cerita sex

Selingkuhan Lalu Kujilatin Memeknya Yang Rasa Manis Madu

Pertama selingkuh dengan wanita lain membuat pikiranku tak tenang .
Ditambah lagi kenekatanku saat berhubungan intim aq mengeluarkan pejuhku di dalam kemaluan Fani, aq takut kalau dia sampai hamil, kalau itu sampai terjadi , wahh bakal jadi skandal.

Dan untuk menghilangkan rasa kekhawatiranku serta agar istriku tdk curiga , malam itu aq berhubungan intim dengan istriku. Tapi saat berhubungan intim, aq selalu membayangkan tubuh Fani, gerakan – gerakan erotis, pantatnya yg padat, dan toketnya yg padat montok .

Keesokkan harinya aq menelpon Fani dan menyampaikan rasa kekhawatiranku. Jawaban Fani cukup menenangkan pikiranku.

“Tenang mas , kemarin itu aq pas masa nggak subur , jadi aq biarkan pejuh mas keluar di dalam. Aq juga nggak mau suami dan keluargaku tau tentang perselingkuhan kita . Sungguh itu pengalamanku pertama ”

Baca Juga: Ngentot dengan Guru Bahasa Inggris

Perbincangan kami lanjutkan dengan nada penyesalan , mengapa perselingkuhan itu harus terjadi . Tapi aq dan Fani tdk berani berjanji perselingkuhan itu tak akan terulang kembali.

2 Minggu kemudian, Fani sms, menanyakan aq sibuk atau tdk. Kujawab , ‘ buat kamu segala kesibukkan bisa kutinggalkan’ . Kemudian Fani ngajak ketemuan di salah satu cafe di mall di Kotaku . Katanya ada yg mau dia omongkan .

Langsung aja aq meluncur dengan mobil yaris kesayangan ke mall itu. Setibanya di mall, kuparkirkan mobilku , dan langsung menuju cafe tempat kami janjian tadi . Di cafe itu aq melihat Fani sedang duduk sambil memainkan hp nya.

“Siang ini kamu benar – benar cantik Fan ” kataku mengejutkanya.
“Haii , apak kabar mas Hardy Bikin kaget aja , silahkan duduk mas . . ” jawabnya diiringi dengan senyum manisnya

Aq pun langsung duduk di sampingnya , memesan kopi . Aq langsung tanya pada Fani.
“Katanya ada yg mau di omongin , soal apa sih Fan ?
Wajah Fani yg semula semeringah, berubah menjadi sendu, tampak ada beban berat yg sedang dipikulnya . Lalu dia bercerita habis bertengkar dengan mertuanya , karena dia dianggap boros dalam membelanjakan gaji suaminya .

“Aq menitipkan anakku ke kakak iparku , aq mau cari ketengan , karena itu aq hubungi mas Hardy . Aq malas dirumah dalam kondisi mertua masih uring- uringan ”

“Ya sudah , sekarang kita mau kemana Fan ?” tanyaku
“Terserah mas Hardy saja , yg penting sebelum jam 8 malam aq harus sudah ada di rumah.

Aq berpikir cepat, lalu kuajak Fani jalan ke tempat wisata pegunungan yg sejuk yg letaknya tak jauh dari kotaku . Ditempat itu aq punya Villa. Dia setuju dengan ajakanku , setelah membayar minuman , kami berdua langsung melangkah menuju tempat parkir , dan langsung meluncur menuju kawasan wisata itu.
Di perjalanan aq berpikir keras bagaimana caranya menyuruh keluar Pak Aryo penunggu villaku . Tak mungkin aq membawa wanita lain ke villaku , pasti nanti pak Aryo akan bicara sama istriku . Akhirnya aq putuskan untuk chek – in disalah satu penginapan di daerah wisata itu .

Setibanya di tempat wisata itu, aq mutar – mutar mencari penginapan yg cocok, yg jauh dari villaku . Dan pilihanku jatuh pada villa XXX, tempatnya nyaman , dan kupilih kamar yg paling belakang , agak tersembunyi dengan parkir mobil di bawah, dan kamar di atas .

Begitu kami masuk ke dalam kamar , pintu kamar tdk aq kunci karena penjaga penginapan pasti akan datang lagi mengantarkan minuman yg kami pesan dan perlengkapan mandi.

Begitu pintu kututup , tanpa komando kami berdua langsung berpelukan erat, bibir kami saling berciuman. Benar- benar erat pelukan kami , sampai hampir sesak nafas , seperti sepasang kekasih yg sudah lama tak berjumpa.

“Aq kanget banget sama kamu Mas. . ” katanya dengan nafas memburu.
“Aq juga Fan . . aq ingin kamu bersamaku selamanya …” jawabku dengan nafas terputus – putus .
“Kita nikah aja yukk ” pinta Fani.
“Aq mau . . tapi apa mungkin?” jawabku .

Hampir 10 menit kami berciuman , dengan posisi masih berpelukan kami melangkah kecil, berputar – putar seperti penari salsa . Ciuman dan pelukan kami harus berhenti waktu terdengar suara pintu di ketuk . Fani pun segera duduk di kursi sofa sambil merapikan pakaianya yg agak acak- acakkan . Ceritaseks69.ga
Kubuka pintu itu , dan kubiarkan penjaga penginapan menaruh dua cangkir teh di meja , dan meletakkan perlengkapan mandi di ranjang . Waktu penjaga penginapan pamit, kuselipkan uang 100 ribu di sakunya sambil mengucapkan terima kasih . Si penjaga senang sekali mendapat uang tips dariku . Begitu sang penjaga keluar, pintu kamar langsung kututup dan kukunci .

Aq pun langsung duduk di sofa , disamping Fani.
“Mumpung masih hangat teh nya, , diminum yukk ” kataku.
Dan Fani langsung mengambil cangkir teh itu, meneguk isinya.

Kuperhatikan caranya minum, sungguh seksi bibirnya. Aq lihat begitu , Fani tersenyum , senyumnya sungguh manis , yg membuat nafsuku menggelora . Kurapatkan tubuhku ke tubuh Fani.

Saat Fani meneguk tehnya lagi, segera kutarik tanganya, dan langsung kucium bibirnya yg masih penuh dengan air teh. Akibat lumatan bibirku itu , teh yg ada di mulut Fani sedikit tumpah keluar , dan sebagian masuk di mulutku.

Kubuka mulutnya dengan lidahku , sampai air teh itu berpindah semua ke mulutku. Dari mulutku kembali kudorong kemulut Fani, begitu bergantian . Hmm ciuman yg mengasyikkan , yg pernah aq impikan tapi baru kali ini bisa aq lakukan.

Setelah beberapa kali saling tukar air teh yg bercampur dengan ludah kami berdua , akhirnya teh yg ada di mulut kami habis . Kini aq yg minum teh dengan porsi yg lebih banyak, kami pun berciuman lagi, saling dorong air teh ke mulut kami masing – masing. Tak terdengar desahan yg keluar, karena mulut kami penuh dengan air teh. Setelah air teh kedua itu habis dari mulut kami , Fani menarik mulutnya.

“Gilaa . . darimana mas Hardy dapat ide ciuman yg model gitu , nikmat sekali mas , sungguh mengasyikkan ” katanya dengan nafas memburu.
Memang ciuman dengan model seperti itu membuat nafas kita jadi ngos – ngossan karena harus menjaga minuman agar tdk banyak yg keluar dari mulut.
“Aq sering membayangkan berhubungan intim dengan berbagai cara, yg romantis dan lembut , termasuk cara berciuman tadi ” jawabku

Kemudian aq bangkit dan kurain tanganya, kemi berdiri saling berhadapan , merapatkan tubuh kami , dan kembali berciuman.
“Fantasi apa lagi yg mau mas terapkan ?” tanya Fani penasaran.

Tanpa menjawab pertanyaanya , langsung kudorong tubuh Fani ke meja rias yg cerminya besar . Di depan meja rias itu , tubuhku menghadap ke cermin dan tubuh Fani membelakanginya .

“Aq ingin kita menari , dan tarian kita bisa lihat dari cermin itu” kataku sambil melucuti baju dan celananya .

Fani memahami maksudku , Fani juga melucuti baju dan celanaku , termasuk CD ku. Sekarang kami berdua dalam kondisi Bugil. Batang penisku yg sudah mengeras menempel di perut Fani, dan biji pelernya menempel di rambut kemaluannya yg tertata rapi .
Ada sensasi luar biasa saat biji pelerku kegesek – gesek rambut kemaluanya. Dari cermin kulihat pantat Fani, , Oowwhhh pantat itu benar – benar mebangkitkan nafsuku .

Kuciumi lembut bibir Fani dan Fani membalas dengan cara yg sama , sedangkan tanganku meremas- remas pantat Fani, sesekali tanganku mengelus punggungnya.

Post Terkait