Cerita sex

Gairah Sex Perawan Muda

Cerita sex – Sudah 4 tahun aku menjalani bisnis membentuk grup musik orkestra dangdut, namaku Iwan. Dan selama itu pula aku terbiasa melakukan hubungan badan dengan artis binaanku, walau sudah sering aku mencoba untuk menghindarinya tapi cobaan itu lebih besar menggoda syahwatku. Mungkin karena itu pula hingga kini aku belum juga menikah, padahal usiaku sudah masuk kepala 3 yakni 35 tahun.

Sebagai ketua dalam grup musik ini, tanpa aku dekati mereka. Mereka sendiri yang suka mencoba mendekati aku bahkan tidak jarang mereka langsung merayu aku, saat itulah bermula. Tapi saat ini ada seorang biduan baru yang sulit untuk aku dekati, padahal aku sudah memberikan perhatian lebih padanya. Karena menurutku dia beda dengan biduan lainnya, bukan hanya karena sikapnya, yang acuh.

Tapi juga karena wajahnya yang begitu cantik tanpa dandanan yang berlebihan. Dia biasa di panggil Dira, dan dari yang aku lihat banyak cowok dalam grup orkes ini yang mencoba untuk mendekatinya, sehingga banyak pula artis lainnya yang iri dan bersaing dengan Dira,. Tapi dengan wajah polosnya dia tetap mencoba untuk berteman dengan yang lain, termasuk dengan artis yang tidak suka padanya.

Pernah juga dia sampai bertengkar dengan Ima, salah satu artis biduanku juga. Saat itu Ima menuduh Dira merebut Alul pacarnya, yang memegang alat musik gitar dalam grup tersebut. Kala itu Dira hanya menangis, dan pergi dari tempat latihan hari itu. Akupun tidak dapat mencegahnya, tapi keesokan harinya di waktu latihan dan yang lain belum datang.

Baca Juga: Mbak Jamu

Aku yang sedari tadi berada di tempat latihan, melihat Dira datang dan belum lama setelah itu menyusul Alul. Dari belakangnya, Alul mencoba menjelaskan pada Dira kalau dia dan Ima sudah tidak ada hubungan apa-apa. Tapi Dira dengan tegas menolak ajakan Alul untuk menerima cintanya, hingga akhirnya mereka saling cekcok. Karena melihat Dira sudah terpojok.

Saat itu juga aku keluar dari dalam, tanpa berkata apapun mereka langsung terdiam. Dan datang pula yang lain termasuk Ima, dan tempat latihanpun rame. Aku melihat Dira agak risih waktu itu, apalagi tatapan Ima yang penuh kebencian serta pandangan Alul yang penuh harap. Dan aku tahu kalau Dira sangat tertekan waktu itu, akupun berinisiatif untuk membantunya.

Di saat latihan kelar, semua pada pulang dan aku melihat Ima mengikuti semua gerak Dira. Saat itu juga aku dekati Dira  dengan berpura-pura mengobrol basa basi akhirnya aku ajak Dira pulang bareng. Dia pun menerima ajakanku dengan begitu senangnya, kami pun pulang bareng. Selama di dalam mobil Dira diam saja. Akhirnya aku berhenti di pinggir jalan.

Tanpa membukakan pintu padanya, aku bilang ” Kalau kamu mau keluar silahkan…sudah nggak ada yang lihat kok ” Dia memandang ke arahku dan berkata ” Maksud Mas Iwan..? ” Katanya dengan wajah bingung ” Aku tahu kalau kamu nggak nyaman dengan keadaan di sana, karena itu aku mengajak kamu pulang bareng..” Mendengar penjelasan dariku, tiba-tiba Dira langsung memelukku.

Cewek cantik yang masih berusia 20 tahun ini memeluk tubuhku sambil menangis. Akhirnya aku pun mengajukan diri untuk menjadi pacarnya, dengan alasan biar nggak ada yang berani mengganggunya. Dira pun setuju dan sejak hari itu kami mengumumkan kalau kami berhubungan, banyak artis yang merasa iri pada Dira. Tapi mereka tidak bisa mengganggu Dira lagi.

Tapi aku masih mencari kesempatan dalam kesempitan, walau kami berdua sepakat kalau hal itu bohongan. Setiap kali bertemu baik kala latihan maupun di kala manggung, aku selalu mencoba mencari perhatian Dira. Di depan banyak orang dia bersikap romantis padaku, tapi jika kami berduaan maka sikapnya akan berubah. Kembali bersikap formal denganku.

Sebenarnya aku kecewa dengan sikapnya itu. Tapi aku tidak menampakkannya, hingga suatu ketika Dira manggung di luar kota bersama grup musik ini. Saat itu dia terlihat bersama cowok di belakang panggung, aku pun menghampirinya karena banyak yang bilang hal itu padaku. Tapi begitu aku melihatnya, aku tidak berani mendekat karena saat itu Dira di pegang dengan mesra tangannya oleh cowok ganteng itu.

Sakit juga hati ini melihatnya, aku pun memutuskan untuk tidak mendekat padanya. Ketika ada yang bertanya aku bilang kalau Dira lagi bertemu dengan teman lamanya. Tapi aku tidak kuat menahan rasa cemburu malam itu, aku pun pulang ke motel tempat kami menginap. Sedangkan yang lain belum pulang, di sana aku mencoba untuk memejamkan mata namun tidak bisa juga.

Kalau saja saat itu juga tidak ada yang mengetuk pintu, mungkin aku sudah menitikkan air mata malam itu. Karena benar-benar sakit hatiku, tapi begitu melihat orang yang mengetuk pintu saat itu aku sumringah. Apalagi mendengar kata-kata yang keluar dari dalam mulutnya “Mas Iwan..kenapa balik ke sini lebih cepat..?” Tanya Dira padaku, akupun menjawabnya dengan pura-pura tersenyum.

Dengan memegang daun pintu aku mencoba menjawab cepat, dan ingin segera menutup pintu ” Oh..iya…Mas lelah saja..jadi mau cepet-cepet istirahat..” Begitu aku bilang gitu, aku hendak menutup pintu tapi saat itu juga Dira memeluk tubuhku. Sambil terus mendorong tubuhku dan dia menutup pintu dengan kakinya, karena tangannya di gunakan untuk memelukku.

Sedangkan bibirnya menciumku dengan begitu buasnya. Mendapat lumatan bibirnya yang memang dari dulu pingin aku entot, akhirnya akupun membalasnya. Pikirku malam ini pasti akan melakukan hubungan sex dengannya. Kala bibir Dira melumat, aku membuka bajunya dengan cepat. Begitu pakaiannya terlepas aku pun membuka bajuku sehingga dia tidak ada waktu untuk menolaknya.

Dira melihat ke bawah ketika perutnya merasa ada yang mengganjal. Ketika terlihat kontolku yang menegang, Dira agak malu. Dia tidak berani menatapku dan langsung memelukku “Mas..gimana..kalau Dira..nggak..perawan lagi..” Katanya dengan lugu, aku menatapnya penuh nafsu dan berkata ” Mas..akan tanggung jawab Dira..” Akhirnya dia melumat bibirku kembali.

Dengan mesra akupun membaringkan tubuh bugilnya di kasur empuk itu. Perlahan aku telusuri tubuhnya dengan bibirku, Dira merem melek menikmati sentuhan bibirku. Ketika sampai pada memek yanag masih asri itu, tanpa ragu aku benamkan wajahku hingga menekan terlalu dalam. Saat itu juga Dira mendesah sambil terus menggelinjang sampai-sampai mengeluarkan desahan yang begitu panjang.


Dia memegang rambutku sambil menjambak mesra “Aaaauooowwww….aaauuooowwww…ooogghh…oooggghhhhMas…Ir..wan…nik…mat…Mas…ooouuuggghhhh..” Dia bangun dari rebahannya dan melihat aksiku memainkan memeknya, kembali Dira  mendesah “ooouuuwww…wwoooow..ya…ya…ya…te…rus..itu…Mas….ooouuugghh…ya…ya…” Begitulah desahan Dira.

Sepertinya ini memang pertama kali dia melakukan hubungan sex. Karena desahannya yang begitu serasa puas dan bergetar menikmati permainan lidahku di dalam memeknya. Akhirnya akupun berhenti melakukan oral seks padanya. Dan segera menindih tubuhnya, dia masih malu karena tidak mau melihatku. Walau aku sudah pegang dagunya untuk aku kecup dan aku lumat.

Begitu aku lumat, kontolku mencoba mencari lubang memek yang pas buat kontolku. Tapi lama juga memasukkan kontol ini pada memek Dira yang masih begitu sempit. Setelah beberapa kali akhirnya aku dapat menggoyangnya, tapi pertama menghentakkannya Dira menjerit ” Oouuww…ooouuwww..Mas…sakit..” Aku menciumnya dan berkata sambil membelai wajahnya ” Kita coba pelan-pelan ya sayang..” Kataku.

Akhirnya aku goyang perlahan pantatku. Bagai mengajari anak kecil aku harus sabar melakukannya. Tapi setelah agak lama aku bergoyang akhirnya Dira menikmatinya, karena diapun mendesah dan menggelinjang juga “Oouugghh..oouugghh..oouugghh…nik..mat..Mas..keras..nggak…pa…pa….Mas…Oouuuggghhhh..ooouugghhh…ya…ya…yyeeaaa..” Desahan kenikmatan Dira.

Mendengar hal itu akupun menggerakkan kontolku dengan cepat di atas tubuhnya. Dan setelah lama aku berpacu akhirnya akupun segera akan mencapai puncak kenikmatan dan “Uugghhh…uugghh..uugghh..uugghh..” Aku tekan kontolku dalam memek Dira . Sehingga masuk ke dalam memek Dira semua lendir kenikmatan dari kontolku, akupun terkulai di atas tubuh Dira.

Tapi meskipun tubuhku jauh lebih besar dari tubuhnya, dia masih mendekap mesra tubuhku. Tiba-tiba dia mengingat hal tadi “Kenapa Mas Iwan tadi pergi meninggalakn Dira di sana..?” Akupun turun dari atas tubuhnya, dan aku peluk tubuh Dira yang kini memeluk tubuhku dari atas ” Sebenarnya tadi Mas..cemburu lihat kamu bareng cowok itu..” Dira tersenyum.

Dira semakin erat memelukku dan berkata ” Dira senang banget Mas bilang gitu…sudah nggak usah cemburu tadi itu kakak Dira satu-satunya..dia memang tinggal di sini sejak orang tua kami pisah. Dira ikut Mama dan dia ikut Papa tinggal di kota ini..” Lega rasanya mendengar penjelasan Dira, dengan mesra aku peluk tubuh mulusnya. Sejak malam itu kami sering melakukan hubungan sex. Bahkan hingga kini kami telah menikah.

Post Terkait