Cerita Sex

VinyStory – My Queen My Inspiration – Part II

Oke, aku sudah tau namanya adalah Viny, so, what’s next? Seolah2 bagian dari diriku yg lain terus mendesakku untuk menjawab pertanyaan itu. Bahkan saat di kantor aku terus terbayang manisnya senyuman Viny. sehari sebelumnya, aku memutuskan untuk pulang lebih cepat, karena merasa sangat kecewa, ternyata saat ku keluar, JKT48 masih tampil lagi membawakan beberapa lagu encore. Tapi ya udahlah, nasi udah menjadi bubur, masih banyak kesempatan lainnya. Yang ingin kutau saat ini adalah Viny. Akupun browsing2 di internet mencari tentang Viny JKT48. Gadis ini bernama lengkap Ratu Vienny Fitrilya dan saat ini berusia 21 tahun. Dia adalah kapten tim KIII, hanya sampe disitu aku cari tau soal dia. Kemudian soal lain yg aku tau adalah, para member JKT48 dilarang untuk berinteraksi langsung dengan fans. Artinya, aku gak bisa berkenalan secara langsung dgn Viny. Harapanku menipis, tapi semangatku tetap tak pudar.

Senin ini aku kembali mengunjungi Mall Fx, dari sore hari hingga malam hari aku tidak melihat Viny, bahkan theater pun sepi. Setelah ku browsing ternyata Senin adalah hari libur theateran. Aku sedikit kecewa, dan kupacu mobilku untuk mencari penumpang. Mengisi waktu dgn mencari uang. Aku terus terbayang wajah Viny, dan akupun harus menerima kenyataan bahwa malam ini aku kembali tidur dan dihantui oleh senyuman manis seorang Viny.

Tiba di apartment aku kembali browsing2 tentang JKT48 khususnya tentang Viny. Banyak hal menarik yg aku tidak tau dan ingin kuketahui. Oh shit, I’m falling in love, yes I know this feeling. Ahh, gak mungkin, aku belum kenalan dengannya tapi udah jatuh cinta? Cowok lemah macam apa aku ini? Tapi ini menyadarkanku bahwa Love at First Sight itu memang ada. Cinta pada pandangan pertama itu nyata, dan ini yg kualami saat ini.

Hari Senin kulalui dengan penuh lamunan, tidurku jadi tidak nyenyak karena terus membayangkan senyum manis Viny. Selasa ini terus kulalui dengan rutinitas yg monoton yaitu ke kantor, ke Fx, menunggu Viny, melihat Viny, membayangkan Viny hingga memimpikan Viny. Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu, berhari2 kulalui dan sekalipun aku tidak mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan berduaan dengan Viny sehingga aku dapat berkenalan bebas dengannya. Viny selalu didampingi oleh security, atau kalau dia sedang sendiri, langkahnya begitu cepat sehingga tidak dapat kukejar.

Baca Juga: Papa Yang Beruntung Karena Fantasi Untuk Bercinta Dengan Anak-Anak Gadisnya Terwujud

Hari demi hari pun terus berganti, dan aku gak pernah nonton show di theater JKT48 lagi. Bukan karena tidak suka, namun kalau aku dianggap fans, maka aku tidak akan bisa mendekati Viny. Seiring berjalannya waktu, rasa penasaranku pun memudar. Rasa kagum dan cinta sesaat pun berubah menjadi biasa saja. Sampai sesuatu yg tidak terduga terjadi. Waktu itu aku seperti biasa melakukan ritual pagi yaitu menyeruput kopi pahit tanpa gula dan sebatang rokok. Kemudian mandi dan merapikan tempat tidur, kemudian bersiap2 untuk berangkat ke kantor. Seperti biasa, jalanan sangat macet dan aku terlambat sampai kantor. Tapi untuk urusan disiplin, kantorku emang agak longgar sih, yg penting segala pekerjaan beres dikerjakan.

Akupun masuk ke dalam kantor dan menuju ruanganku. Lalu aku melewati ruangan art design yg berisi beberapa buah komputer. Kulihat saat itu sepertinya ada anak baru yg sedang duduk menghadap layar PC mengerjakan sesuatu. Kemudian aku berlalu menuju meja kerjaku. Tidak lupa kuputar playlist One OK Rock. Kebetulan aku menyukai gaya bermusik mereka yg ngerock abis.

Kubuka layar Macbookku, kemudian aku mulai membuka beberapa email dari client dan tiba2 terdengar suara memanggilku dari belakangku, “Selamat pagi Pak, maaf ini contoh design yg saya buat”, aku pun menoleh mengambil kertas yg diberikan olehnya. Saat kulihat2 hmmm lumayan juga sih, “Oh iyaa, kamu …..” Suaraku tiba2 hilang, kata2ku berhenti saat ku melihat wajahnya. Cewek yang selama ini membuatku penasaran ada di hadapanku, tersenyum padaku dari jarak yg begitu dekat, “Kamu Viny kan?” (Kata2 itu ingin ku tanyakan) tapi tiba2 otakku bekerja lebih cepat dari biasanya, ahhh jangan sampe dia tau klo aku tau namanya, karna dia akan menganggapku fans JKT48 dan kesempatan untuk mendekatinya akan hilang.

Viny: Kenapa Pak? Mau tanya sesuatu?
Aku: Oh iya, maksudnya kamu siapa?
Viny: Aku Viny Pak, magang di sini (sambil menyodorkan tangannya untuk berkenalan)
Aku: Panggil aku Kak Andre aja yaa, jangan Pak, emang aku keliatan tua?
Viny: Ups, maaf Pak, eh Kak (sambil ketawa cekikikan)
Aku: Ya udah, ini aku perlihatkan ke bos dulua ya (sambil memegang kertas tadi)
Viny: Oke Kak, aku balik kerja ya

OMG, Oh My God, Oh My …. Arrrgghhhhh, rasanya aku ingin loncat2 sambil berteriak sekeras2nya. Cewek yg selama ini selalu mengganggu tidurku kali ini sekantor denganku. Woiiii lu udah sekantor bego, pepet goblok, Oh shit aku dikatain goblok ama diriku sendiri, hahahaha. Okeee, keep calm Ndre, stay jaim n cool. Akupun bersikap biasa aja. Beberapa rekan kantorku pun berpura2 cari perhatian, hmmm gercep nih. Akupun gk mau kalah cepet, kudatangi Viny ke ruangannya dan berkata “Vin, ntar makan siang ikut aku ya, penting”, kemudian Viny menjawab “Oke kak”. Dengan jaimnya aku berlalu tanpa senyum, padahal saat di belakang aku mengepalkan tangan dan berkata yessss.

Oh iya, mngkin banyak yg berpikir, kantor macam apa ini dan apa posisiku di kntor ini? Aku bekerja di sebuah perusahaan Digital Advertising Agency dan posisiku sebagai Creative Manager jadi aku tidak dituntut untuk harus selalu datang ke kntor tepat waktu, karena pekerjaan utamaku berhubungan dgn dunia kreatif. So, saat tiba makan siang, Viny datang kepadaku dan berkata “Jadi kak?”, kemudian mengangguk dan menyuruhnya tunggu sebentar, karena aku menyelesaikan beberapa pekerjaan agar kencan pertamaku tidak ada yg mengganggu, heheehe. Selesailah pekerjaanku, kemudian kututup layar Macbookku, kumasukkan dalam tas ransel yg kubawa lalu aku memanggil Viny. Akhirnya kami berdua berjalan menuju mobilku.

Aku mengajaknya makan di Mall Pacific Place, sepanjang perjalanan kami pun ngobrol tentang berbagai hal

Viny: Kak, sprtinya aku prnah liat kakak deh, tapi dmana ya?
Aku: Hmmmm, ahh perasaan aja kali? (Berusaha tetep jaim)
Viny: Ohh salah org kali, gpp kak
Aku: (Duh, kampret, knp gak jujur aja ya?) Ehh ntar2, aku jg sprtnya pernah liat kamu deh?
Viny: Tuh kan bener, kakak jaim sih (tertawa cekikikan)
Aku: Bukan Jaim, cuma inget2, klo gk salah wktu itu di Fx deh
Viny: Kakak fans ya?
Aku: Fans apa ya?
Viny: JKT48?
Aku: Oooo girl band yg 48 orang itu ya? (pura2 bego)
Viny: Bukan kak, berarti kakak bukan fans, trus di Fx ngapain?
Aku: Waktu itu aku ngopi, trus klo gk salah kamu lewat trus senyumin aku deh
Viny: Mmmm, kyknya sih iya

Suasana pun jadi cair, obrolan kami ngalor ngidul entah kmana yg penting nyambung dan bisa membuat Viny tertawa. Tapi rupanya Viny berusaha menyembunyikan kalo dia adalah salah satu member JKT48.

Hari demi hari pun terlewati, aku dan Viny makin akrab, kami pun saling bertukar nomor HP dan ID line. Gak terasa Viny sudah 2 Minggu berada di kntorku dan selama itu juga aku selalu mengajaknya makan siang. Alasanku selalu sama, yaitu “Vin, ikut aku ntar jam makan siang, penting”, terkadang Viny hanya tersenyum kadang juga tertawa mendengar hal sampai pada akhirnya tibalah hari Sabtu kedua Viny berada di kntor ini. Tiba2 dia datang kepadaku dan berkata “Kak, gak penting2 lagi nih?” (sambil cekikikan), akupun tertawa karna mengerti maksudnya adalah makan siang. Akupun membereskan peralatan kerjaku termasuk Macbook kesayanganku, kemudian menuju parkiran. Saat itu kami berencana untuk makan di daerah Kemang.

Saat tiba kami memilih sebuah cafe yg terletak di jl. Bangka. Kami memesan beberapa makanan ringan dan minuman segar. Kemudian kami pun ngobrol seperti biasa, akupun iseng bertanya padanya.

Aku: Vin, ntar malming kmana?
Viny: Gk kmana2 kak, yaa nasib jomblo (sambil ketawa)
Aku: Wah, kita sama2 jomblo donk, sesama jomblo harus saling mendukung nih
Viny: Hahahaha, kakak bisa aja
Aku: Ntar malem keluar yuk
Viny: Kmana kak?
Aku: Mana aja deh, yg pnting jalan
Viny: Boleh deh, kakak jemput aku?
Aku: Iya, aku jemput, eh ntar pulangnya aku anter ya, pingin tau rumahnya
Viny: Jangan kak, rumahku jauh bgt, ntar anter aku ke Fx aja

Okeee, hari ini aku ngedate ama Viny. Sehabis makan siang, kami gak balik ke kntor, aku lngsung mengantarnya ke Fx dan aku kembali ke apartmentku. Belum selesai parkir mobil tiba2 “Ting” notif Hpku berbunyi, “Kak, udah sampe?”, wah ternyata dari Viny, perhatian bgt dia, akupun tersenyum dalam hati, kemudian ku balas “aku udah sampe, Perhatian bgt kamu :)”, “Ih Ge er bgt sih kk, syukur deh klo udah sampe” jawab Viny. Lalu aku pun masuk ke dalam apartment.

Skip skip skip, waktu menunjukkan pukul 5 sore hari, seakan2 gk mau telat aku nge chat Viny. “Vin, ntar aku jemput jam 7 ya”, tiba2 Viny membalas “Kak, sprtinya aku mau sakit deh”, “Wah kalo sakit jgn pergi deh, kmu istirahat ya” jawabku, “Nggak kak, gpp, jemput jam 7 yaa” balas Viny. Kemudian dilanjutkan dgn chat2 yg sifatnya basa basi. Okee, setelah jam 6 sore akupun berangkat menjemput Viny. Penampilanku layaknya anak muda yg sedang jatuh cinta dan berusaha untuk tampil sempurna dgn setelan yg oke punya. Tidak lupa parfum kusemprotkan ke badan dan juga bajuku dan permen mint agar mulutku harum. Persiapan begitu perfect, saatnya bertemu calon kekasih. Pede bgt lu tol (husssshhh, jgn ngelamun dulu deh).

Akupun masuk ke parkiran Fx lebih tepatnya di P3, kemudian aku segera nge chat Viny. “Vin, aku di parkiran P3”, gk lama kemudian Viny membalas “Oke, tunggu ya kak”. Beberapa menit berlalu, aku dgn sabar menunggu Viny sambil terus2an melihat ke arah cermin mobil sambil memperhatikan wajahku. Dalam hatiku, aku adalah cowok terganteng di dunia saat ini karena mau nge date ama cewek tercantik di dunia. (Sadar tololll) Ahhh nih otak ganggu aja deh. Gak terasa aku sudah menunggu selama 20 menit, kemudian kumatikan mesin mobil dan aku keluar dari mobil. Ehh gak lama kemudian kulihat Viny berjalan mencariku, lalu kuberi kode pada Viny dan dia menuju ke arahku. Saat itu Viny menggunakan shirt long sleeve ala2 Korea berwarna putih dengan celana kulot panjang berwarna abu dan dibalut dengan jaket bomber berwarna hitam dengan bando bercorak hitam putih. Wow, aku terpana melihatnya, dan kemudian Viny tersenyum ke arahku. Aku hanya bisa membalas senyumannya tanpa bisa berkata apa2.

Viny pun naik ke mobilku, dan aku memacu kendaraanku ini dengan penuh semangat. “Vin hari ini kita ke ancol yuk”, “Terserah kk” jawab Viny singkat. Sepanjang perjalanan berkali2 aku melirik ke arahnya. Bidadari cantik ini sedang duduk di sampingku, ingin rasanya kupuji, namun aku masih jaim. Ahhhh bego bgt luu Andreeee, begooo begoooo (Akupun memukul pelan kepalaku). Viny melihat ke arahku, bingung melihat tingkah lakuku. Akhirnya kami pun sampai di tujuan, karena malming, ancol sudah tentu rame pengunjung. Kamipun turun dari mobil, aku menyodorkan tanganku dan Viny meraih tanganku. Kita berdua berpegangan tangan, membuat jantungku berdegub makin kencang, Oh God, this love comes up again.

Kami pun memilih sebuah restoran yg terletak di pinggir pantai. Setelah memesan makanan, kami mengobrol, namun entah kenapa aku melihat Viny berbeda dari biasanya. Viny tampak lesu, walaupun sesekali dia senyum ke arahku. Tapi senyumannya begitu beda dan kosong. Makanan kami pun datang, kulihat Viny kurang semangat, dia hanya makan seadanya. Kemudian Viny tampak meringis, “Vin, maaf, permisi ya” aku minta ijin untuk memegang keningnya. “Vin badanmu panas, kita ke dokter sekarang” kataku, “Eh jangan kak, aku gpp” jawab Viny, kemudian aku memaksa “Udah, harus nurut, aku bayar makanan dulu”. Kemudian aku berjalan menuju kasir dan membayar tagihan makan kami. Baru 20 menit di ancol aku harus kembali ke mobil, “Kak, maaf bgt ya, aku bikin kacau semuanya” kata Viny, “Apaan sih, aku seneng kok bisa temenin kamu” jawabku. Kupegang tangan Viny membantunya berjalan, setelah tiba di mobil akupun tancap gas mencari rumah sakit terdekat.

Viny hanya memejamkan mata, dan aku sesekali memegang keningnya. Lalu dgn inisiatif kubuka kemejaku, aku masih mengenakan kaos. Lalu kusuruh Viny memakainya. Rupanya tenaga Viny sudah habis, dia hanya mengambil kemejaku kemudian dijadikan selimut olehnya. Saat tiba di Rumah Sakit aku langsung menuju ke UGD, aku kebali membopong Viny, membantunya keluar dari mobil dan menuju ke ruangan UGD. Saat di dalam ruangan, beberapa perawat membantuku kemudian menidurkan Viny di salah satu ranjang kosong. Kemudian seorang dokter datang menghampiri kami dan mulai memeriksa. Lalu Dokter tersebut menyarankan untuk memeriksa darah, akupun mengiyakan. Lalu aku menuju meja kasir untuk mengurus administrasi Rumah Sakit. Setelah selesai akupun berlari ke ruangan UGD dan kulihat ternyata Viny sudah diambil darahnya untuk diperiksa.

“Kak, maafin aku ya, jadi ngerepotin kakak” kata Viny dgn suara yg amat lemah, “Udah Vin, aku gk ngerasa direpotin kok, ini tanggung jawabku”. Akupun berdiri di samping Viny sambil mengusap2 kening hingga rambutnya. Dan Viny pun tertidur, lalu dokter tadi memberikanku sebuah amplop yang berisi hasil test darah dan sebuah resep untuk ditebus. Kata dokter tersebut, hasil periksa darah bisa ditanyakan ke dokter spesialis esok hari, karena hari ini beliau sudah pulang. Akupun mengiyakan. Kemudian aku ke apotek dan menebus resep. Setelah itu aku kembali ke ruangan UGD, lalu dokter tadi mengatakan “Biarin aja pasiennya tidur, nanti klo sudah bangun bisa diajak pulang”. Rupanya dokter itu sudah memberikan suntikan saat sedang diperiksa darahnya tadi.

Aku duduk di samping Viny, sambil memandang wajahnya yg manis. Aku tidak mengeluh sama sekali, justru bersyukur karena aku bisa merawat gadis cantik pujaanku yg sedang sakit. Tiba2 kulihat HP Viny berbunyi, karena takut akan mengganggu Viny, HPnya kuambil dan kulihat tulisan “Ayah”, wah rupanya org tuanya khawatir nih. Kemudian aku memberanikan diri mengangkat telponnya.

Aku: Selamat Malam Om
Ayah Viny: Haaah, SIAPA KAMU ??? (Dengan nada cukup keras)
Aku: Maaf om, aku temen kantornya Viny, aku mau jelasin kenapa HP Viny aku pegang

Kemudian aku menjelaskan sedetail mungkin. Ayah Viny sempat ingin menyusul, tapi aku beri pengertian, bahwa Viny sedang istirahat di UGD Rumah Sakit, dia habis disuntik dan efek obatnya adalah menjadi ngantuk. Lalu aku meyakinkan Ayah Viny bahwa aku akan mengantarnya pulang setelah dia sadar. Ayah Viny minta agar telpon menggunakan Video Call, rupanya dia masih belum yakin, lalu kami berbicara melalui Video Call, kuperlihatkan Viny yg masih tertidur di ranjang Rumah Sakit, kemudian aku memberikan HP Viny ke dokter tadi. Mereka sempat ngobrol sebentar, lalu Ayah Viny minta maaf padaku.

Ayah Viny: Maaf ya Nak, Viny jadi merepotkanmu
Aku: Gpp kok, udah seharusnya aku harus tanggung jawab ngeliat temen cewek lagi sakit kyk gini
Ayah Viny: Nak, rumah Viny jauh dari Jakarta, Ayah jemput aja ke sana ya
Aku: Jangan, aku saja yg anter, aku udah janji ama Viny

Kemudian Ayah Viny mempercayakan anaknya padaku.

Kaak, kaak, suara itu, begitu lemah, begitu lembut, ahh suara ini sepertinya ku kenal, kaak, ahhhh tiba2 aku terbangun, ternyata Viny sudah tersadar dari tidurnya. “Maaf kak, kakak ngantuk ya?” kata Viny, “Eh nggak, lumayan bisa tidur, udah seger nih” aku pun berdiri menunjukkan kalo aku segar kembali. Viny tersenyum melihat tingkahku. Kemudian aku meminjam kursi roda Rumah Sakit dan menuntun Viny menuju mobil. Tidak lupa kami berpamitan dengan perawat dan dokter tersebut. Setiba di mobil kurebahkan tubuh Viny, tidak lupa kursi mobil kurendahkan agar dia dapat tiduran dgn nyaman.

Viny: Kak, aku pake taksi online aja ya
Aku: Apaan sih, aku anter sampe rumah
Viny: Jangan kak, rumahku jauh
Aku: Jangan bantah, ayahmu udah tau kok
Viny: Haaah, ayah? Tau darimana?
Aku: Tadi nelpon pake video call, dan sempet ngobrol ama dokter juga
Viny: Ohhh, maaf bgt ya kak, ngerepotin kakak

Berkali2 Viny minta maaf padaku. Berkali2 juga aku meyakinkan Viny bahwa aku tidak merasa direpotkan. Aku memacu mobilku melewati jalan tol menuju rumah Viny yg terletak di daerah T*******G. Lumayan jauh sih, tapi bahagia rasanya malam minggu ini ditemani gadis cantik pujaanku. Aku menyetel lagu di mobilku dgn suara yg sedang. Saat itu aku menyetel lagu Bon Jovi. Musik kesukaan Viny adalah Classic Rock, yg kutau dari internet, hehehe. Sesekali kupegang keningnya, untuk memastikan panasnya sudah turun. Kemejaku dikenakannya. Saat aku kembali memegang keningnya, tiba2 Viny meraih tanganku, dan digenggamnya erat. “Kak, makasi bgt ya, maaf bgt malmingnya kacau gara2 aku” kata Viny, “Vin, jujur ya, malem ini aku merasa bahagia bgt, gk tau knp”. Lalu kami berdua terfokus pada lagu.

Aku mengetahui rumah Viny setelah diberikan alamatnya oleh ayahnya tadi. Kemudian “Kak, ini belok kanan, ntar rumah paling ujung”, aku pun belok dan menuju ke rumah paling ujung. Akhirnya kami tiba di rumah Viny yg terlihat sederhana namun begitu asri. Sungguh rumah idaman yang nyaman. Rupanya Ayah Viny sudah menunggu di ruang tamu bersama ibunya. Ibu Viny berlari keluar dan membantuku menuntun Viny keluar dari mobil. Kemudian adik dan ibu Viny membantu Viny masuk ke dalam rumah. Ayah Viny pun mempersilahkan aku masuk. Akupun masuk ke rumah Viny dan duduk di ruang tamu. “Maaf om, ini obat2 Viny” Akupun memberikan obat2 Viny sambil menjelaskan ke Ayahnya tentang dosis dan takaran obat2 tersebut. Lalu ibu Viny pun keluar dan berkata, “Terima Kasih Nak” sambil berbisik ke Ayahnya untuk mengganti biaya Rumah Sakit dan Obat. Melihat ayahnya membuka dompet, aku langsung berdiri dan menolak.

Kedua orang tua Viny memaksa aku menerima uang tersebut, bersikeras ku menolaknya sambil berpamitan. Akupun keluar menuju mobil, Ayah, Ibu dan Adik Viny berdiri di depan pintu gerbang seakan2 menghormatiku yg mau pulang. Mareka semua melambaikan tangan ke arahku, akupun memencet bel tanda berpamitan ke arah mereka.

Entah kenapa malem minggu kali ini begitu istimewa, dan aku merasa bahagia, padahal aku bermalam minggu di Rumah Sakit. Apakah karena aku dapat menunjukkan rasa tanggung jawabku terhadap cewek yang membuatku terpana ini? Ataukah aku dapat bersama2 dgn wanita yg kucintai? Ataukah karena …. Ahhh sudahlah, akupun memacu kendaraan kembali ke apartment. Gak terasa waktu menunjukkan pukul 1 dini hari. Kemudian aku merebahkan diri di kasur, dan, OMG, aku lupa memberikan amplop hasil test darah tadi. Ahh sudahlah, ini bisa jadi alasan agar aku berkunjung ke rumah Viny kembali.

Beberapa menit tiduran tiba2 “Ting”, Hpku berbunyi, rupanya Viny nge chat “Kak, makasi bgt tadi yaa”, “Iya Vin, aku jg seneng kok bisa bantu kamu” jawabku, “Eh Kak, bajunya kakak ada di aku lhoo” balas Viny, oh iya aku lupa, kemejaku dipakai Viny tadi. “Vin, udah malem, kamu lagi sakit, sebaiknya kamu istirahat skrg”. Setelah itu kami menyudahi chat dan sama2 beristirahat. Tidak lupa kuputar lagu Payung Teduh menemani tidurku.

Pagi hari ini, aku terbangun karena suara alarm HPku. Alarm ini sudah menemaniku selama hampir satu tahun lamanya. Tanpa alarm ini mungkin aku selalu kesiangan. Saat kubuka HP, ternyata ada 2 panggilan tak terjawab dan 7 chat yg masuk. Saat kubuka ternyata semua dari Ratu Vienny F. Aku langsung mengirim chat ke Viny, “Selamat pagi Viny, maaf bgt semalam aku ketiduran, ada apa ya?”, gak lama kemudian Viny membalas chatku “Gpp kak, semalem gk bisa tidur aja, mikirin kakak”. Oh nooo, pagi ini aku dibuat terlena, belum ngapa2in udah senyum2 sendiri. “Mikir knp Vin?” Balasku, “Kakak baik bgt ama aku, aku jadi gak enak”, “Udah deh Vin, perlu brp kali aku jelasin, aku seneng bgt bisa bantu kmu”. Kemudian chat dilanjutkan dgn bahasa basa basi, seperti jgn telat sarapan, jgn lupa minum obat, dll.

Oke, pagi ini aku akan ke Rumah Sakit untuk menganalisa hasil test darah Viny. Aku inisiatif pergi sendiri. Lumayan sih, beberapa jam aku menunggu karena kebetulan saat itu sedang rame. Kemudian tiba giliranku, akupun menyerahkan hasil test darah, kemudian dokter menjelaskan penyakit yg dialami oleh Viny. Rupanya tidak ada penyakit yg serius, akupun mencatat kata2 dokter tersebut dan kemudian aku membayar dan akupun kembali ke mobil.

Aku memacu mobilku ke rumah Viny tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan aku menyetel lagu slow rock dgn suara yg lumayan kencang. Lalu tiba2 HPku berdering, kulihat ternyata Viny menelponku, “Kak, lagi ngapain?”, “Lagi nyetir Vin” jawabku, “Oh Maaf kak, lanjut deh nyetirnya”. Kemudian aku kembali menyetir, entah bahagia apa yg kurasakan saat ini. Jalanan terasa sepi, seakan2 semua kendaraan mendukungku untuk menuju ke rumah Viny. Akhirnya sampe juga aku di rumah Viny. Aku turun dari mobilku dan masuk ke dalam halaman rumah Viny. “Selamat Siang, permisi”, kemudian ada suara yg menyaut dari dalam “Iyaaa, tunggu sebentar”.

Ternyata itu adalah suara Ibu Viny, “Eh Nak Andre, silahkan masuk”, kemudian Aku pun masuk ke ruang tamu, lalu Ibu Viny memanggil Viny kemudian Ayahnya menemuiku. Akupun bersalaman sambil cium tangan dan menjelaskan maksud kedatanganku. Tidak lupa kutitipkan parcel buah2an untuk Viny. Ayahnya merasa gak enak, karena aku begitu perhatian terhadap anaknya. Kemudian kujelaskan tentang hasil test darah Viny, kepada ayahnya. Dia pun lega karena tidak ada penyakit yg serius. Kemudian datanglah Viny, dia mengenakan kaos bergambar mini mouse dan memakai celana pendek dengan muka yg agak kucel dan poni yg lucu. (Jadi makin sayang aku) dalam hatiku. Kemudian ayah Viny pun berdiri dan berlalu sambil menyuruh Viny untuk duduk menemaniku.

Viny: Kok gk ngasi tau klo mau ksini?
Aku: Biar kejutan, hehee
Viny: Ihh, aku belum mandi tau
Aku: Emang pengaruhnya apa buat aku? Aku nerima apa adanya kok
Viny: Ahh gombal deh
Aku: Gmana keadaan kmu? Udah sehat?
Viny: Lumayan kak, besok udah bisa masuk kerja lagi
Aku: Jangan dulu deh, kamu lebih baik istirahat barang 2 hari lagi
Viny: Bosen di rumah terus kak
Aku: Kalo bosen tlpon aku aja, aku pasti ksini kok
Viny: Serius kak? Janji ya

Lalu ibu Viny datang membawakan minuman segar. “Tante ngerepotin aja, maaf” kataku, “Ahhh nggak kok, cuma beginian doank” jawab Ibu Viny. Aku dan Viny terus mengobrol sampai akhirnya aku pamit pulang. Sebelumnya aku ditawarin makan di rumah Viny, tapi aku menolaknya karna alasan ada kegiatan. Aku pun berpamitan dan tidak lupa bersalaman dgn kedua org tua Viny.

Post Terkait