cerita sex

Seorang Tante Tante Seksi Yang Membuatku Terpesona Dengan Kecantikannya

Pengalaman ini kualami baru 2 bulan yang lalu di tahun 2017, dan ini merupakan pertama kalinya aku melakukan hubungan badan dengan seorang wanita. Tepatnya dengan seorang tante tante, panggil saja namanya tante Lin, dia seorang janda yang ditinggal mati suaminya sekitar 4 tahun yang lalu, umur tante Lin sekarang 31 tahun, mempunyai seorang anak yang masi kecil.

Dia sebenarnya sering sekali datang ke Jakarta, dan memang mempunyai sebuah rumah jakarta, serta mempunyai seorang anak angkat yang juga merupakan anak dari kakaknya. Namanya Fandri, dia juga sedang kuliah dan tinggal di kos yang sama denganku, tapi dia lebih muda dariku dua tahun. Kami lumayan akrab, sehingga kami sering keluar atau pergi jalan bersama. Perkenalanku dengan tante Lin, adalah ketika kunjungannya ke Jakarta, karena sebenarnya dia berasal dari Kalimantan.

Pada waktu itu, aku diajak makan siang bersama oleh Fandri, dan katanya ada tante tante yang datang ke Jakarta bersama anaknya. Fandri berjanji untuk bertemu tante tante di sebuah mall yang cukup terkenal di Jakarta. Setelah menunggu selama hampir setengah jam, akhirnya kami bertemu dengan tantenya. Pertama kali melihat tantenya, pandanganku seperti tidak bisa ketempat lain lagi. Aku begitu terpesona melihat penampilannya, begitu rapi, cantik dan seksi.

Mukanya yang putih dan mulus, rambutnya yang panjang terurai, membuatnya terlihat begitu merangsang, serta tubuhnya yang langsing, pinggang yang ramping, dan ukuran tubuh yang tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 160cm. Dadanya yang montok, besar dan kencang, mungkin sekitar 34D, ditambah lagi dengan memakai kemeja putih ketat dengan kancing bagian atas yg dibuka, sampai buah dadanya yang besar itu terlihat begitu indah dan montok, tampak menyembul, seperti mau keluar dari pakaiannya. Pantatnya yg bulat dan kecil itu, terlihat begitu padat. Adik kecilku bahkan sempat menegang , karena melihat keseksian, keindahan, kemontokan tubuhnya, bahkan cara jalannya yang terlihat seperti di catwalk.

Dalam diriku tidak berhenti memuja tubuh yang sangat seksi itu, dan betapa nafsu lakilaki aku muncul, karena itu kali pertamanya aku melihat pemandangan yang begitu merangsang. Jujur saja, aku sangat pengen meremasremas dada dan bokongnya itu, tangan ku sudah gatal rasanya. Tapi aku masi bisa menahannya. Setelah itu kami saling berkenalan, tangannya yang kecil itu begitu lembut. Dan dilanjutkan dengan makan siang bersama, kami berbincangbincang dan menjadi dekat, karena tante Lin orangnya gaul, jadi semua pembicaraan kami terasa nyambung. Selesai makan, kami diantar pulang ke kos oleh tante Lin.

Sayang sekali aku tidak menanyakan no hpnya. Setalah hari itu, kami makin sering bertemu, karena tante lin sering mengajak kami pergi makan dan jalanjalan. Dan aku menjadi semakin menginginkan untuk menikmati tubuhnya itu. Tante lin sering telpontelponan denganku, kadang hanya untuk ngobrol saja, tapi tante Lin lebih sering menelponi aku daripada anak angkatnya. Bahkan sempat dia memintaku untuk menjadi anak angkatnya, tapi aku hanya menganggapnya basabasi saja.

Tak terasa sudah berapa kali kami bertemu, dan akhirnya aku menjadi benarbenar akrab dengan tante Lin.. dan tante Lin mengajaku untuk menginap ditempatnya. Semula aku menolak, tapi tante Lin tetap memaksa seperti anak yang manja, akhirnya aku terima ajakannya. Aku hanya purapura menolak, tapi sebenarnya aku mau menginap ditempatnya. Malam itu, aku dan tante Lin dudukduduk di lantai teras rumahnya di lantai paling atas. Angin malam yang menyejukkan, dan suasana yang tenang, membuat kami merasa lebi santai. Ketika itu anakanaknya sudah tidur.

Karena aku dan tante Lin sudah akrab, maka aku memberanikan diri bertanyatanya sesuatu yang nakal. tante ngga ngerasa kesepian, kalau malemmalem ga ada yang temenin tidur.. hehe.., candaku pada tante Lin.. sebelumnya tante Lin tampak terdiam tidak mau menjawab, hanya tertawa kecil, tapi akhirnya, Nakal juga kamu ya.. emang sih kesepian.. tapi mau gimana.. ga ada yang menghibur.. , lanjutnya dengan sedikit mengeluh. hahaha.. kalau tante tante bole.. aku mau menghibur tante tante .., candaku lagi. haha.. emangnya kamu bisa apa.. belum ada pengalaman, trus ntar malah tante yang kecewa.., tanyanya, sambil memancingku.

iya.. tapi setidaknya aku pernah liat dan tau caracara ama posisiposisi nya.., candaku dengan sedikit menantang. yuk masuk aja.. tambah dingin aja nih di sini.., ajaknya dan mengubah topik. Dan kami pun masuk kedalam. Tante Lin memintaku mengunci pintu, setelah selesai menguncinya, ternyata tante Lin masih berdiri di sana. Kami saling bertatapan, cukup lama, tapi tidak berbicara satu katapun. Pikiran ku mulai kacau, dan berpikir yang tidaktidak. Benar saja, tibatiba tante Lin memegang kedua tanganku, dan dengan senyuman nakal menarikku ke sebuah kamar, kamar yang disediakannya buatku selama aku menginap di tempatnya. Aku didorong ke ranjang, dan terduduk diatas ranjang yang lebar itu.

Tante Lin langsung saja mendatangiku, meloncat dan duduk diatas pahaku, kedua tangannya memegang erat rambut belakangku. Dan dengan tibatiba tatapan matanya berubah menjadi tatapan nafsu yang sangat besar. Tunjukin ke tante tante kalau kamu emang tau caracaranya.., setelah itu langsung saja dia mencium bibirku dengan buasnya, tangannya yang memegang kepalaku bergerakgerak memegangi dan menjambaki dengan kuat seluruh rambutku. Tubuh kami bergerak maju mundur mengikuti gerakan kepala kami. Lidahnya bergerakgerak dengan cepat di dalam mulutku, aku membalasnya dengan menggerakgerakan lidahku juga.

Ternyata saat itu aku baru sadar bahwa nafsu seks tante Lin ternyata besar sekali, dapat kulihat dari caranya, bagaimana tante Lin ingin melumat lidahku. Ketika lidahku masuk dan merabaraba rongga mulutnya, giginya mengigitgigit dan mengisapisap lidahku seperti mau menelannya bulatbulat, kami seperti sedang bermain pedangpedangan dengan lidah didalam mulut kami. Aku sudah tidak berpikir apaapa lagi, kecuali malam ini aku harus menikmati tubuh tante Lin sampai puas, akan kulampiaskan semua nafsuku yang tertahan selama ini pada tante Lin. emmm.. emmmm.. ssshhh..aaahh.. ssshh.. aaahh.., suaranya mendesah. Ketika sekalisekali tante lin mengigit bibir bawahku, aku gigit pula bibir atasnya.

Begitu juga ketika tante Lin mengigit bibir atasku, maka aku menggigi bibir bawahnya. Kupegang kedua pahanya, kuleuselus bagian dalam serta luarnya, sampai akhirnya aku menaikan kedua tanganku dan mencengkram sekuatkuatnya kedua pantatnya yang bulat itu. ahhh., teriakannya kecil. Tangan kananku memeluk eraterat pada pinggangnya yang ramping itu, sampai buah dadanya itu terjepit diantara tubuh kami. Karena aku ingin merasakan kedua buah dadanya menempel didadaku, Begitu besar, begitu empuk, dan betapa dapat kurasakan kedua putingnya mengeras di dadaku.

Tangan kiriku tetap memegang kedua pantatnya itu, kumasukkan tanganku kedalam celana karetnya, berulang kali aku meremasremas pantatnya itu dengan kuatkuat, lalu kueluselus dan kurabaraba, aaahh.., suara itu yang sangat ingin aku dengar dari mulutnya. Akhirnya kumasukkan jarijariku kedalam belahan kedua pantatnya. Dengan jarijariku dapat kurasakan hangat disekitar lubang pantatnya itu. Aku bermainmain dengan jarijariku dan aku gelitikgelitik luang duburnya itu, dan terasa tubuhnya berkejutkejut kegelian, tangan kanannya memegang kuatkuat pergelangan tangan kiriku untuk menahan rasa geli jarijariku di duburnya. Jariku dapat merasaka bagaimana duburnya mengejang kegelian.

Setelah cukup lama kami berciuman, tante Lin melepaskan bibirku, lalu dia berdiri dan membuka baju, celana dan CDnya. Dan kulihat pemandangan yang begitu menakjubkan ketika tante Lin mengangkat kedua tangannya, dadanya yang besar itu ikut terangkat, lalu turun dan begoyanggoyang, ahh betapa beruntungnya aku dapat melihatnya dengan begitu dekat. Aku tidak malumalu lagi, maka kulepas juga semua pakaianku, sampai kami benarbenar telanjang bulat. Aku tak sempat melihat semua bagian tubuhnya, tapi yang pasti bulubulu di sekitar mem*k tante Lin itu telah dicukur habis, membuat mem*knya terlihat lebih bersih dan lebih segar.

Adikku sudah mencapai 80%. dicukur tante..?, tanyaku, tante Lin hanya membalas dengan senyuman dan tidak berkata apaapa. Setelah itu kami lanjutkan lagi ciuman kami, semakin lama mulut kami semakin penuh dengan ludah kami yang telah bercampur, begitu kental, begitu nikmat, dan begitu banyak sampai menetes keluar dari selasela mulut kami, dan sampai aku merasa seperti sedang meminum segelas air ludah kenikmatan bersamasama tante Lin. Tibatiba tante Lin menyedot semua ludahludah itu kemulutnya dan melepas mulutku. Dengan tatapan mata dan senyuman yang nakal, tante Lin mengeluarkan air ludah itu, membiarkannya mengalir seperti air terjun, dari mulutnya ke dagunya, lehernya, membasahi dadaku dan dadanya, dan akhirnya turun sampai ke pangkal paha kami, membuat gesekan tubuh kami terasa menjadi lebih licin.

Melihat itu, mulai kuarahkan kepalaku untuk menjilati air ludah, tapi tidak kutelan, mulai dari sudutsudut bibirnya, lalu dagunya, lehernya, betapa air ludah itu terasa lebih nikmat, karena telah bercampur dengan keringat tante Lin. Kubungkukkan badanku sedikit, sehingga mendorong tubuh tante Lin sedikit kebelakang, dan akhirnya mukaku sampai tepat didepan dadanya, besar banget tante.., kataku spontan, aku tidak melihat matanya, tapi aku tahu kalau dia tertawa gembira. Kubaringkan badanya ke ranjang, tante Lin dibawah dan aku diatas menindihnya.

Lalu kuciumi, kusedotsedot dan kugigitgigit kecil puting susunya, tanganku meremas dadanya yang lain, jariku secara refleks mulai memutarmutar dan mencubitcubit kecil puting susunya. aaahh.., desahnya.. Kubuka mulutku selebarlebarnya dan dengan sedikit memaksa aku mencoba memakan dadanya sebanyak mungkin. Aku ingin menelan semua dadanya. Kuremas, Kugigit, kujilat dan kusedot, semua itu kulakukan berulangulang kali sampai aku puas. ssshhh..aahhh..aah..aah.., desahannya semakin membuat nafsuku menggebugebu. Setelah puas dengan dadanya, aku mulai turun menciumi perutnya, menjilatjilat pusarnya, kedua tanganku tetap memegangi dadanya, tangan tante Lin tetap memegang kepalaku, mengikuti kemana kepalaku bergerak.

Akhirnya aku sampai di depan mem*knya, yang ternyata sudah basah, aku mencium bau harum dan lembut dari mem*k dan disekitar pangkal pahanya. Aku sudah tidak tahan lagi, langsung saja kujilat dan kugigitgigit kecil klit nya, aku memainkan lidahku dengan cepat di duburnya, naikturun dari pantat ke klitnya, berulangulang sampai daerah itu basah oleh ludahku. aaaaaaaaahhhh.., suara desahannya yang rendah, dan semakin kuat tante Lin menjambak rambutku. Kujilati mem*k nya seperti sedang menjilat es krim, es krim yang tidak akan pernah habis.

Setelah itu aku belutut di ranjang dan mengangkat pantatnya tinggitinggi, sehingga kedua lututnya berada di dekat dengan kepalanya, selama dalam posisi kepala dan kaki dibawah tapi pantatnya terangkat seperti itu, kedua tangannya hanya bisa memegang pantatnya, menarik kekanan dan kekiri, sehingga lubang vagina dan lubang pantatnya dapat kulihat dengan jelas. Tangan kiriku memegang perutnya, dengan badan kutahan punggungnya supaya posisinya tidak berubah. Dan dengan jari tengah serta telunjuk tangan kanan, kumasukkan kedalam vaginanya, kedua jariku bermainmain, berputar kirikanan, dan keluar masuk di lobang vaginanya. aaaahh aaaahh..aaaahhh.. eennaaaakkk, kata tante Lin sambil memejamkan mata, membuatku semakin bersemangat memainkan vaginanya.

jangan berhentii. trussss. aaaahh Setelah cukup lama aku bermainmain dengan mem*knya, akhirnya tubuh tante Lin seperti kejangkejang, dan bergerakgerak dengan cepat serta kuat, sampai aku sedikit kewalahan menahan posisinya. aaaah.. aaaa..aaaaaaaaaaaaahh.., kata tante Lin, sembari tubuhnya mengejangngejang, lalu keluar cairan putih kental yang cukup banyak dari dalam vaginanya, membasahi tanganku dan daguku, dan menyebar ke dadaku dan perutnya, aku tidak tahu cairan apa itu, baunya pun tidak begitu sedap. haah.. hah.. hah..hah.., suaranya kecapekan, disertai keringat yang bercucuran dan tubuhnya mulai melemas. Tangannya pun jatuh terkulai keranjang, tante Lin terlihat seperti orang yang sudah KO.

Jilatin franss jilatin yaa.. sampe bersih, kata tante Lin dengan manja.. Semula aku tidak mau, tapi setelah mendengar permintaan manja tante Lin, akhirnya kulakukan juga. Padahal penisku saja belum kumasukan kedalam vaginanya, tapi tante Lin sudah kecapekan. Tapi aku juga sebenernya sudah kecapekan berada di posisi seperti itu, tanganku sudah pegalpegal, tapi nafsu dan semangatku masih besar, karena aku belom puas, jadi tidak boleh putus di tengah jalan. hahh.. franss.. jari kamu benerbener nakal.., katanya terengahengah. sini frans.., panggilnya sambil menarik kepalaku mendekat ke mukanya.

Dengan begitu aku menindih badannya, dadanya yang besar itu mengganjal tubuhku, dan kubiarkan juga penisku terjepit diantara tubuh kami. Aku dapat merasakan detak jantungnnya, desahan nafasnya yang telah kecapekan. Kedua tangannya melingkar memeluk leherku, kakinya juga melingkat dan melipat di punggungku. Tanganku memegang pinggangnya, merabaraba dari atas ke bawah, dan satunya lagi mengeluelus rambutnya yang panjang dan terurai itu.

Tubuhnya benarbenar dibasahi oleh keringat. Aku sengaja menggerakkan tubuhku majumundur, sengaja membuat penisku yang masih tegang itu mengosokgosok mem*knya, sengaja kurabaraba pinggiran dadanya yang ikut berbergerak maju mundur, kulakukan supaya dapat membuatnya bernafsu lagi. frans, tante suka banget cara lu ngobokin vagina tante tante.., kata tante Lin memjuaku. jadi gimana.. tante tante puas ga.., tanyaku. puas banget.. baru begitu aja tante uda kecapekan.., katanya sambil memegang pipiku dan menatap mataku dalamdalam. tapi tenang aja.. tante masi kuat kok.., lanjutnya menggoda.

Tanpa banyak bicara lagi, langsung saja aku mencium bibirnya.. Petandan mulainya ronde kedua. hhmmppp hmmppp.. hemmmpp, desahannya menjukkan bahwa tante Lin masih bernafsu. Perlahanlahan aku mulai merasakan putingnya mengeras kembali didadaku, tangan dan kakinya memeluk tubuhku dengan lebih erat. Tampaknya memang benar, nasfu dan stamina tante Lin sudah kembali. Cukup berapa menit saja, dan air ludah mulai memenuhi mulut kami. Tante Lin mendorong tubuhku kesamping, dan kamipun berganti posisi, aku dibawah dan tante Lin diatas. Disedotnya kembali semua air ludah itu, perlahanlahan tante Lin menegakkan badannya.

Tante Lin pun melakukan hal tadi, mengeluarkan air ludah itu sedikit demi sedikit ke dadaku, perutku, lalu akhirnya membanjiri tubuhnya sendiri, air ludah itu terus turun dengan cepat sampai membasahi penisku yang berada terjepit diantara bagian dalam pangkal pahanya dan tubuhku. Dengan senyuman dan tatapan mata nakal, tante Lin memundurkan tubuhnya, lalu membungkuk, sambil memegang penisku, tante Lin menumpahkan sisa air ludah itu ke penisku. wow.. lumayan juga punya kamu yaa, katanya dengan bernafsu, sambil memegang erat penisku. tadi sudah giliran kamu.. sekarang giliran tante tante buat kamu kecapekan.., setelah itu, tante Lin mulai mengecup kepala penisku.

Tangan yang satunya memegang, memainkan dan menekannekan, bahkan kadang digenggamnya dengan kuat buah pelirku. Aaah, kataku karena rasa nyeri di buah pelirku. Dengan posisi kakiku yang terbuka lebar, tanpa banyak bicara lagi, tante Lin dengan tatapan nakalnya mulai menjilati dari pangkal batang sampai keujung penisku. Tanganku memegangi rambutnya, karena aku ingin melihat pemandangan yang tak ingin aku lewati, bagaimana tante Lin menjilati penisku dengan nafsunya. Digititnya kecil ujung penisku, rasanya geli sekali.

Dikulumkulumnya penisku, dijilatnya seperti sedang menjilat batang eskrim kenikmatan yang tidak akan pernah habis. Sekarang giliran buah pelirku ikut dimakannya, dimasukkan kedalam mulutnya bersama dengan bulubuluku. Lidahnya bermain dengan cepat didalam mulutnya, sesekali pelirku seperti sedang dikunyah oleh tante Lin. aaahh.., teriakku kecil, menahan sakit. Penisku sudah basah sekali oleh air ludah tante Lin, nafsunya seperti sudah tidak tertahan lagi. Penisku teraa panas garagara bergesekan dengan mulut dan tangannya.

Kepalanya naik turun dengan cepat diikuti dengan tangannya. Sesekali kepala penisku ditarik dengan kuat oleh giginya. Geli sekali. Cukup lama tante Lin bermainmain dengan penisku, kirakira hampir setengah jam, akhirnya aku sudah tidak tahan lagi. aaaaa.. tanteeeee, teriakku panjang. Mendengar seperti itu, tante Lin makin mempercepat gerakan mulut dan tangannya. Otot kakiku sudah mengejang menahannya, akhirnya.. crrttt.. crrttt.. keluar juga spermaku. Tante Lin tidak mengeluarkan penisku dari mulutnya, dengan nafsu tante Lin menjilati semua spermaku, tidak dibiarkannya setetespun mengalir keluar.

Semuanya ditelan tanpa sisa, bahkan penisku masi disedotsedotnya. Begitu bernafsunya sampai tante Lin terlihat seperti wanita yang benarbenar kehausan akan spermaku. aaahh.. punya kamu hangat sekali rasanya.. nikmat banget.., kata tante Lin. ha ha.. sekarang kita satu sama.., lanjutnya dengan gembira, sambil menindih badanku. Kami berpelukan diranjang, saling merabaraba tubuh. Kuelus pahanya yang mulus, sedangkan tante Lin mengeluselus perut dan dadaku. Kami saling bertatapan dan saling memuji.

enak sekali tante.. tante tante jago banget.., kataku, menikmati bagaimana enaknya pengalaman dioral oleh seorang wanita cantik. kamu juga hebat.. tante tante suka de sama kamu.. bisa tahan selama itu, balasnya nakal. Aku begitu lelah, rasanya sudah tidak ada tenaga lagi. Aku melihat tante Lin, tampaknya ia juga dalam keadaan yang sama denganku. Tak banyak bicara, tante Lin mengecup dahiku. kita bobo dulu aja ya sekarang.. tante pengen lanjut tapi lemes banget rasanya.., katanya. iya tante.. aku juga capek banget.. tante emang top.., balasku. Tampak tante Lin tersipu malu dan tertawa kecil. Sebenernya nafsuku masih besar, tapi keadaan tubuhku tidak memungkinkan. Aku juga tidak mau memaksa tante Lin yang sudah sangat kecapekan.

Begitu lemas, akhirnya kami tidur berpelukan, saling menghangatkan. Kupeluk eraterat tubuh tante tante Lin seperti sedang memeluk bantal, aku masih ingin merasakan dadanya yang besar itu. Dengan pahanya tante tante Lin mengeluselus pahaku. Aku merasa senang sekali meskipun aku tidak puas malam itu. Mulai dari keesokan harinya, aku merasa tante tante Lin menjadi semakin sayang padaku. Ia memenuhi semua kebutuhan dan keperluanku. Dalam 2 bulan terakhir ini, kami telah melakukan hubungan sex lagi sekitar 10 kali dan kami lakukan setiap ada kesempatan.

Pernah kami lakukan ketika didalam mobil, dikamar mandi, dikamar anaknya bahkan sempat diatas ranjangnya, ranjang tempat dimana tante tante Lin dan almarhum suaminya tidur.

Post Terkait

18total visits,1visits today