganku di kedua daerah sensitifnya, lalu. “Ahhh. ahhh. mmmmmhgh.” secara tiba-tiba Intan mengejang sambil tubuhnya terangkat tinggi keatas, yang tandanya Intan mau Orgasme. gue pun dengan cepatnya menggoyangkan tanganku… Tiba-tiba Intan Orgasme.

Itu kurasakan karena ada sesuatu cairan yang panas. “Tan, kamu orgasme ya…?” Intan pun menjawab dengan wajah yang malu ” ia kak gue orgasme,makasih ya kak….!!”kulihat Intan mulai lemas. ketika gue melihat Intan orgasme gue pun ingin orgasme juga tapi gue ingin merasakan vaginanya..

“Tan, kamu kan udah orgasme, kakak belum ni. Intan maukan bantu kakak orgasme…? ” ia kak nnti Intan bantu..trus Intan musti ngapain..?” mendengar itu gue pun gembira… nafasku lebih tak beraturan… “Aku pengen rasain kontolku di masukin ke vagina Intan …!!! bisa nga…?” “takut kak sakit”  “tenang aja kakak nanti akan pelan-pelan kok.”

Akupun langsung menyuruh Intan gaya belakang. Pelan-pelan kumasukkan.. sedikit sulit untuk memasukkannya, karena Intan masi perawan jadi vaginanya masih tertutup lobang yang kecil.. Tapi karena vaginanya sudah basah, gue pun coba-coba memasukkannya dengan perlahan-lahan sampai masuk 1/3 kontolku.

Pada saat kontolku masuk sepenuhnya, Kumulai mengenjot-enjot vaginanya sampai vaginanya mengeluarkan darah bercampur maninya… “ah.. ah.. ah.. sakit.. ah… sakit.. kha.. “sakit… cuman kata-kata itu yang kudengar keluar dari mulutnya.

Mendengar suaranya yang lembut gue lebih cepat mengenjot vaginanya… kemudian gue membaringkannya dengan kedua kakinya di dadaku.. gue pun mulai mengenjotnya dengan cepat.. Tiba-tiba Intan menyempitkan kakinya yang pertanda Intan mau orgasme untuk yang kedua kali… “khaa,,, khaa.. Intan mau pipisss… ahh… enak kha,,, tapi Intan mau pipis nhi…. udah ga tahan kha…” Mendengar kata itu gue semakin bergairah dan mempercepat enjotan ku..

“Sabar Tan… kita keluarin sama-sama…kha juga udah mau keluar nhi.. sabar yah..” mendengar itu Intan pun berusaha untuk menahan nya… gue pun langsung mengenjotnya dengan cepat. “Tan, kakak udah mau keluar ni.. Tan gimana..?” “Intan juga udah mau keluar…” “crott… crottt… crottt… crottt…” kamipun orgasme bersamaan, Tapi gue menumpahkannya di atas perut Intan..

Kemudian gue memeluk Intan sambil mencium keningnya. “Tan, gue sayang sama kamu” “Aku juga sayang sama kakak. sebenarnya gue sudah meyukai kakak waktu Intan kelas 1 SMA..” kami jadian pada saat itu.

Setelah itu kami membersihkan diri kami masing-masing.. Tak berapa lama kakaknya Intan datang. Tapi kami berdua hanya diam-diam saja seperti tidak terjadi apapun. Karena berhubung orang tua Iman ngga ada, Iman meminta gue untuk menemaninya tidur dengan nya malam ini..

Tanpa banyak basa basi gue langsung menerimanya.. Kulihat wajah Intan la juga senang. Pada malam harinya waktu Iman tidur, gue menggunakan kesempatan dalam kesempitan.. Kami berdua pun melakukan kejadian yang serupa waktu sore tadi..Mulai pada saat itu kami sering melakukan hubungan intim di mana saja kita ketemuan.

Post Terkait