Cerita Sex

VinyStory – My Queen My Inspiration – Part III

Gk terasa Senin pun tiba, hari dimana banyak dikeluhkan org. Akupun memulai hari Senin ini dgn rutinitas seperti biasanya. Setelah itu berangkat ke kantor. Sebelum masuk kantor aku sarapan di kantin depan kantor. Sarapan bubur ayam yg diaduk dan teh hangat sudah cukup membuat tenagaku pulih dan semangatku kembali menggelora. Aku ingin segera masuk kantor kemudian menelpon Viny menanyakan kabarnya. Saat masuk ke dalam kantor, tiba2 aku terkejut saat kumelihat di ruangan Design Viny sedang duduk mengerjakan sesuatu. “Vin, kamu sudah sehat?”, “Sudah kak, hihihi”. Mendengar hal itu aku menjadi senang, dan gak lupa aku mengatakan “Ntar siang inget ya yg penting2” Viny mengangguk sambil tersenyum ke arahku.

Makan siang kali ini, aku memilih makan di Fx Sudirman. Aku tau hari Senin theater libur, so pasti amanlah. Kami makan di Restoran Sate Senayan. Tak lama kemudian kami bergegas menuju mall lain. Aku sengaja menghabiskan waktu agar setelah makan siang, gak perlu balik ke kantor dan langsung pulang. “Vin, ntar aku yg anter pulang”, “Eh Jangan kak, aku pake taksi Online”, “Tuh kan, knp sih klo ama aku? Gk suka ya?”, “Bukan gak suka kak, jauh, kasian kk”, “Aku gk keberatan, aku anter deh”. Viny hanya tersenyum karna kupaksa mengantarnya.

Setelah berkeliling sebentar akupun mengantarnya pulang. Sepanjang perjalanan kami nyanyi2 sambil mengobrol. Hingga akhirnya aku memutar lagu Payung Teduh berjudul Akad. AKu mengikuti lagunya sambil bernyanyi, dan saat tiba di reffrain, aku ikut bernyanyi “Bila nanti saatnya tlah tiba, kuingin kau menjadi istriku” aku menirukan sambil memegang tangan Viny. “Berjalan bersamamu, dalam terik dan hujan, berlarian kesana kemari dan tertawa”, aku terus menggenggam tangan Viny. Dia hanya melihatku sambil tersenyum.

Reffrain itu adalah suasanya hatiku yg sebenarnya saat ini. Entah karena terbawa suasana atau memang sudah merasa nyaman, tiba2 Viny tiduran di pundakku. Tangan kami masih saling berpegangan, kemudian tangan Viny mengarahkan tanganku ke dadanya, seakan2 menyuruhku untuk merasakan detak jantungnya. Eh tunggu dulu, itu dada, yaa itu dada, duhhh bisa bahaya nih.

Baca Juga: Selingkuh dengan tetangga apartemen yang cantik

Cukup lama tanganku didekap oleh tangannya dan diletakkan di dadanya. Aku berusaha mengalihkan perhatianku, aku tidak ingin terlarut bahwa tanganku telah menyentuh dada Viny. Pikiranku tetap tenang dan tetap fokus mengendarai mobil ini. Lalu kulepas tangan kiriku dan kurangkul pundak Viny. Viny masih tiduran di pundakku, suasana saat itu begitu romantis, ditambah senja mulai nampak. Beberapa saat kemudian, kami pun tiba di rumah Viny. Kebetulan sekali mobilku berpapasan dgn mobil ayah Viny, aku menurunkan kaca jendelaku. Viny turun menuju ke mobil Ayahnya, namun hanya bicara sebentar kemudian kembali ke mobilku. Viny memberitahu klo Ayah, ibu dan adiknya akan ke Jakarta, so, Viny ditinggal sendiri di rumah.

Saat tiba depan rumah Viny, diapun menyuruhku untuk masuk terlebih dahulu. Akupun mengiyakan, itung2 ngedate berduaan, hehehe. Akupun masuk ke ruang tamu. Viny memberiku teh hangat dan snack. Kami pun ngobrol di ruang tamu Viny. Suasananya tampak aman dan nyaman. Sepertinya rumah ini bisa jadi inspirasi saat aku berumah tangga kelak.

Viny duduk di sampingku, kami berbincang2 tentang masa depan. Lalu Viny kembali tiduran di pundakku, rupanya dia belum puas mepet2 ama aku (dalam hatiku ke ge eran, hahaha). Terdengar alunan lagu Eric Clapton yg berjudul Wonderful Tonight seolah2 menjadi backsound kali ini. Ya, you’re wonderful tonight, judul itu sangat pantas disematkan pada Viny, Kami berdua terhanyut dalam suasana. Aku memeluk Viny dgn erat, dan tiba2 aku mencium keningnya dgn lembut. Beberapa saat setelah itu, Viny menatap wajahku, kemudian mendekatkan wajahnya. Nafas kami pun beradu, dan akhirnya kami berciuman. Bibir kami saling berpagutan, entah siapa yg mulai duluan akhirnya lidah kami pun saling melilit. Ludah kami saling bertukar dan menghasilkan sensasi yg luar biasa.

Kepalaku miring dari yg semula miring ke kanan, kini beralih ke kiri. Rasanya ciuman ini sangat hangat dan tidak ingin sampai terlepas. Lidah kami saling bermain dan saling menjilati. Tiba2 tanganku mulai meraba payudara Viny dari luar baju yg dikenakannya. Viny hanya terdiam sambil menikmati ciuman kami. Entah kenapa tiba2 Viny mendorong tubuhku hingga aku terjatuh di sofa miliknya. Tubuh Viny menindihku, dan ciumannya makin terasa panas. Perlakukannya membuatku horny dan membuat penisku tegang. Viny menduduki penisku sambil terus berciuman dan bermain lidah. Tanganku melingkar menuju punggung Viny mencari kaitan BH, lalu dgn sekali usaha, terbuka BHnya. Kemudian kuangkat baju yg dikenakannya lalu kutarik BHnya yg sudah tidak terkait itu dan kulempar ke samping.

Payudara Viny menekan dadaku, kuangkat tubuh Viny agar payudaranya berada tepat di wajahku. Kuisap puting susu Viny, kujilati dan kupilin2. Viny mendesah pelan sambil memejamkan matanya, menikmati apa yg aku lakukan terhadap payudaranya yg kecil ini. Kemudian tangan Viny berusaha meraih batang penisku yg sudah berdiri sejak tadi. Tangannya menyelip ke dalam celanaku dan jg cd yg kukenakan, sehingga penisku merasakan hangatnya sentuhan tangan Viny secara langsung.

Krna merasakan tangan Viny terjepit oleh celanaku, kemudian aku berinisiatif membuka sabuk kemudian kupelorotkan celana dan cd ku. Alunan lagu Eric Clapton – Change The World terus menemani kami seakan2 menjadi penyemangat kami berdua. Kini penisku bebas terbuka, lalu dgn cekatan tangan Viny menggenggamnya dan mulai mengocoknya dgn pelan. Aku masih fokus pada puting susu Viny. Kupelorotkan celana Viny, hingga dia hanya mengenakan cd saja. Kemudian Viny mengarahkan penisku ke sela2 kemaluannya yg masih terbungkus cd berwarna putih. Kemudian penisku di jepit oleh selangkangannya dan dia mulai menaik turunkan pantatnya.

Aku menikmati hal ini, lalu Viny menarik bajuku ke atas. Aku membantunya dan membuka bajuku kemudian kupelorotkan cd Viny. Kami berdua sudah dalam keadaan telanjang bulat. Kurasakan kemaluan Viny sudah basah dan becek karena cairan kenikmatannya yg keluar akibat perlakuanku terhadap puting susunya. Dia terus menggoyang penisku, menggesek2kan kemaluannya di batang penisku yg sudah keras seperti kayu. Rasanya sungguh nikmat, saat ku berusaha mengarahkan penisku ke lubang kemaluannya, Viny menatapku, sambil menggelengkan kepalanya sambil berbisik “Aku masih perawan kak”, mendengar hal itu aku mengurungkan niatku. Tapi karna nafsu sudah di ubun2, aku pun menyuruh Viny untuk menyepong penisku.

Viny pun membalikkan badannya dan mendekatkan wajahnya ke penisku, kemudian mmmppphhhhhh arrghhhhhh, rasanya begitu hangat ketika bibir Viny mengenai dinding penisku. Gesekan penis dgn bibir Viny membuat sensasi yg begitu luar biasa. Nikmatnya sampe ubun2. Kemudian kutarik pantat Viny agar mendekati wajahku. Kemudian Viny melebarkan kakinya dan mulai menduduki wajahku. Viny kembali mengulum penisku, dan aku mulai menjilati kemaluannya.

Jilatanku sangat halus dan pelan, aku takut lidahku menyobek selaput dara Viny. Permainan lidahku membuat tubuh Viny menggelinjang hebat, Viny mendesah begitu keras, aaarghhhh, ahhhhh, jilat terus kak, kata Viny meracau. Jilatanku terus menyapu bersih cairan vagina Viny, diikuti oleh goyangan pantat Viny, lalu tiba2 Ssssrrrrrrr,, air kencing Viny membasahi wajahku, ternyata Viny orgasme dan squirt. “Ehh maaf kak, maaf, aku gk tahan”, aku hanya tersenyum dan Viny membersihkan wajahku dgn tisu. Kusuruh Viny untuk duduk di sofa dan aku berdiri, kemudian kusodorkan penisku untuk di emut oleh Viny.

Viny kembali menyepong penisku, namun kali ini kami berdua sama2 aktif maju mundur. Tanganku sibuk memainkan puting susu Viny, hingga tiba2 aku merasakan isapan Viny makin kencang, dan gerakan kepalanya makin cepat, membuatku tidak tahan dan akupun memegang kepala Viny, kutahan kepalanya dan kusodok mulutnya hingga dalam. Aku melakukan deepthroat terhadap Viny hingga kemudian aku merasakan akan orgasme. Kupercepat goyanganku dan crooot crrooot crooot sssrrrrr, spermaku menyembur di dalam mulut Viny. Viny terdiam sesaat dan kemudian menelan habis pejuku. Rasanya sungguh nikmat malam ini walaupun aku hanya dapat merasakan bibir atasnya. Namun kenikmatannya tiada tara.

Setelah menikmati oral sex, kamipun memakai pakaian kami masing2, tidak terasa 1 jam permainan kami, dan akupun pamitan pulang. Sebelum pamitan kukecup kembali bibir dan kening Viny. Kulihat wajahnya begitu adem, seakan2 tidak ingin kutinggal. Kemudian kembali kupeluk Viny dan kucium kembali. Lalu akupun beranjak pergi.

Post Terkait