cerita sex

Seks Dengan Wanita Lain Saat Istri Datang Bulan

Pertama kuperkenalkan diriku dulu, namaku Abidin biasa dipanggil Abid putera asli madura umurku msh 26 tapisudah menikah dan punya anak lelaki berumur 2thn dan istriku berumur 24 thn. Singakat cerita saya tinggal di desa yang sudah padat penduduknya. Pada suatu hari kebiasaanku pada malam jumat pasti ada jadwal rutin buat nyetor hasrat birahi pada istri tercinta.

Dan sehabis maghrib saya sudah menyiapkan ramuan penambah stamina khas madura yang telah terkenal seantero jagat. Untuk ancang2 mempersiapkan perang entar malam.

Hingga subuhpun datang. Badan ku panas, tak terasa burung aku uda berkicau dengan kerasnya. Dan aku pun membangunkan istriku dengan lembut. “Yank bangun donk kita buat dedekk lagi yuk”.
Dan alangakah kaget n kecewanya aku ternyata istriku lagi dapet(mens). Tiba2 dan tiada kusangaka tanpa disuruh dia memegang burungaku dengan lembut n penuh cinta dan kasih sayang kemudian mengocok menggunakan lotiön yang ada di meja riasnya, dengan pelan tapi pasti.

Aghhhrrr aghhhrr aku merem melek menahan geli akibat kocokan lembut istriku. Hingga 20mnt aku msh blum mencpai orgasme mungakin karena pengaruh jamu yang tadi aku minum. Kemudian istriku mengeluh kecapeaan. Dan meminta maaf.
“Ayah aku gak kuat lagi , sumpah tanganku dah pegel”

Baca Juga: Nafsu Febby Yang Ingin Di Puaskan Setelah Sangat Terangsang

Dalam hatiku (buuusét nyesel aku sudah minum jamu kuat ,SENJATA makan tuan deh). kemudian aku ke kamar mandi membersihkan lotiön yang menempel di burungaku. Tiba2 istriku datang kemudian langsung jongakok di depanku lalu mengemut burungaku dengan buas aku pun kelojotan menahan geli.

Uuuuuh aaaaah uuuuh teeerus yang cepet aaaah erangaku lagi , setelah beberapa menit istriku menyerah lagi , aku pun tak memaksanya untuk memuaskan hasrat birahiku karena aku sayang ma dia. Dengan berat hati akupun menyuruhnya tidur kembali. Akupun merana tak bisa tidur hingga pagi pun tiba, dengan keadaan burungaku tegak perkasa tanpa ada lawannya.

Jam 7 pun tiba waktunya istriku kerumah saudaraku untuk membantu karena besok mau hajatan. Tinggalah aku sendiri dengan burung yang msh tegak. Tiba2 tok tok tok terdengar suara orang mengetuk pintu. Setelah kubuka pintu ternyata tante Nuri sambil menggendong anaknya yang berumur 1,5thn. Tante Nuri adalah tetangga depan rumahku. Tubuhnya tinggi, kulit putih tapi badan agak gemuk n yang paling ngeri payudaranya yang sangat super2 jumbo.

“Ada apa tante…”, aku bertanya sambil mempersilahkan tante Nuri masuk.
“Aanu, anuu” katanya “aku pinjem chargenya boleh gak?
Cas chargenya tante rusak” tanya tante.?
“Boleh jawabku, kemudian aku kekamar untuk mengambil charge yang ada di meja. Ini tante chargenya. tapi tante cuma diam. Setelah ku perhatikan ternyata tante melihat burungku yang kelihatan nyerodok kedepan sarungku karna aku lupa memakai cd.
Kemudian aku refleks menekan keatas biar burung tidak kelihatan menonjol lagi . Kemudian suatu hal yang tak kuduga dan kusangaka tiba2 tante berbicara pada anaknya yang bernama Chacha setengah mengejekku.

“Chacha… burung om Abid mau lari, paling gak dikasih jatah ama tantenya semalam” (buset kok tau dia kalow aq gak dpt jatah semalam sahutku dalam hati). Aku hanya tersenyum sinis atas omongan tante. Trus aku liat Chacha lagi netek ke susunya tante yang super besar seperti kepalanya Chacha.

“Uuh… enak Chacha mau netek seharian gak bakal habis tuch susu., nyeloteh mulutku”.
Trus tante menjawab “Emang om Abid mau netek juga ya?, kalo mau yang sebelah masih nganggur”. Belum sempet kujawab tiba-tiba terdengar suara tik….Tik… Tik… Kemudian hujan turun dan tante langsung keluar tapi sampai di halaman balik lagi kerumahku karena hujan sudah terlalu deras.

Kemudian aku dan tante berdiri di teras rumahku. Tiba2 ada suara teriakan dan ternyata om Andre berteriak di teras rumahnya “Ndang kamu dirumahnya Abid aja kasihan Chacha takut kena hujan ntar sakit”
“yaa…”, Sahut tante Nuri. Kemudian kami berdua terdiam. Hanya bunyi hujan dan tiupan angin dingin yang aku rasakan.

Ayo tante kedalam aja diluar udaranya dingin kasihan Chacha ntar dia sakit. Kami pun duduk di sofa ruang tamu. Aku pun melirik tetek tante Nuri yang di emut Chacha. Tiba2 tante Nuri membuka 2 kancing dasternya lagi kemudian menumpahkan kedua teteknya dengan menarik busa bh nya keatas. Om Abid katanya mau netek ayo kesini.

Perasaanku dag dig dug gak karuan. Tante kok tau aja kalo burungaku dari tadi malem ampe sekarang gak mau tidur celoteh dalam hatiku. Tanpa pikir panjang n banyak bicara lagi langsung kudekati tante n langsung kuemut n remas susu tante Nuri yang super gede. Crot crot crot asi tante Nuri tumpah di mulutku. Aaaah tante mendesis keenakan. Kemudian tante menidurin Chacha di sofa yang telah tertidur pulas.

Kini aku bebas ngemut susu tante n tanganku sibuk memelintir pentil yang satunya dengan keras hingga asi menyebur dan membasahi tanganku. Oooh enak Abidin teruuus emuut… teruus habisin susu tante ooogh… Kemudian tak terasa ada tangan yang sudah meremas n mengelus burungaku di balek sarungaku.

“Abidin masukin dong burungnya ke pepek tante, tante dah gak tahan nih”.
“Ya tante, tapi buka dulu baju tante jawabku. Kemudian tante Nuri pun membuka baju sedangakan aku berjalan kearah pintu untuk menutup dan menguncinya supaya pestaku gak ada yang mengganggu. Ketika aku berbalik dan kulihat tante sudah telanjang bulat diatas sofa sambil jarinya memainkan n mengobok2 pepeknya. Aku lagi senang mendekati dan duduk diantara dua pahanya yang diangkat sedikit. Kuusapkan kontolku ke bibir pepek tante yang kelihatannya sudah basah dan merah yang diatasnya ditumbuhi bulu lebat. Ah aaaah uuooh mengoceh sambil menggeliat tante.

“Cepetan Abidin masukin tante gak kuat nih”. Kemudian aku pun mulai mengarahkan kepala burungku yang dari semalem berdiri tegak ke arah lubang pepek tante Nuri… Sssleep dengan mudahnya burung aku masuk ke dalam pepek tante. Kemudian aku langsung memompa burungku dengan cepat… plak plak plak terdengar suara benturan tubuhku dengan tubuh tante. Semakin cepat pompaanku di iringi desahan tante… aah aah aaaaghrrrt diangkat bokong tante keatas ternyata tante sudah orgasme.

“Enaak… enaaak”, celoteh tante sambil mendesah gak karuan.
“Tante ganti posisi yuuk sekarang tante diatas”.
“Ya…”, kata tante tapi jangan di sofa, di lantai aja.
“Ok..”, lanjut sahutku.
Dengan posisi seperti itu aku sedikit bisa mengatur nafas karena yang aktif sekarang adalah tante.

“Ah…ah…ah”, desahan tante terdengar lagi dia menaik turun kan badannya sambil menggigit bibirnya sendiri. Perlahan di iringi desahan yang keluar dari mulut tante dan tiba temponya dipercepat oleh tante dan tangannya menyakar dadaku dan tante berteriak lagi “aaaakkhh…”, Tante orgasme lagi … Dan dia rubuh di dadaku. “Uhuuk uhuk…”,aku batuk karena sesak di tindih badan gemuk tante.

Maaf kata tante, habis enaak banget Abidin…, tante jadi kerasa melayang celoteh tante. Aku minta gaya laen lagi, sekarang posisi favoritku “DOGGY STYLE“. Kemudian tante merangakak kearah sofa n merebahkan kepala dan tangan tante diatas sofa tapi tetep dengan keadaan merangkak. Kulihat bokongnya busyet gede banget tu bokong kayak sapi limosin dalam hati ketawa. Tanpa banyak acara lagi aku masukkan burungaku ke pepek tante Nuri.

“Slep…aah…uuh”, tante merengek lagi. Aku langsung menggenjot dengan santai dan kemudian Chacha bangun dan bertanya..
“ibu sama om Abid lagi ngapain? “
“ahhhh …..main kuda2an”, jawab tante. Kemudian dengan penuh ah ah ah ah ah sekitar 10 menit kugenjot, aku mau keluar tante, mau di keluarin di dalem apa diluar tanyaku, terserah aah aaghrt jawab tante.. Crot crot crot ah aaaah enak tante. Ya tante juga dah keluar.. ku keluarin di dalem aja, gak urus kalo hamil ada suamiya kok (celoteh dalam hatiku). Dengan puas tante Nuri mencium keningku dan mengucapkan terima kasih karena selama ini dia belum pernah menikmati burung sebesar ukuran punyaku.

Post Terkait