Cerita Sex

VinyStory – My Queen My Inspiration – Part IV

Tidurku bgtu nyenyak mlm tdi, pagi ini ttpp sama, disambut oleh alarm HP yg berdering tnpa ampun bagaikan siraman air di wajahku. Yg kulakukan prtama kali sama dgn yg lain yaitu ngecek HP n akun Socmed. Lalu kulihat ada chat yg blm kubaca, saat kulihat trnyata dari 2 org berbeda, yg prtama dari Sinta, dia adalah mantan pacarku, dan kami sudah putus lumayan lama, yg kedua adalah dari pujaan hatiku, Viny tersayang. “Met malem kak, udh bobo’?” sapanya begitunya manja malam tadi. “Met pagi Vinyku sayang, maaf semalem aku udh tidur, pagi ini ngntor kan?” balasku. Kemudian seperti biasa, kuseduh kopi pahit tanpa gula favoritku, kemudian menyalakan Macbook untuk memutar lagu2 penyemangat pagi. Namun kali ini aku malah memutar music instrument milik Kenny G. Alunan nada saxophone dalam music yg berjudul The Moment menusuk hatiku begitu dlm, memberiku motivasi dan smangat untuk segera menuju kantor.

SKIP SKIP Kupacu mobilku menuju kantor pagi ini. Setiba di kntor aku menjadi deg2an, krna setauku, Viny selalu datang lebih cepat dariku dan itu menjadi salah satu alasan aku harus segera menuju kntor. Begitu membuka pintu kntor “Pagi Kaaak”, sapa Viny dgn senyum sumringah nan manis itu. Akupun membalas senyumnya sambil menaruh tanganku di pinggulnya kemudian kulihat sekeliling krna gk ada org, kemudian kukecup keningnya. Diapun kembali ke meja kerjanya, begitu jg aku. Entah karena kontak batin atau apa, tapi kudengar sayup2 alunan nada Forever in Love milik Kenny G dari ruangan kerja Viny, oh kami benar2 sehati. Pagi itu bos menggelar rapat, aku dan Viny mempresentasikan pekerjaan kami dan disambut dgn tepuk tangan oleh bos dan karyawan lainnya. Bos sangat puas dgn kinerjaku sehingga dia memberikanku keleluasaan, padahal aku belum setahun bekerja di sini, namun background pendidikankulah yg membuatku mndapatkan posisi yg bagus.

Aku tdk brhnti2 menatap jam tgn Kenneth Cole yg kugunakan, yg kunantikan adlh jam mkn siang yg kuanggap jg sebagai jam pulang. Saat jam makan siang, aku bersemangat merapihkan meja kerjaku. Lalu tiba2 Viny datang, “Kok udah beres2 kak, mau kmana?”, aku bingung mendengar prtnyaannya, kulihat dia memegang 2 buah tupperware, lalu memberikan 1 kepadaku, “Nih aku buatin makanan dari rumah, sekali2 makan di sini aja”, ini membuatku luluh dalam cinta yg makin dlm.

Saat kubuka, isinya nasi putih, chicken katsu, potongan wortel dan timun, ommelete serta saus sambal di dalam satu kotak tupperware. Kami berdua pun makan di meja kerjaku. “Vin, ini kamu yg bikin?” tanyaku, “Iya kak, kenapa? Gk enak ya?” jawab Viny, “Klo boleh jujur, ini makanan terenak selama aku di Jkrta” jawabku, “Ahh kk gombal”. Aku benar2 melahap habis makanan dari Viny walaupun secara jujur, rasanya biasa aja, tapi trnyata rasa cinta telah membuat lidahku tidak manja. Segera Viny memberiku sebotol air mineral, benar2 calon istri yg pengertian. Selesai makan dan minum, kemudian kupegang kedua tangan Viny sambil memandangi matanya yg indah

Baca Juga: Kenikmatan Jadi Suami Simpanan Bos Cantik

Aku: Vin, aku sayang kamu
Viny: Aku juga kak
Aku: Apakah kita pacaran?
Viny: Menurut kakak?

Akupun memeluk Viny erat, kemudian kembali kulihat kedua bola matanya yg sedang menatapku begitu dalam. Lalu kudekatkan wajahku dan memiringkan kepalaku yg dibalas oleh Viny. Kamipun berciuman mesra, lidah kami saling berpagutan dan saling melilit. Kurasakan lidahnya yg begitu lembut menggeliat manja di dalam mulutku. Ludahnya terasa hangat masuk ke dalam mulutku. Lalu akupun menyudahi ciuman ini dan memeluk Viny dgn erat, rasanya kami tidak ingin terpisahkan. Alunan nada Saxophone dalam lagu The Wedding Song seakan2 mendukung kita berdua. Kami pun berpelukan sambil berdiri dalam suasana yg begitu hangat. Kntor sepi di jam makan siang dan kebetulan ruanganku memiliki kaca yg hanya dapat melihat dari satu sisi saja.

Kenny G memang sangat jago memainkan perasaan melalui alunan nada yg begitu indah. Kami masih terlarut dalam pelukan yg begitu hangat, hingga kemudian Viny kembali mendaratkan ciumannya ke bibirku. Kubalas ciumannya dgn mesra, lidah kami kembali bermain dgn lembut. Ciuman yg begitu mesra membuat nafsuku menjadi liar. Kuturunkan tanganku menuju pantat Viny. Kuremas2 dgn pelan pantatnya, tangan Viny menekan kepalaku seolah2 dia tidak ingin ciumanku terlepas. Alunan lagu You’re Beautiful memberi energy bagi kita berdua. Tanganku menyelinap ke dalam celana Viny hingga kemudian aku merasakan lembutnya pantat Viny. Kuremas2 pelan sambil tanganku berusaha meraih memeknya.

Viny menikmati apa yg kulakukan, nafasnya makin berat dan sesekali melenguh menandakan klo dia sedang horny. Tanganku merasakan cairan hangat, yg membuat becek selangkangannya. Tangan Viny mulai keluar dan meraih kontolku dari luar celana. Diusap2nya kontolku hingga berdiri tegak namun masih tertahan oleh celana boxer dan juga celana jeans yg kukenakan. Kuciumi lehernya dan disambut dgn remasan yg begitu nikmat di kontolku. Kutarik tanganku dan membuka seluruh celanaku, sehingga kontolku dapat berdiri dgn bebas tanpa ada yg mnghalangi. Tanpa perlu disuruh, Viny berjongkok di hadapanku kemudian mengulum kontolku. Ahhhhh rasanya begitu nikmat. Viny tampak begitu beringas ketika mengisap kontolku, kepalanya maju mundur sambil mengisap2 dan menjilati ujung penisku. Rasa nikmatnya sampe membuatku merinding, kemudian Viny kembali berdiri dan memandangku sambil berkata, “Kak, kk pingin ML sama aku?”, aku hanya mengangguk saja, nafsuku sudah mengalahkan segalanya. Aku tau Viny masih perawan tapi akal sehatku sudah hilang, yg kupikirkan saat ini, toh Viny nikahnya ama aku, jadi gpp ku renggut keperawanannya.

Viny membuka sabuk dan kaitan celananya, lalu dia menurunkan celana dan celana dalamnya hingga ke kaki, namun masih tertahan di sepatunya. Kemudian Viny membelakangiku sambil berpegangan pada meja kerjaku dan dia sedikit menunggingkan pantatnya. Ini bukan kali pertama aku melihat pantat Viny, namun keindahannya selalu membuatku takjub.

Kuarahkan kepala penisku ke lubang memeknya, kugesek2 dgn pelan sebelum akhirnya ku masukkan sedikit demi sedikit. Viny hanya menoleh dan mendesah dgn pelan. Kugoyang pinggulku sehingga kontolku masuk ke lubang memeknya. Viny mendesah sambil menoleh ke belakang. Ku genjot memek Viny dgn perlahan dan lembut diiringi oleh lagu The Shadow of Your Smile milik Kenny G dari ruang sebelah. Memek Viny begitu sempit seolah2 berdenyut dan mengisap kontolku. Semakin lama goyanganku semakin cepat, diikuti oleh suara desahan Viny yg makin gk karuan. Tangan Viny berusaha meraih klitorisnya dan mulai memainkannya.

Arrgghhhhh, Ahhhhhh, terus kak, Ahhhhhh, aku mau keluar kak, Viny terus meracau merasakan kenikmatan itu. Kupercepat goyanganku, pahaku seakan2 menampar bokong Viny menghasilkan suara tamparan yg indah. Desahan Viny makin liar, tangannya terus memainkan klitorisnya dgn kasar hingga akhirnya, ahhhhh ahhhhh kaaak, aku keluar, ahhhhh. Aku terus menggenjotnya hingga tangan Viny lemas dan tidak mampu menopang badannya sehingga kini badan Viny rebah di meja kerjaku. Aku yg sudah kesetanan dikuasai oleh nafsu terus menggenjot liang kewanitaannya hingga akhirnya puncak kenikmatan akan kuraih. Kucabut kontolku dari lubang memek Viny kemudian kukocok dgn cepat dan crooot crooot lebih dari 7x spermaku menyembur di punggung Viny dan kemudian turun dan mengalir melalui anus Viny. Dengan cepat kuambil tisu dan memberihkan punggung Viny serta anusnya dari cairan spermaku. Setelah itu aku dan Viny kembali memakai celana dan merapihkan diri.

Setelah itu aku menghabiskan waktu di ruanganku sambil ngobrol manja dan mesra. Di saat itulah Viny bercerita padaku bahwa sebenarnya dia adalah member JKT48, aku berpura2 terkejut, tapi kemudian biasa saja. Viny menganggap kegiatannya selama di JKT48 mngkin telah membuat selaput daranya sobek. Padahal aku gk pernah menanyakan hal itu. Hari ini kulalui dgn penuh sukacita, presentasi yg berhasil lalu bercinta dgn kekasih. Semoga ini terus berlanjut hingga kami menikah.

Post Terkait